
Byan
Ia menyusul ke meja tak lama kemudian setelah dari toilet. Sementara mommy, Daniel dan Rora sudah lebih dulu menikmati makanan di meja mereka.
"Makan yang banyak, biar cucu mommy sehat didalam sana." Mommy meletakkan suiran ikan salmon ke piring Rora dan mengisyaratkan dengan dagu agar Rora memakannya.
"Nanti nginap di apartemen ya, tidur sama mommy."
"Tidak... tidak bisa mom." Ia cepat-cepat bersuara sambil melirik cepat kearah Rora dengan wajah pias.
"Rora belum izin ke orangtuanya mom." Tambahnya.
"Gampang, tinggal telpon. Oh iya, mommy belum ketemu sama orang tuanya Rora." Tiba-tiba mommy berdecak sendiri.
"Tuh kan, nanti gak enak lah. Abis ini, aku antar Rora pulang, mommy sama Daniel balik ke apartemen ya."
"Ya udah, salam sama orang tua kamu ya Ra, nanti biar Byan atur jadwal, mommy mau ketemu sama mama kamu." Ujar mommy.
Dan kali ini, ia bisa menghela nafas lega. Setidaknya untuk sementara, karena setelah ini, ia harus berfikir keras bagaimana menyampaikan ke mommy kondisi yang sesungguhnya.
***
"Aku bisa pulang sendiri." Rora berkata dingin tanpa mau menoleh kearahnya.
" Aku antar, ini sudah pesan taxi." Ia sibuk berkutat dengan ponselnya memesan taxi online lewat aplikasi.
"Gak perlu, nanti kamu bolak-balik naik taxi."
"Tidak masalah."
"Ck..." Rora mendelik kearahnya.
Taxi mereka sudah sampai, ia membukakan pintu untuk Rora sebelum ia juga ikut masuk ke dalam taxi. Sementara Daniel dan mommy sudah lebih dulu pulang membawa mobilnya tadi.
"Ada yang belum aku ceritakan ke kamu, dan sepertinya kamu harus tahu ini." Toleh Rora padanya yang sudah menempati posisi duduk di jok bersebelahan dengan gadis itu ketika mobil telah melaju.
"Aku dan Abi sebenarnya tidak ada hubungan apa-apa, kami hanya teman. Just friend."
Ia tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya mendengar ucapan Rora, sedikit memicingkan mata ia menatap Rora namun tak bicara apa-apa.
"Mungkin aku adalah salah satu dari banyak wanita-wanitanya Abi, yang pernah ia ajak tidur. Aku tidak tahu dimulai dari mana, tiba-tiba saja kami sudah jadi dekat. Sampai malam itu, waktu di Bali, kami minum terus mabuk dan berakhir di satu tempat tidur yang sama."
Ia mengeraskan rahangnya, setengah menyesalkan tindakan Rora, setengah lagi sibuk mengumpat sang saudara kembar yang brengsek.
__ADS_1
"Satu bulan sejak kejadian itu, aku baru tahu kalau ternyata aku hamil. Aku sempat tidak ingin memberitahu ini ke Abi, tapi diluar dugaan, ia tahu dan sangat bahagia saat itu."
"Abi berjanji akan menikahiku selepas menyelesaikan flight nya ke Eropa akhir bulan. Dia ingin menemui orangtuaku dan kami bahkan sudah berencana untuk tinggal di Jakarta. Sampai..." Rora tiba-tiba terdiam, tampak susah payah menarik nafas.
"Sampai aku mendengar berita kecelakaan itu, dan semuanya jadi hancur berantakan. Tapi Fatih dengan lapang dada mau menerimaku, Fatih menikahiku, merangkulku dengan tangan terbuka."
Mereka terdiam cukup lama, sibuk dengan pikiran masing-masing. Rora memilih untuk mengarahkan wajah ke luar jendela, sedang ia hanya terpaku menatap lurus ke depan.
"Seandainya kami cepat tahu, seandainya foto itu cepat ditemukan. Mungkin aku akan menikahimu." Gumamnya.
"Untungnya tidak..." Rora menoleh cepat hingga tatapan mereka bertemu. Ia mengernyitkan dahi.
"Karena aku mencintai Fatih." Lanjut gadis itu mantap.
