Tiga Dara

Tiga Dara
#99 Bahagia Memiliki Kalian


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...****************...


Wiwid sedang di ruang tengah menatap kedua anaknya yang sedang bermain.


"Assalamualaikum." Hedi memberi salam.


"Waalaikumsalam." Wiwid mencium tangan suaminya.


"Lagi ngapain sayang ?" Hedi duduk di samping Wiwid.


"Lagi lihatin anak - anak main aja." Wiwid mengambil tas Hedi dan menyimpannya di ruang kerja Hedi. Lalu kembali dengan membawakan segelas air putih untuk suaminya.


"Makasih sayang." kata Hedi.


"Sama - sama." balas Wiwid.


"Sayang, Akhir minggu ini ikut aku yuk ke puncak." ajak Hedi.


"Ngapain Mas ? Liburan ya ?" tanya Wiwid.


"Iya. Kebetulan aku ada seminar. Jadi seklaian kita liburan disana. Udah lama kan gak refreshing." jawab Hedi.


"Wah.. Asyik. Mau banget." Wiwid sangat antusias. Sudah lama dia gak liburan. Terakhir kali keluar kota ya waktu Caca wisuda. Itupun hanya semalam saja. Waktunya lebih banyak dihabiskan di jalan.


"Mau ajak yang lain ?" tanya Wiwid.


"Gak usah. Nanti aja kalo memang beneran liburan, kita ajak Ibu juga Mama dan Papa." cegah Hedi.


"Ooh.. Iya juga sih." balas Wiwid.


"Naik mobil kan Mas ?" tanya Wiwid.


"Iya dong. Biar kamu dan anak - anak nyaman. Tali jangan bawa barang terlalu banyak, seperlunya aja." Hedi mengingatkan.


"Siap komandan. Aku mau beres - beres ah." Wiwid hendak bangkit tapi tangan ditarik oleh Hedi.


"Besok aja. Sekarang temani aku mandi dulu." Bisik Hedi.


"Iih.. Mas. Apaan sih, ada anak - anak tuh." protes Wiwid.


"Kan mereka gak dengar. Yuk." Hedi langsung menarik Wiwid bersamanya.


"Kakak, Adek, Bunda ke kamar dulu ya." pamit Wiwid.


"Ikut Bunda.. " rengek Ifa.

__ADS_1


"Bentar sayang. Bunda mau siapin air mandi buat Ayah." Wiwid beralasan.


"Adek disini aja main sama Kakak." Chika ikut membujuk adiknya.


"Iya. Bentar kok. Nanti Bunda bikinin kentang goreng." bujuk Wiwid.


"Oke." Akhirnya si kecil Ifa menurut.


Wiwid langsung menyusul Hedi yang sudah ke kamar lebih dulu.


"Mas.. Udah di kamar mandi ya ?" panggil Wiwid saat tak melihat sang suami.


"Iya sayang. Sini." kata Hedi dari dalam kamar mandi.


Wiwid mendekat ke kamar mandi. Dia langusng masuk dan melakukan aktivitas 'panas' berdua di dalam kamar mandi.


"Sayang, Ini kentang gorengnya. Bunda juga bikinin Milkshake. Yuk makan dulu." Wiwid membawakan sepiring besar kentang goreng untuk kedua anaknya.


Kedua anaknya langsung menyimpan mainannya dna menyerbu kentang goreng dan milkshake yang dibawakan sang bunda.


Akhir pekan tiba, Wiwid dan Hedi sedang bersiap untuk berangkat. Kedua anaknya masih berpakaian.


"Udah siap anak Ayah ?" Hedi masuk ke dalam kamar anak - anak.


"Sudah dong Yah." Wiwid yang menjawab.


"Ayah tunggu di depan ya. Barangnya ini aja Bun ?" tanya Hedi.


"Oke. Kakak udah siap ? Yuk, keluar sama Ayah." Hedi mengajak Chika. Chika menghamliri sang Ayah dengan riang.


"Sekalian pake sepatunya ya Kak." Wiwid berteriak mengingatkan.


Wiwid melanjutkan mendandani Ifa. Lalu mereka keluar dari kamar.


"Bun, Ada yang lupa gak ?" Hedi menahan tawanya.


"Gak ada Yah. Kan udah semua." jawab Wiwid sambil matanya berkeliling ruangan.


"Yakin ? Coba ngaca dulu deh." kata Hedi.


Wiwid berjalan dengan santai ke arah kaca di ruang tamu.


"Atagfirullah. Bunda belum pake jilbab." Wiwid berlari ke kamar.


"Hahahha.. " Hwdi dan Chika tertawa seketika. Sedangkan si kecil Ifa juga ikutan tertawa meski gak tau apa yang ditertawakan.


"Senang ya kalian nertawain Bunda." Wiwid sudah keluar dengan jilbabnya yang rapi.


"Abis Bunda lucu. Masa lupa gak pake jilbab." jawab Chika sambil tertawa.


"Nakal ya. Berani ketawain Bunda." Bunda menggelitiki Chika.

__ADS_1


"Ampun.. Ampun Bunda." Chika menyerah kegelian.


"Udah Bun. Nanti telat loh." Hedi mengingatkan.


"Ayah juga belum dihukum nih. Bernai ketawain Bunda." Wiwid berhenti menggelitiki Chika dan ganti mencubit pinggang suaminya.


"Ampun Bun. Nanti aja dihukumnya." kata Hedi.


"Iya deh. Yuk, kita berangkat." ajak Wiwid.


"Yuk.. Ayo sayang." Hedi langsung menggendong si kecil Ifa.


Sepanjang perjalanan, Chika dan Ifa bernyanyi tanpa henti. Sesekali Wiwid dan Hedi pun ikut bernyanyi hingga perjalanan selama 3 jam tak terasa lama.


Sampai di Villa, Hedi langsung check in dan membawa keluarganya menuju ke kamar.


"Istirahat dulu aja. Nanti sore kita jalan - jalan di taman." kata Hedi.


"Oke. Sekarang Ayah mau kemana ?" tanya Wiwid.


"Ayah mau ke tempat seminar dulu. Persiapan untuk besok." jawab Hedi.


Wiwid pun mengajak kedua anaknya untuk istirahat.


Sore harinya, Hedi menepati janji mengajak anak dan istrinya jalan - jalan di taman.


Chika dan Ifa berlarian di taman, sedangkan Hedi dan Ifa duduk memperhatikan di sebuah bangku.


"Seneng ya lihat anak - anak aktif dan akur seperti itu." gumam Hedi.


"Iya Mas. Aku bahagia. Bahagia memiliki kalian." balas Wiwid.


"Jangan pernah tinggalin aku ya." Hedi mencium lembut puncak kepala Wiwid.


Wiwid membalasnya dengan pelukan.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Semuanya sudah tamat ya !!


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2