The RoofTop Girl

The RoofTop Girl
The last time told with you


__ADS_3

Fatih


Ia menggeram, meremas kertas tulisan tangan Rora hingga tak berbentuk. Gugatan cerai? Apa-apaan. Rora tidak akan seperti itu jika tidak ada yang mempengaruhinya.


Apa maksud Rora mengatakan tidak ada rahasia antara ia dan Kikan. Kikan pasti ada dibalik ini semua. Maka detik itu juga ia menghubungi gadis itu, tidak, ia bahkan langsung mendatangi apartemen Kikan, malam itu juga, tak perduli pada hari yang telah merangkak larut.


Wajah Kikan tampak kaget melihatnya berdiri di depan pintu, namun tak urung Kikan tersenyum dan menarik lengannya untuk masuk.


"Aku sudah menduga, suatu saat kamu pasti akan datang padaku lagi." Kikan masih tersenyum.


Ia mendengus, sedikit menyesal telah berada disini. Tanpa basa-basi ia menatap sengit ke arah Kikan.


"What do you want, what did you told with Rora?"


Mata Kikan menyipit, " Oh..dia sudah mengadu padamu rupanya?"


"Kamu tahu Byan? saudara kembar Abi... Dia datang mencari Rora, dia menginginkan bayi milik Abi. So, itukan sebab kamu tidak datang padaku lagi? kamu harus mempertanggungjawabkan bayi orang lain. Sekarang tidak perlu lagi Fatih. Yang seharusnya bertanggungjawab sudah ada, kita bisa bersama lagi."


Ia tertawa sarkas mendengar penuturan Kikan, " Jadi kamu kira, aku tidak datang lagi padamu karena terbeban harus bertanggungjawab pada kehamilan Rora?" Tatap sengitnya pada gadis itu.


"Kamu salah besar Kikan. Aku menikahi Rora karena aku mencintainya. I love her, deep. Bukan karena yang lain. Sejak dulu aku memang mencintainya, aku terlalu bodoh baru menyadarinya sekarang."


Kikan tersentak hingga mundur dua langkah kemudian menggeleng." Tidak Fatih, kamu mencintaiku, kamu hanya sedang marah. Katakan kamu masih mencintaiku. Kita sudah menjalani ini selama dua tahun, kamu ingat, dua tahun Fatih. It's not easy. Don't you ever forget who your girl for two years ago?"


Ia menggeleng pelan, " Kita sudah berakhir Kikan, tidak ada yang perlu dipertahankan. Kita sudah berakhir."


"Tidak, kamu tidak bisa seperti ini padaku." Wajah Kikan mengeras, gadis itu mendekatinya hingga mereka hampir tak bercelah.

__ADS_1


Dari jarak sedekat ini, ia bisa mencium aroma kemarahan yang menguasai Kikan.


"Maafkan aku, harus ku akui bahwa aku tidak pernah benar-benar menyukaimu, tidak pernah. Aku hanya mencintai Rora, jadi berhentilah bersikap bodoh, kita tidak akan pernah bersama lagi."


"Bullshit." Kikan menyemburkan amarahnya. "Kamu berbohong Fatih. Apa yang kamu lihat dari Rora, kamu hanya kasihan padanya. Dia sudah pergi, aku sudah mengatakan padanya bahwa tidak ada rahasia diantara kita. Dia hanya objek belas kasihmu, lihat saja, aku akan menghancurkannya lebih dari ini."


Jika Kikan menganggap ancaman itu membuatnya takut, wanita itu salah besar. Sekarang ia tidak peduli jika Kikan benar-benar melakukan ancamannya.


"You know what? I don't care. Just do what you wanna do. I don't fucking care, at all. Now, get the **** of my life cause I never love you, never!!!" Tatap nyalangnya pada Kikan.


Ini terakhir kalinya ia berurusan dengan gadis itu. Namun, sepertinya Kikan tidak menyerah semudah itu.


Kikan menyambar lengannya dan melemparkan tubuh ke tubuhnya. Tidak ada lagi amarah yang terpancar dari tubuh gadis itu. Kikan menciumnya, memaksanya untuk membalas ciuman, dan mendesaknya hingga terperangkap dengan pintu apartemen yang berada dibelakangnya.


Setelah amarah tidak berhasil mempengaruhinya, Kikan mengandalkan tubuh untuk menggodanya.


Ia berusaha melepaskan diri, tapi Kikan tidak semudah itu untuk disingkirkan. Kikan mulai membuka pakaian hingga berdiri setengah telanjang dihadapannya. Pria manapun akan tergiur begitu melihat tubuh gadis itu. He was one of them, but no, big noo.


Namun, persetan dengan status Kikan sebagai perempuan. Ia mendorong tubuh Kikan kuat-kuat, hingga Kikan terjajar dan terjatuh.


"What the **** are you doing?"


"This is the last time I told you that we're over." Tidak menghiraukan Kikan, ia membuka pintu dan meninggalkan Kikan yang berteriak-teriak memintanya untuk kembali.


Ia melangkah melewati koridor dan sama sekali tidak menoleh ke belakang.


.

__ADS_1


.


.


Aurora


Ia mengendap-endap masuk dalam keramaian pasar Anyar pagi itu, pagi sekali, selepas subuh. Benar-benar, ia sudah seperti buronan narkoba kelas kakap. Memakai kerudung serta kaca mata dengan tubuh di balut jaket tebal, yang kesemuanya dapat pinjaman dari teman. Salah satu perawat yang pernah bekerja di Hokkaido dulu.


Uangnya sudah habis, satu-satunya uang tunai yang tersisa di dompet tinggal dua ratus ribu, mau tidak mau pagi itu, ia harus melewati ramainya pasar pagi di kawasan Bogor, dekat dengan hotel Efita, tempatnya menginap.


Namun tidak sampai satu jam ia melakukan transaksi, ia merasa ada seseorang yang mengikutinya, tidak bukan seorang tapi beberapa orang, mencurigakan. Pasti itu anggota dari papa Dimas. Cepat sekali. Membuatnya terengah-engah bersembunyi di antara parkiran mobil yang berada di seberang jalan.


"Tidak, ya Tuhan. Mereka ada dimana-mana."


Bergetar, ia sudah tidak bisa bersembunyi lagi, bagaimana jika mobil yang menutupinya saat ini bergerak, tamatlah riwayatnya. Pelan, ia mencoba membuka pintu mobil belakang tepat dihadapannya, ia tidak tahu mobil siapa itu, yang jelas mobil itu tidak terkunci, hingga ia bisa masuk dan bersembunyi disana.


Entah berapa lama ia di sana, setelah ia sadar, ia berdecak sendiri, Lamborghini Gallardo!!! mobil siapa ini, pasti bukan sembarang orang, ia bisa mati jika ketahuan sang empunya mobil. Tapi mau keluar, ia masih terlalu takut.


Tepat saat ia celingak-celinguk seperti maling yang sedang dikejar massa, seseorang masuk dengan dalam mobil, mereka sama-sama terkejut ketika si empunya mobil menoleh ke jok belakang.


"AAAAAAA...... MAMAAAAA TOLONG!!!!!!"


Ia pingsan ditempat saat bersitatap dengan wajah yang berada dihadapannya.


To be continue


happy reading

__ADS_1


maunya kemaren double up tapi aku lagi repot sangat, gak sempat ngetik๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


berhubung hari aku ulang tahun, jadi insyaAllah hari ini ya double up nya heheeee


__ADS_2