The RoofTop Girl

The RoofTop Girl
Witing Tresno Jalaran Soko Kulino


__ADS_3

Galih


Apa bedanya antara cinta dengan ketertarikan biasa?


Cinta, setahuku, berawal dari rasa ketertarikan. Kecenderungan. Ada satu atau beberapa hal yang membuat kita terpesona padanya. Rupanyakah, atau apanya. Yang jelas, kita merasakan ada magnet yang terus menarik-narik kita untuk selalu 'mendekat' kepadanya.


Kadang ketertarikan tak selalu juga berujung dengan cinta. Kalau ini, biasanya terjadi ketika kita semakin mendekatinya, ternyata kita mendapati bahwa dia tidak seindah yang kita kira. Pandangan mata kan suka menipu juga. Kita menyadari bahwa ternyata dia tidak semenarik yang kita duga.


Haruskah aku bicarakan yang satu ini? Sementara cinta itu sendiri, sepenuhnya adalah kuasa hati dan akal kita untuk menerjemahkannya.


Hati adalah sensor sensitif yang dapat dengan segera berbunyi ketika kita mulai jatuh cinta pada seseorang. Kita merasakan getar-getar yang bahkan kita sendiri tak sanggup menjabarkannya.


Akal? Bagaimana ini, sementara katanya cinta itu buta?


Ya, bisa saja cinta itu buta. Tanyakan saja kepada akal kita. Kalau dia tak sanggup menjelaskan alasan logis mengapa kita jatuh cinta pada seseorang, apalagi kalau kita kemudian tanpa alasan yang jelas mengorbankan semuanya untuk cinta itu, maka itulah definisi dari 'Cinta yang buta'.


Lalu, kalau bedanya sayang dengan cinta?


Sayang adalah sebuah perasaan kedekatan hati yang tumbuh karena interaksi yang intens. Sayang bisa jadi lebih personal dan lebih lembut daripada sekedar cinta apalagi ketertarikan. Sayang adalah tahap selanjutnya dari chemistry atau perasaan cocok dan terpenuhi. Sayang juga bisa merupakan tahap selanjutnya dari cinta. Atau sebaliknya, setelah rasa sayang, terbitlah cinta.


Oops, filosofis kah?


Rasanya tidak juga. Aku hanya ingin mengurai dengan jelas, perasaan apa yang sedang bermain dihati saat ini. Maka aku merincinya sedemikian rupa, untuk menemukan sedang dimana aku sekarang.


Selama tiga bulan bersama dengannya, Audrey siapa lagi. Mencoba yang kata orang Witing Tresno Jalaran Soko kulino, aku bisa mengambil kesimpulan dari analisa perasaanku. Bahwa rasa yang tumbuh dan berkembang di relung hati ini, bukan hanya ketertarikan biasa, tapi cinta dan sayang yang telah menyatu dalam, sepenuh hati.


Dari Audrey, aku bisa melupakan cinta yang lalu, duniaku sekarang hanya ada dia. Audrey masa depanku, benar kata Afgan, 'Wajahmu mengalihkan duniaku' karena hanya dengan melihatnya saja hati ini bisa tenang.


.


.


.


Audrey


Suasana hiruk pikuk bandara Soekarno Hatta yang dipadati puluhan mahasiswa keperawatan kental sekali terasa, mereka baru tiba setelah bertolak dari bandara Penang, Malaysia sekitar tiga jam yang lalu usai menyelesaikan magang keperawatan jiwa selama setengah bulan.

__ADS_1


[Kak, jangan jemput, biar aku naik taxi aja]


Ia mengirim pesan pada sang kekasih yang ngotot mau menjemputnya di bandara, mana mungkin, ditengah keramaian mahasiswa seperti ini, kak Galih tidak boleh muncul dan mengaku sebagai pacarnya, tidak, terlalu beresiko untuk menjadi tranding Topic alias bahan gosip lambe turahnya kampus.


Namun pesannya langsung dibalas dengan panggilan telpon oleh pria itu.


