
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
"Ca, kamu sudah siap kan nikah sama anak Papi yang nakal ini ?" tanya Erwin.
Caca hanya terdiam sambil menatap Calon mertuanya bergantian. Pikiran Caca melayang mengingat kejadian 4 tahun lalu yang memisahkan dirinya dengan Jojo. Suasana hening sejenak hingga Jojo menyentuh tangan Caca pelan. Membuat Caca kembali ke dunia nyata.
"Insha Allah Pi. Kalo memang kami berjodoh kenapa tidak." jawab Caca sambil menatap calon Papi mertuanya.
"Alhamdulilah. Papi dan Mami akan segera menemui orangtua kamu." balas Erwin.
"Iya Pi. Nanti Caca bicara dulu sama Papa Mama." Kata Caca.
"Mi , Pi, Udah mulai mendung nih. Aku antar Caca pulang dulu." kata Jojo.
"Kamu gak mau nginep disini ? Biar Mami ada teman. Maklum kakak dan adik Jojo tinggal di Jepang." kata Sherly.
"Maaf Mi. Caca harus pulang dulu. Soalnya Caca juga mau cari rumah." tolak Caca halus.
"Kok pindah ? Kan kamu sudah punya rumah sendiri ?" tanya Sherly.
"Ehmm.. Itu.." Caca bingung mau menjelaskannya. Sherly dan Erwin memeang belum mengetahui kalo rumah yang Caca tinggali sekarang adalah pemberian almarhum mantan calon suaminya.
"Nanti Jojo cerita sama Mama. Sekarang Jojo mau nemani Caca cari rumah." potong Jojo.
"Iya deh. Sering - sering main kesini ya." Sherly mencium pipi kiri dan kanan Caca, Tak lupa memeluknya juga.
"Iya Mi." Caca membalas pelukan Sherly.
"Assalamualaikum." pamit Caca.
"Waalaikumsalam." balas Erwin dan Sherly.
Caca melamun dalam perjalanan di dalam mobil. Caca terus melamun memikirkan soal orangtua Jojo yang akan segera menemui Mama Papa untuk melamarnya. Caca bahkan tak menyadari jika mobil Jojo mengarah ke rumah Caca.
"Loh Jo.. Kok pulang sih ? Kan aku mau cari rumah." protes Caca.
"Hhmm.. Gak usah cari rumah." kata Jojo.
"Lah terus aku mau tinggal dimana ? Aku gak mau tinggal di rumah itu terus." lanjut Caca.
"Nanti aku jelasin di rumah. Sekalian pas ada Eci juga." Jojo terlihat tenang.
Caca hanya diam sampai mobil yang mereka tumpangi tiba di depan rumah.
"Udah sampai. Kamu ajak Eci keluar ya. Kita ngobrol di kafe aja." kata Jojo. Caca hanya mengangguk. Hingga saat ini Jojo masih enggan masuk ke rumahnya. Itu pula yang membuat Caca ingin segera pindah dari rumah itu.
Tak lama Caca keluar bersama Eci.
"Kenapa gak ngobrol di rumah aja sih Jo ?" tanya Eci.
"Mana mau Jojo masuk ke dalam rumah." Caca yang menjawab dengan sinis.
"Ya rumah itu adalah kenangan Caca dengan lelaki lain. Aku gak mau terlibat di dalamnya." Jojo menyampaikan alasannya.
Caca dan Eci memilih diam tak menanggapi ucapan Jojo.
__ADS_1
"Kita pesen minum dulu aja ya. Biar ngobrolnya lebih enak." kata Jojo.
"Kamu pesenin aja minumannya. Aku seperti biasa aja." kata Caca.
"Ya udah biar aku pesen. Kamu mau apa Ci ?" tanya Jojo.
"Gue pesen Milkshake Vanilla aja. Sama makanan ringan nya sekalian ya Jo." jawab Eci.
Jojo beranjak menuju kasir untuk memesan minuman dan makanan.
"Mau ngomongin apa sih Jojo ?" tanya Eci.
"Mana kutau. Tadi aku mau cari rumah tapi malah diantar pulang sama dia, diajak kesini." jawab Caca.
"Apa Jojo gak bolehin kita tinggal bareng ya ?" Eci menduga - duga.
"Entahlah. Kita dengerin aja nanti." balas Caca.
Tak lama Jojo kembali ke meja.
"Mau ngomong apa Jo ?" tanya Eci setelah 5 menit hening.
"Jadi gini.. Ini soal rumah buat tinggal kalian." kata Jojo.
"Loe gak setuju gue tinggal sama Caca ?" Eci langsung bertanya.
"Bukan. Dengerin dulu. Jangan ambil kesimpulam sendiri." protes Jojo.
"Aku punya saran... " Jojo hendak menjelaskan tapi terpotong oleh pelayan yang mengantarkan minuman dan makanan pesanan mereka.
"Permisi Pak, Bu. Ini pesanannya. Silahkan." Pelayan meletakkan minuman dan makanan di meja.
"Makasih Mas." balas Jojo.
Setelah meneguk minumannya, Jojo menjelaskan maksudnya. Caca dan Eci mendengarkan sambil menyomot kentang goreng.
"Ooh.. Jadi gitu maksud kamu." kata Caca.
