
Audrey
Tiga hari dua malam sudah ia menginap di sel tahanan Mapolsek Menteng, suka duka berbagi bersama sesama tahanan disana yang berjumlah lima orang dengan kasus beragam itu, membuatnya jadi lebih dewasa dalam berfikir.
Sebut saja tante Lili terlibat kasus penggelapan uang arisan grup sosialita nya, Bu de Cui dilaporkan tetangga karena telah adu hantam hingga tetangganya mengalami bocor kepala, gara-gara hal sepele padahal, anak mereka berkelahi. Ada juga Firma yang ketahuan mencuri di minimarket dan terakhir Linda yang dilaporkan karena membuat status di akun media sosial yang mengandung ujaran kebencian.
Dengan diadakannya konferensi pers yang menyatakan bahwa korban meninggal murni karena terkena serangan jantung maka secara resmi ia dinyatakan tidak bersalah dalam kasus penemuan mayat laki-laki di hotel beberapa hari lalu dan dibebaskan tanpa syarat.
Jakarta: Penemuan sosok jenazah pria berinisial YY (58 tahun) di hotel kawasan Menteng beberapa hari lalu yang sempat menghebohkan warga telah mengalami titik temu. Jenazah yang semula di duga merupakan korban pembunuhan, ternyata meninggal karena serangan jantung/ Heart Attack yang dipicu oleh konsumsi obat kuat.
Hal ini dibuktikan dari hasil autopsi yang menyatakan bahwa di lambung korban terdapat zat dari obat kuat, serta tidak adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada jenazah dan ditemukannya beberapa pil obat kuat di dalam dompet korban : Kanit Reskrim Polsek Metro Menteng- IPTU Dimas Prayoga.
Audrey menyalami satu persatu teman sel nya, berharap setelah hari ini tidak akan pernah lagi ia menginjakkan kaki disini. Cukuplah kejadian ini menjadi pelajaran berharga untuknya agar berhati-hati dalam setiap melangkah ke depan.
Pak Dimas tersenyum menghampirinya, ia mengangguk dan balas tersenyum.
"Terimakasih pak." Ucapnya pelan.
"Sama-sama, jadikan ini sebagai pelajaran agar selalu berhati-hati kedepannya."
"Siap pak."
"Oh iya, mau ketemu Galih?"
"Tidak pak, saya langsung pulang."
Ia sudah membulatkan tekad untuk mengambil cuti kuliah setahun dan bekerja mengandalkan ijazah SMA, mengumpulkan uang agar bisa melanjutkan kuliahnya. Masalah hutang, ia akan menjual seluruh barang-barang yang ada di kosan nya dan juga ponsel.
Ah iya, dia baru ingat, ponselnya masih di apartemen dokter Galih, mau tidak mau nanti ia harus kesana mengambilnya, tapi tidak sekarang. Saat ini ia hanya ingin istirahat dan tidur di kosannya tanpa gangguan.
.
.
.
Bayu
Ia sudah membaca berita di laman berita online mengenai kasus papa. Yah, papa murni terkena serangan jantung. Jenazah papa juga sudah dikebumikan pagi tadi sesaat setelah serah terima dari pihak kepolisian.
Suasana rumah telah sepi, ada Oma dan Cecil, adik satu-satunya yang setia menemani mama di kamar. Mama terus menangis tak mau berhenti, meracau tak jelas membuat hatinya kembali sakit.
Esoknya...
"Mau kemana Yu?" Oma menegurnya kala mereka berpapasan dianak tangga terakhir.
"Keluar sebentar Oma."
Dan disinilah ia berada, tepat di depan pagar kosan sang kekasih, nomor Audrey tidak aktif lagi sejak saat itu, membuat nya hanya bisa menunggu kala ibu kosan mengatakan Audrey tidak pulang sudah tiga hari. Yah, dia bukannya tak tau Audrey ada dimana, hanya saja segalanya terasa sesak...
Ia terus menunggu tepat di depan pagar sampai akhirnya netranya melihat sosok itu, sosok Audrey berjalan kearahnya, tubuhnya mengurus dengan wajah pucat dan sayu.
"Bayu?" Audrey terkejut melihatnya.
Ia mencoba tersenyum walau hati terasa teriris sembilu, sakit sekali...
"Kapan ke Jakarta?" Ucap Audrey lembut.
"Tiga hari lalu, aku menghubungimu tapi nomor kamu tidak aktif, kata ibu kos, kamu juga tidak pulang ke kosan sudah tiga hari."
"Oh ya, ponselku rusak, aku menginap di rumah saudara, ada hajatan."
Audrey berbohong...
"Kamu capek?" Ia mendekati Audrey yang masih berdiri kaku di pinggir pagar.
"Tidak juga, ada apa?"
"Aku pengen ngajak kamu jalan."
"Baiklah, tunggu dikursi teras dulu, aku siap-siap."
Ia hanya mengangguk pelan melihat Audrey tampak bersemangat.
This Will be the last time...This Will be the end of my love...
__ADS_1
Ia menyeka air bening disudut matanya.
I Will miss u hunny so much, I've missed u already...
But love is free
I have chosen...
"Sudah siap?" ia menatap Audrey yang tampil sangat memukau sore ini.
Audrey tersenyum sumringah, lalu keduanya berjalan beriringan ke luar pagar menuju motor.
"Mau kemana?" Audrey dari belakang.
"Ada deh, kejutan."
"shhttt, sejak kapan pake kejutan."