Ia mengulum senyumnya,"Jadi apa ini sejenis sengsara membawa nikmat?"
"Bisa dibilang begitu." Rora ikut-ikutan mengulum senyum.
"Awalnya aku kaget saat Fatih mau menikahiku, namun tak urung juga aku sangat bahagia saat itu. Kamu tahu, aku menunggu pria itu hampir dari setengah usiaku."
"Wow, He's your first love?"
Dan Rora mengangguk cepat. Wajah gadis itu bahkan berbinar saat membicarakan Fatih. Dan tiba-tiba saja mengingatkan pada wajah seorang gadis lain, yang dulu selalu berbinar juga saat bicara padanya.
"Menarik, dan aku rasa Fatih juga memendam rasa yang sama sejak dulu, tapi tidak berani mengungkapkannya."
"Karena itu juga terjadi padaku, tapi sayangnya gadis itu malah jatuh ke pelukan Abi, hingga aku mengalah. Aku pikir dia tidak menyukaiku, aku memilih menikah dengan orang lain, orang asing. Namun belakangan baru aku tahu, kalau dia dan Abi hanya settingan untuk memanasiku."
"Dimana gadis itu sekarang?"
"Entahlah." Ia mengedikkan bahu. "Dia pergi, ngambil S2 di US saat aku menikah, dan sampai saat ini kami tidak pernah bertemu lagi."
Rora tampak prihatin sampai menggenggam tangannya. Mata Rora menatapnya dalam, seolah berusaha menelanjangi perasaannya lewat tatapan itu.
"Hei...Aku tidak apa-apa!" Ia melepas genggaman Rora dan memutus kontak sambil terkekeh.
"Gadis itu juga mencintaimu, sangat mencintaimu." Rora berkata pelan namun sukses menusuk bagian hatinya yang terdalam.
"Darimana kamu tahu?"
"Karena aku juga pernah mengalaminya, dulu sekali aku pernah mengungkapkan perasaanku ke Fatih, namun ditolak. Aku kecewa, sampai memutuskan untuk pergi."
"Jadi, menurutku. Gadis itu sama. Dia pergi karena dia begitu mencintaimu By. Aku bisa merasakan betapa sakitnya dia saat kamu memutuskan untuk menikahi gadis lain, dasar bodoh!"
__ADS_1
Ia terdiam, cukup lama. Kemudian tertawa, "That's old story, gak penting."
"Yah, karena ada yang lebih penting." Rora bicara horor padanya.
"Apa?"
"Cepat selesaikan urusan kita ke mommy, katakan yang sebenarnya sebelum jadi masalah."
"Iya...Aku akan ngomong ke mommy."
"Secepatnya?!" gertak Rora.
Ia tersenyum miring ke Rora,"Kamu lucu kalau lagi marah."
"Aku serius Byan, aku gak mau ketemu kalau belum beres."
"Siap bumil." Ia mengangguk cepat.
***
"Pak,, berhenti disini aja."
"Loh, kok disini." Ucapnya heran ke Rora.
"Aku mau beli ice cream dulu, nanti aku jalan kaki aja ke rumah, dekat kok."
"Aku turun sebentar beli ice cream, kamu tunggu disini." Ia sudah ingin membuka pintu mobil.
"Gak perlu, aku mau turun disini." Rora lebih dulu membuka pintu dan keluar. Namun masih berdiri disisi mobil sambil membungkuk sebab panggilannya.
"Makasih Ra..."
Gadis itu mengangguk, "Cepat selesaikan urusan ke mommy, jangan hubungi aku sebelum mommy tahu kalau aku sudah menikah."
"Ngancam nih."
Dan Rora hanya mengedikkan bahu lalu berbalik pergi.
To be Continue
Happy reading...
Sebenarnya bikin part ini mau sekalian ngasih tau, rencananya abis ini aku mau nulis ceritanya Byan. Judulnya " Love in Lawfirm" Jadi bocorin sedikit lewat part ini...😘😘😘
__ADS_1
Aishhh...sok-sok an mau nulis judul baru. Itu yang "Cinta Semusim" apa kabarnya thor..masih stuck di bab 8???😎😎😎
Hahaaaaa.... Entahlah othor nih, gak jelas...