
There's always a rainbow after the rain.
Selalu terdapat pelangi setelah hujan
Aurora
Beberapa bulan berjalan dengan sangat cepat. Ia sama sekali tak menyangka bayi yang hanya sebesar botol yang ia lahirkan dulu telah tumbuh menjadi balita cantik yang menggemaskan, meski memiliki tubuh yang tidak segembul bayi normal biasanya, tapi Fara, begitu ia menamai anaknya berkembang dengan baik dan lincah di bawah pengasuhan tiga nenek.
Yah, tiga nenek yang sangat menyayangi Fara, ada mamanya, mama Sonia dan terakhir yang paling heboh adalah mommy Byan. Sehingga jujur saja malah membuatnya khawatir Fara akan tumbuh jadi gadis manja di kemudian hari.
Namun semua kebahagiaan itu hanya bisa ia lihat dari panggilan video call, sebab sudah enam bulan ini, ia menjalani perawatan intensif di rumah sakit kanker Johor, Malaysia. Setelah melakukan kemoterapi selama lima bulan, tepat pada bulan ke enam, ia menjalani operasi transplantasi induk, yang mengangkat sel kanker hingga ke akarnya.
Sel kanker tersebut hanya bersarang di satu titik dan belum menyebar ke organ lain hingga prosesnya tidak terlalu rumit. Dan sekarang ia tengah menjalani proses pemulihan pasca operasi. Dan satu bulan setelahnya, ia kembali melakukan pemeriksaan dan bisa bernafas lega saat hasil laboratorium menyatakan bahwa tidak ada lagi sel kanker ditubuhnya.
Ia sangat beruntung tim dokter disini sangat kompeten, mereka rata-rata adalah teman kuliah papa dulu dan ada juga beberapa teman satu almamater nya.
Tidak mudah menghadapi semuanya sampai pada kondisi sekarang, kalau saja ia sendirian. Fatih begitu banyak memberikan dukungan padanya dalam melewati setiap proses penyembuhan ini. Laki-laki itu selalu menemaninya setiap kali kemoterapi, tak peduli walau harus gonta-ganti jadwal flight atau tak segan juga mengurangi jumlah jam terbang yang tentu saja berdampak pada besaran gaji.
Fatih lah orang pertama yang menjadi saksi berguguran rambutnya sebab efek dari terapi itu dan sama sekali tak keberatan dengan kondisi kepalanya yang nyaris botak sempurna.
There's the rainbow after the rain.
"Apa?"
Ia menyengir lebar dan menggeleng saat ditanyai Fatih yang memergokinya tengah memandang laki-laki itu. Menatap Fatih seperti ini terasa menyenangkan. Ia bahkan rela menatap lekat-lekat pria itu dalam waktu yang lama, dan akan berhenti jika pipi Fatih sudah memerah, menggemaskan sekali.Tidak pernah terbayangkan kalau ia akan berakhir menjadi istri laki-laki ini.
Awalnya ia pikir Fatih hanyalah sesosok rembulan yang berdiri angkuh di gelapnya langit malam, begitu jauh dan tak terjangkau. Fatih pernah menolaknya dan itu membuat kepercayaan dirinya terjun bebas dihadapan pria itu. Ketika Fatih bersedia menikahinya, ia pikir Fatih hanya mengasihaninya. Namun lagi-lagi ia dikejutkan dengan kenyataan bahwa Fatih juga mencinta sama seperti dirinya.
Turns out, he's the love of my life.
Hidup melemparkannya ke titik terendah sampai ia merasa dirinya tak berarti lagi. Namun hidup pulalah yang menerbangkan nya ke langit tertinggi ketika Fatih mengisi hatinya dengan semua cinta yang dimiliki pria itu. Berkat Fatih, ia percaya semuanya akan baik-baik saja.
__ADS_1
"Tidak ada lagi barang di dalam?" Tolehnya pada Fatih yang baru saja menutup pintu kamar perawatan yang hampir enam bulan lebih ia diami itu.
