Tiga Dara

Tiga Dara
#44 Perdebatan (1)


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...****************...


Caca sudah bersiap untuk berangkat ke kampusnya.


"Ca, sarapan dulu aja." kata Paman Surya saat melihat Caca keluar dari kamar.


"Nanti aja Caca sarapan di kampus. Takut telat." jawab Caca.


"Anak jaman sekarang selalu aja beralasan. Tinggal makan doang kok ya gak mau." sindir Tante Dian.


"Bukan Caca gak mau tapi takut macet di jalannya tante. Ini kan hari senin." Caca memberikan alasannya.


"Udah tau hari senin kenapa gak bangun lebih pagi. Ada aja alasannya. Nanti disangkanya gak dikasih makan." Dian melirik tajam pada Caca.


"Maaf Tante. Caca bukan tukang ngadu. Gak bakal ngomong sama siapa - siapa kok." Caca sedikit tersinggung dengan ucapan Dian.


"Selalu aja jawab. Gak sopan." balas Dian.


"Udah.. Udah.. Kamu cepetan berangkat, nanti terlambat." Surya coba menengahi.


"Om, Tante.. Caca berangkat dulu." Caca mencium punggung tangan keduanya.


Terdengar samar - samar suara gumaman dari sang Tante. Caca tak mau ambil pusing akan hal itu dan berjalan menuju jalan raya.


Tak butuh waktu lama, Caca sudah menaiki bus kota yang akan membawanya ke pusat kota. Dari sana, Caca masih harus naik angkutan kota lagi untuk sampai ke kampusnya. Perjalanan dari rumah paman ke kampusnya memakan waktu sekitar 1 jam. Mungkin ada yang heran kenapa Caca gak naik ojek online aja ? Jawabannya karena Caca harus berhemat dengan uang jajannya. Kalo naik bus kota dan angkot dia bisa berhemat hampir sepertiga ongkos dibanding naik ojek online.


"Ca, buruan.. Udah jam 8 nih." teriak Aulia yang melihat Caca turun dari angkot.


"Iya. Tunggu Li." Caca berlari menghampiri sahabatnya itu. Caca dan Aulia masuk ke kelas 5 menit sebelum dosen masuk. Karena jam pertama ini dosen yang nengajar termasuk killer dan tegas sehingga mahasiswa yang datang sesudah beliau masuk kelas otomatis dianggap tidak masuk.


"Fiuh.. Untung gak telat." ucap Aulia sambil mengatur nafasnya.


"Kalian tumben telat ?" tanya Pipit sambil berbisik.


"Iya nih. Macet banget." jawab Caca singkat.

__ADS_1


"Ehem.. Kita mulai belajar ya. Tolong fokus dan tidak berisik." dosen mengingatkan.


Caca dan Aulia pun langsung fokus memperhatikan dosen.


Satu setengah jam kuliah berlangsung. Setelah itu dilanjutkan dengan mata kuliah lainnya hingga akhirnya tiba jam istirahat.


Caca dan kedua sahabatnya menuju kantin.


"Gue langsing pesen ya. Kalian mau makan juga ?" tanya Caca.


"Gue minum aja Ca. Masih kenyang." jawab Pipit.


"Gue beli gorengan aja deh." Aulia beeanjak menuju penjual gorengan.


"Laper banget nih kayaknya." sindir Piput pada Caca yang makan dengan lahap.


"Iya nih. Tadi gak sempet sarapan." Caca menjawab dengan mulut penuh.


"Emang Tante loe gak masak ?" tanya Aulia.


"Masak. Cuma gue males sarapan di rumah. Pasti sambil dengerin siraman rohani. Gedeg gue." gerutu Caca.


"Hhmm.. Ntar deh gue pikirin. Gak segampang itu lepas dari mereka." kata Caca.


"Kalo loe mau cari kost deket kampus, gue ikut. Kost gue juga masih agak jauh nih." kata Aulia.


"Beneran ya loe pindah kost juga ?" Caca menatap pada Aulia.


"Iya Beneran." jawab Aulia.


"Asik deh kalo kalian kost bareng. Nanti gue juga bisa sering - sering main." Pipit terlihat antusias.


"Kok gue curiga sama elo ya Pit ?" Aulia menatap Pipit lekat.


"Apaan sih Li. Biasa aja keles." Pipit memukul lengan Aulia.


"Ada U dibalik Batu nih." Aulia berakting sedang berpikir keras.


"Apaan ? Gak ada." protes Pipit.


"Udah.. Udah.. Biarin aja dia mau ngapain. Yang penting gak ngerugiin kita." lerai Caca.

__ADS_1


Caca sampai di rumah cukup sore.


"Assalamualaikum." Caca memberi salam.


"Waalaikumsalam." jawab Dian.


Caca langsung berjalan menuju kamarnya.


"Udah mulai berani pulang sore ya ? Ngapain aja sih kamu di kampus ?" cecar Dian.


"Ya kuliah Tan. Emang mau ngapain ?" Cava balik bertanya.


"Harusnya kuliah tuh cuma sampe jam 12. Jam 1 atau minimal setengah 2 sudah sampai rumah. Pasti ini keluyuran dulu." tuduh Dian.


"Tante gak pernah kuliah ya ? Caca makan siang dulu, ngerjain tugas dulu. Di jalan juga macet Tan." Caca memberikan alasan.


"Emang iya kayak gitu ? Tante gak percaya. Kan kamu bisa makan di rumah, Tante udah masak loh." Dian menyilangkan tangannya di depan dada.


"Terserah Tante aja. Asal Tante tau, jarak dari kampus ke rumah itu satu jam bahkan bisa lebih. Kalo Caca maksain makan di rumah, bisa pingsan di jalan Caca." balas Caca.


"Emang iya ? Nanti Tante aduin ke Mama kamu, kalo kamu suka keluyuran dulu pupang kuliah." kata Dian.


"Silahkan aja. Caca gak peduli. Toh Caca disini juga gak gratis, papa juga bayar ke Tante kan ?" Caca langsung masuk ke dalam kamar meninggalkan Dian yang masih emosi.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Semuanya sudah tamat ya !!


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2