
Galih
Persis seperti yang selalu ia bayangkan bahwa bibir Audrey sangat manis semanis madu, lembut dan yah rapuh.
"This is gonna be her the best of the best kiss ever."
Dan ia yakin, ini adalah kali pertama gadis itu disentuh, terbukti dengan betapa kaku dan tegang nya Audrey, membuatnya ingin menjelajah lebih dan lebih dalam.
"Thanks for accepting me." Ia menjeda sebentar dengan menyatukan dahi keduanya, memberi waktu gadisnya untuk bernafas, kemudian kembali menyentuhnya dengan gerakan yang tak kalah lembut, penuh ketenangan, pelan, halus dan sangat sopan.
Kiss you is like breathing, I can't stop it.
Akhirnya, ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Akhirnya, ku menemukanmu
Saat raga ini ingin berlabuh
(Naff)
"I promise, I will marry you."
Mata Audrey membulat sempurna membuat sentuhan itu terlepas, namun ia kembali mendekat dan menyentuh gadisnya lagi, tak kalah lembut dari sebelumnya.
Ku berharap engkaulah
Jawaban sgala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
(Naff)
Gerakannya yang begitu terlatih, membuat Audrey benar-benar melayang di angkasa, gadis itu sudah mulai menikmati, tidak sekaku dan setegang diawal, walau tentu saja belum bisa mengimbanginya. Kali ini ia lebih cepat, lebih keras meski masih diwarnai kelembutan.
Ia memejamkan mata, ingatannya kembali pada masa dimana pertama kali melihat Audrey.
"Perkenalkan dok, nama saya Audrey Pramesya Putri mahasiswi perawat semester empat." Gadis itu membungkuk, berimprovisasi sedemikian rupa, apalagi kalau bukan mencari perhatian nya.
"Kalau mau magang penampilannya jangan seperti ini neng, ini rambut apa rambut, terus baju kekecilan jangan di pake, ya Tuhan kuku mu itu bisa melukai pasien, itu sepatu gak ada yang lain, kamu mau magang bukan mau fashion show." Sungguh kesan pertama yang 'Tidak banget.'
Ia mencecap makin dalam, mengeksplorasi setiap inci rongga mulut Audrey yang telah membuka tanpa gadis itu sadari.
I'll show you the great amazing kiss ever, hunny...
Jika nanti ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahan ku
Dan bila nanti engkau disampingku
Jangan pernah letih tuk mencintaiku
(Naff)
__ADS_1
Ia kembali mengingat kala Audrey datang ke kliniknya sebagai pasien demi meminta nya mengubah tugas kasus yang ia berikan dan berakhir diparkiran mencegatnya demi meminta uang dua ratus lima puluh ribu.
"*Kembalikan uang saya dok."
"Uang apa?"
"Uang yang saya keluarkan untuk konsultasi pada anda kemarin, saya bahkan tidak diperiksa*."
Ia ingin tertawa, tapi lagi, gadis itu bicara tentang kasta yang membuat hatinya terenyuh dan mengeluarkan uang dari dompetnya.
"*Saya tidak punya kembalian."
"Ambil saja semuanya."
"Terimakasih*." Gadis itu berlalu dan ia memandang getir pada punggung Audrey yang mulai menjauh.
Akhirnya, ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Akhirnya, ku menemukanmu
Saat raga ini ingin berlabuh
(Naff)
*This is gonna be her first kiss ever...
"I love you, always...love you*." Sengaja ia membisikkan tepat ditelinga Audrey sembari memberi kesempatan gadis itu menarik oksigen, dua tiga kali tarikan nafas sudah cukup sebelum ia melanjutkannya kembali.
Tuntun pelan ia pada tangan Audrey yang lemah dan rapuh ke arah pundaknya agar gadis itu bisa bertumpu sedang tangannya memeluk pinggang ramping Audrey.
She's mine, always mine, forever...
Ia kembali memejamkan mata, menjelajahi bibir semanis madu yang tak pernah tersentuh sebelumnya, mencecap lembut setiap incinya, Sembari mengingat wajah ketakutan dengan penampilan yang sangat berantakan tengah berlari di tepi jalan malam itu.
"Saya bisa minta tolong dok?"
"Minta tolong apa?"
"Saya bisa ikut dokter, malam ini saja."
Wajahnya malam itu tak kan pernah terlupakan, dengan baju robek di bagian belakang, sangat menyedihkan.
"Tolong saya dok, saya tidak membunuhnya, saya bukan pelacur." Tubuh Audrey bergetar hebat saat Dimas menjemputnya untuk dibawa ke Polsek.
Ku berharap engkaulah
Jawaban sgala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
Jika nanti ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahan ku
__ADS_1
Dan bila nanti engkau disampingku
Jangan pernah letih tuk mencintaiku
(Naff)
Sentuhannya makin dalam, lebih cepat dan lebih keras, membuatnya tersengal kehabisan nafas. Keduanya terhenti saling melempar senyum, menyatukan dahi mereka.
"I Will marry you... I promise..."
"You're mine forever."
"Thanks Audrey, my Audrey, always mine."
Akhirnya, ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Akhirnya, ku menemukanmu
Saat raga ini ingin berlabuh
Ku berharap engkaulah
Jawaban sgala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
Jika nanti ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahan ku
Dan bila nanti engkau disampingku
Jangan pernah letih tuk mencintaiku
Akhirnya ku menemukanmu...
(Naff)
.
.
.
To be continue
sedikit dulu yaaa
hihiiiii
pen ketawa bikin part ini
Happy reading lah yaa...
__ADS_1
Nulis ini sambil dengerin lagu Naff itu, feel nya dapat buangget wkkkkkk
see you all,