"Iya. Kalian boleh tinggal disana untuk sementara waktu." kata Jojo.
"Terus kalo kalian nikah duluan, gue harus keluar dong ?" tanya Eci.
"Kamu boleh disana sampai kamu menikah dengan Alex." jawab Jojo.
"Cakep. Baik banget sih loe Jo." puji Eci.
"Lagian kan belum tau siapa yang duluan nikah Ci." kata Caca.
"Pasti kalian dulu lah. Gue mah masih belum tau kapan." kata Eci sedikit sedih.
"Sabar ya." Caca menepuk bahu Eci pelan.
Hari minggu itu, di kediaman Arman dan Yesa mulai sibuk mempersiapkan acara lamaran Caca dan Jojo.
Caca sudah berangkat lebih dulu 2 hari sebelumnya.
Meski hanya dihadiri oleh keluarga inti dan besan, tapi Yesa menyiapkan yang terbaik untuk menyambut calon besannya itu.
"Ca, rombongan Jojo sudah datang." panggil Wiwid.
"Iya Kak." balas Caca sambil menatap cermin untuk mengecek sekali lagi tampilannya.
__ADS_1
2 mobil masuk ke halaman rumah Arman.
Dari mobil pertama keluar Jojo beserta kedua orangtuanya dan seorang perempuan muda. Dari mobil kedua keluar Kakak perempuan Jojo beserta suami dan anaknya juga Shinta dan suaminya.
"Assalamualaikum." Erwin memberi salam di depan pintu.
"Waalaikumsalam. Selamat datang Pak, Bu, Nak Jojo. Silahkan masuk." sambut Arman.
Semua rombongan masuk ke dalam rumah.
"Perkenalkan, Saya Erwin Bayu Pradana, Ini istri saya Sherly Dwita Sakazaki. Disana ada anak pertama kami, Renita Maulida dan suaminya Akbar Hartadi serta anak mereka Barra Putra Hartadi. Lalu di sebelahnya ada salah satu adik kembar Jovian, namanya Ilsya Twiny Ramadhani dan suaminya Aldi. Untuk anak kembar saya yang satu lagi tidak bisa hadir karena tinggal di Jepang bersama istri dan anaknya." Erwin memperkenalkan anggota keluarga yang ikut. Arman dan Yesa juga semua yang ada hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Lalu yang paling ujung, ada adik ipar saya Shinta dan suaminya Dicky. Dan yang terakhir, ini yang punya lakon, Jovian Hanggara, anak kedua kami." Erwin kembali melanjutkan perkenalan keluarganya.
"Alhamdulilah akhirnya kami bisa mengenal semua yang datang." Balas Arman.
"Kami sangat senang menyambut kedatangan kalian semua. Sekarang giliran saya memperkenalkan satu persatu keluarga saya.
Pertama, saya sendiri, Arman Setyawan dan ini istri saya Yesa Rachmawati. Di sebelah sana ada Anak tertua kami, Widya Anindya dan suaminya Hedi Mandala bersama anak mereka Chika dan Ifa. Lalu di belakangnya ada anaknkedua kami, Amira Berliana dan suaminya Fahmi Kurniawan beserta kedua anak mereka, Dara dan Flo. Di bagian belakang ada Ibu Marini, Besan pertama saya beserta anak dan menantunya, Herfan dan Fitri. Lalu di sebelahnya ada besan kedua saya, Pak Hari Budianto dan Ibu Hernanik. Insha Allah akan nambah besan lagi yang di hadapan saya." Canda Arman. Semuanya ikut tertawa dan tersenyum.
"Dan yang paling dinanti hari ini yaitu Raisa Calista, anak bungsu kami yang masih kami simpan di dalam kamarnya." lanjut Arman.
"Alhamdulilah, akhirnya akmi juga mengenal keluarga besar calon besan." balas Erwin.
"Langsung saja, Saya datang kemari mau mengantar anak saya, Jovian Hanggara untuk melamar putri Bapak dan Ibu, Raisa Calista." Erwin menyampaikan tujuan kedatangannya.
"Alhamdulilah. Kami menyambut keluarga Bapak dengan niat baik itu. Tapi untuk keputusannya, lebih baik anak saya langsung yang menjawabnya." kata Arman.
Rara dan Wiwid lalu masuk kedalam untuk memanggil adik bungsu mereka.
Caca keluar dengan dandanan sederhana tapi tetap cantik dan duduk diantara Arman dan Yesa.
"Nak, Tadi Pak Erwin, calon Ayah mertua kamu bertanya, apa kamu bersedia untuk menikah dengan nak Jovian ?" Arman bertanya pada Caca.
"Pak, biar Jojo sendiri yang menyampaikan maksudnya." potong Erwin.
Jojo menarik nafas panjang sambil menatap pada Papi Erwin yang sudah mengerjainya.
Jojo lalu maju mendekat pada Caca. Dia berjongkok sambil membawa bunga.
"Caca.. Raisa Calista.. Maukah kamu menikah denganku ?" tanya Jojo sambil berjongkok di hadapan Caca. Caca sempat terdiam dan tertunduk malu.
"Iya. Aku mau." Caca mengambil buket bunga dari tangan Jojo.
"Alhamdulilah." ucap semua yang hadir disana.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
__ADS_1
Bersambung