Ia hanya terkekeh pelan sambil terus melaju di tengah keramaian jalan raya.
Ia dapat melihat betapa bahagianya Audrey ketika diajak jalan, baru ia sadari sekarang, mereka sangat jarang bersama seperti ini.
"Woowww kereeen!" Teriak Audrey, yah dari banyaknya kejadian yang menimpa beberapa hari ini membuat gadis itu sangat bahagia ketika diajak ke Rooftop gedung pencakar langit. Ia sudah menyiapkan segalanya untuk mereka berdua hari ini.
"Kamu suka?" Tatap nya dalam pada wajah cantik dihadapan nya.
Audrey mengangguk antusias...
"Thanks, I love you..." Bisik gadis itu yang membuat hatinya kembali terluka.
This Will be the last time, hunny...
Hampir satu jam mereka menikmati keindahan bersama, ia menatap Audrey lama dan dalam.
"Drey, kamu tau kenapa aku balik ke Jakarta?"
Audrey menoleh lalu menggeleng.
"Papaku meninggal dunia."
"Maaf, aku tidak tau, aku turut berdukacita Yu."
"Dan kamu tau dia meninggal dimana dan seperti apa?"
Lagi-lagi ia melihat Audrey menggeleng pelan.
"Dia meninggal di salah satu kamar hotel area Menteng tiga hari lalu."
Degg
DUARRRRR...
.
.
.
Audrey
Tiba-tiba saja ia rasanya ingin mati saat ini juga, ia terpaku dengan tubuh menegang kaku, seolah telah kehilangan segala kata, ia tak mampu berbicara apapun lagi.
Bagaimana bisa oom yang bersamanya dihotel adalah papa Bayu...
"Why?"
" Kenapa Drey? Aku selalu bilang ke kamu, kita sama-sama, kalau kamu punya masalah bilang, kita hadapin sama-sama, seberat apapun." Bayu menghela nafas kasar
Ia tak mampu lagi berucap, mulutnya mengelu, Bayu tau, ternyata Bayu tau segalanya, ya Tuhan aku ingin MATI...
"Kamu tau? setiap kali aku punya masalah atau punya kejutan bahagia, kamu orang pertama yang ingin aku beritahu, tidak ada yang lain. Aku ingin kita sama-sama."
"Tapi mungkin hanya aku, hanya aku .."
"KENAPA KAMU MEMILIH JADI PELACUR!!" Mata Bayu berair menahan gejolak emosi didada membuatnya tercekat.
__ADS_1
"Kalau tidak punya uang setidaknya bilang ke aku!! aku akan bantu cari, kita pikirkan sama-sama, bukan malah memilih menjual diri!!"
Ia masih terdiam, tubuhnya sudah bergetar dengan tangis yang sudah pecah sejak tadi.
"Aku sangat menghargaimu Drey, sangat menghormati wanita yang aku pilih untuk jadi istriku kelak, coba ingat, ada pernah aku menyentuhmu? tidak! aku bahkan sangat takut untuk sekedar menciummu, karena aku sudah berjanji untuk menjagamu seperti kapas putih dihati ini."
"Tapi apa, APA!!! kamu..."
"Maaf Yu, maa- af kan aku." Ia terisak, dadanya sesak, semua kejadian berputar-putar dikepalanya hingga penuh dan ingin meledak.
"Bayu, please maafkan aku, pikiran ku kalut, disaat yang sama kamu juga sedang ada masalah, aku- , aku."
"Tetap saja kamu tidak menganggap ku, kamu mengambil keputusan sendiri Drey, kamu tau? kamu tau? aku sangat terluka saat tau yang keluar dari kamar itu adalah kamu!"
"Aku harap setelah hari ini, kita tak akan pernah bertemu lagi Drey, mari saling melupakan, biarkan semesta bekerja mengikis semuanya, suatu saat jika kita bertemu lagi, kita hanyalah orang asing yang tidak saling mengenal."
Matanya nanar menatap manik mata hitam yang telah basah oleh air mata itu, yah manik mata milik Bayu, first love.
"Bayu..." ia bergumam pelan, sangat pelan hingga hanya ia sendiri yang bisa mendengar.
Jauh di lubuk hatiku
Masih terukir namamu
Jauh didasar jiwaku
Engkau masih kekasihku
Tak bisa kutahan lagi angin
Untuk semua kenangan yang berlalu
Hembuskan sepi, merobek hati
Meski raga ini tak lagi milikmu
Namun didalam hatiku sungguh engkau hidup
Entah sampai kapan, kutahankan rasa cinta ini...
(Kau Masih Kekasiku- Naff)
"Kita putus Drey..." Ucap Bayu pelan namun tegas.
Dan kuberharap semua ini
Bukanlah kekeliruan seperti yang kukira
Seumur hidupku, akan menjadi doa untukmu...
"Maafkan aku, kita lupakan semuanya." Netranya basah mendengar itu semua.
Andai saja waktu bisa terulang kembali
Akan ku serahkan hidupku ini disisimu
Namun kutahu itu takkan mungkin terjadi
Rasa ini menyiksaku, sungguh-sungguh menyiksakuuuu...
(Kau masih kekasihku- Naff)
Jauh dilubuk hatiku,
Masih terukir namamu
Jauh didasar jiwaku
Engkau masih kekasihku....
To be Continue
Lempar kembang dong, capek othor ngetik nih,..pegal jari...
heheeeeeee
__ADS_1