Fatih menggeleng sambil merangkul bahunya, "Tidak ada lagi, ayo."
Yah, hari ini mereka akan pulang ke Jakarta. Papa dan papa Dimas sudah menjemput mereka dan saat ini sedang menyelesaikan admistrasi rumah sakit.
Fatih terus menggenggam tangannya ketika mereka sudah berada di pesawat, penerbangan menuju Jakarta.
"Kenapa?" ia duduk berdiri memperhatikan Fatih.
"Aneh saja rasanya jadi penumpang." Pria itu terkekeh pelan dan ia balik tertawa kecil. Yah ia paham betul, Fatih yang terbiasa mengendalikan pesawat dan sekarang harus duduk di bangku dekat sayap menjadi seorang penumpang.
Ia memilih menyandarkan kepalanya di bahu Fatih, sambil menatap gumpalan awan beraneka macam bentuk dari kaca jendela.
"Nanti kita langsung ke apartemen. Semua udah nungguin kita disana." Ujar Fatih sambil mengecup kepalanya sekilas.
"Hmmm... Aku tidak sabar mau lihat Fara." Ucapnya.
"Oh ya...?"
"Tentu saja, juga pintar." Fatih menjawil puncak hidungnya.
Ia tersenyum ketika Fatih mengucapkan itu, sumpah demi apa, inilah kebahagiaan yang ia nanti sejak dulu.I love you Fatih, really do.
.
.
.
Fatih
__ADS_1
Ia menggenggam erat tangan Rora, menautkan jemarinya dengan jemari kurus Rora yang masih tampak pucat itu.
I don't want to let her go.
Selamanya, ia ingin berada di samping Rora. Memastikan Rora baik-baik saja dan bahagia saat hidup bersamanya. My heart is Rora.
Jika ada yang ia sesali dalam hidup ini, itu adalah fakta bahwa ia terlambat menyadari betapa ia sangat mencintai gadis ini.
Mereka telah sampai di bandara sebelum hari beranjak sore, ada mbak Ara dan suami yang telah menunggu disana menjemput mereka.
"Roraaaa....!" Teriak mbak Ara histeris sambil memeluknya erat dan langsung dipisahkan olehnya.
"Rora belum kuat dipeluk seperti itu." Rora hanya terkekeh saat ia bicara ke arah mbak Ara yang langsung mencibirnya.
"Ayo langsung ke apartemen, semua sudah pada nungguin."
Mereka beriringan masuk ke dalam mobil, sedang papa dan papa Dimas menaiki mobil yang terpisah dengan mereka.
To be continue
happy reading...
Note:
Limfoma non-Hodgkin adalah kanker yang berkembang di sistem limfatik, yaitu kumpulan pembuluh dan kelenjar yang tersebar di seluruh tubuh dan berfungsi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Salah satunya adalah kelenjar getah bening.
Limfoma non-Hodgkin kerap ditandai dengan munculnya benjolan di bagian tubuh yang terdapat kelenjar getah bening, seperti ketiak atau leher. Kondisi ini perlu ditangani secepatnya, karena jika tidak, kanker dapat menyebar ke organ tubuh lain dan menimbulkan komplikasi serius.
Limfoma non-Hodgkin umumnya terjadi akibat adanya perubahan atau mutasi DNA pada salah satu jenis sel darah putih yang disebut limfosit. Limfosit merupakan sel darah yang berfungsi untuk melawan infeksi pada tubuh.
Normalnya, limfosit yang sudah lama atau tua akan mati, dan tubuh akan memproduksi limfosit baru untuk menggantikan limfosit tersebut. Pada kasus limfoma non-Hodgkin, limfosit terus membelah dan berkembang secara abnormal (tanpa henti), sehingga terjadi penumpukan limfosit di dalam kelenjar getah bening.
__ADS_1