"Kenapa naik taxi?"


Ia sempat memijit pelipis demi mendapati tabiat kak Galih yang tak pernah berbasa-basi sekedar mengucapkan salam.


"Gak enak nanti dilihat teman."


"Gak enak kenapa? kamu malu?"


"Tidak tidaak, bukan itu."


"Ya udah, kakak jemput. Lihat lurus ke depan, lambaikan tangan mu sayang."


Glekk...


Tubuhnya kaku seketika melihat kak Galih sudah berdiri diujung dengan senyum secerah mentari nya, ya Tuhan. Posisi nya sungguh tidak menguntungkan, beberapa sudah melihat keberadaan dokter tampan Ji Cang Wook nya Rumah Sakit itu. Please kak jangan dekat, jangan berjalan kesini. Ia memejamkan mata, dapat ia dengar bisik-bisik penasaran berseliweran di daun telinga.


Dan parahnya, sekelebat ia melihat tatapan horor dari geng selebritis kampus dan Loony ada ditengah- tengah mereka, juga menatap tak kalah horor.


***


"Kangen." Bisik kak Galih ketika mereka sudah berada di dalam mobil dan tangan nakal itu mulai mengelus pipinya, membuat nya mencibir ke arah pria itu.


"kamu kangen juga gak?"


"Nggak tuh."


"Isss masa? dua minggu loh gak ketemu, coba lihat sini." Kak Galih menarik dagunya hingga tatapan mereka bertemu, membuatnya tak bisa berbohong bahwa hati ini sungguh merindukan kekasihnya itu.


"Dasar mahluk kontradiktif." Kak Galih terkekeh.


"Mulut sama hatinya suka gak sinkron." Decak pria itu Lagi dengan mencubit pipinya.

__ADS_1


***


Ia merebahkan tubuhnya di sofa sesaat setelah mereka sampai di Rooftop. Sementara kak Galih menarik kopernya masuk ke dalam dan berjalan kearah dapur mengambil minum.


"Gimana magangnya, lancar?"


"Hummm."Ia bersandar malas, namun tiba-tiba segera berdiri dan berlari kearah koper, mengambil sesuatu dari dalamnya.


"Kak, lihaat!!" ia kembali berjalan ke arah kak Galih duduk dan menampakkan dua buah gelang rajut.


"Ada namanya."


"Oh ya?"


"Iya, lihat disini." Ia menunjukkan nama yang juga dirajut kecil dengan sangat detail itu, tampak sekali karya ini dibuat oleh orang yang begitu terampil.


Galih& Audrey


"Aku beli dua, kakak pake satu, aku satu." Senyumnya pada pria yang sudah mulai berkaca-kaca itu.


Ia mengambil lengan sang kekasih dan memakaikannya di pergelangan tangan pria itu, kemudian berlanjut memakai yang ia sendiri.


"Siip cantik kan." Decaknya menyatukan lengan mereka sambil terus tersenyum, tanpa ia sadari bahwa ada mata mendamba yang sejak tadi ingin menyentuhnya.


"I love you." Bisiknya sengaja mendekat.


"I love you too." Jarak mereka kini kian menipis.


Mata keduanya saling tatap dan mengunci, semakin dekat.


"I... I need you Audrey... You're my half soul, hunny." Bisik kak Galih tepat di balik telinganya dan sukses membangkitkan gelombang arus listrik dasyat dalam tubuh.


Sepertinya pria itu pintar sekali memanfaatkan keadaan, atau memang sudah terlatih membaca medan, disaat ia sudah rapuh bagai kapas melayang, mata elang itu mendekat, sangat dekat dan memulainya dengan lembut sepenuh hati serta sopan.


Menyatukan sesuatu yang terasa manis semanis madu, menjelajah dunia yang bahkan tak pernah ia bayangkan sebelumnya, begitu indah hingga membuatnya ingin selamanya seperti ini, the first kiss, Ohh my...


To be Continue guys...

__ADS_1


Happy reading yaaa


__ADS_2