
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Fahmi sedang duduk sendiri di ruang tunggu. Baru saja Hedi masuk ke dalam ruang obeservasi untuk menyuapi Arman.
"Assalamualaikum Mas." sapa seseorang.
"Waalaikumsalam." Fahmi membuka matanya.
"Sendirian Mas ?" tanya lelaki itu.
"Jojo.. Kok kamu bisa disini ?" Fahmi balik bertanya.
"Bisa dong Mas. Apapun mungkin demi mengejar cinta." jawab Jojo samnil terkekeh.
"Cie.. Pejuang cinta." ledek Fahmi.
"Gimana kondisi Papa ?" tanya Jojo.
"Alhamdulilah semakin membaik. Mas Hedi juga lagi di dalam." jawab Fahmi.
"Terus cewek - cewek pada kemana ?" tanya Jojo lagi.
"Ceileh Jo. Bilang aja nanyain Caca. Modus banget sih ? Mereka pulang dulu. Besok pagi gantian jagain Papa." Fahmi tersenyum meledek calon adik iparnya.
"Biarin aja sih Mas. Namanya juga usaha." balas Jojo.
Tak lama Hedi keluar dari ruang observasi.
"Hai Jo. Apa kabar kamu ?" Hedi menyapa dan menyalami Jojo.
"Alhamdulilah baik Mas. Cuma hatinya aja yang belum baik." jawab Jojo sambil bercanda.
"Maju terus pantang mundur." Hedi memberi semangat.
"Cari makan di depan yuk Jo. Mas, kita tinggal dulu ya." kata Fahmi.
"Enak aja kamu. Masa Mas ditinggakin sendirian. Ikut lah." protes Hedi.
"Lah yang jaga disini siapa ?" tanya Fahmi.
"Bentar aja. Nanti Mas titipin ke suster. Lagian Papa udah tidur." jawab Hedi santai.
"Oke deh. Kita jalan bareng. Itung - itung mengakrabkan diri sesama ipar." balas Fahmi.
"Kita Ipar, yang itu masih calon." Sindir Hedi.
"Mas Hedi ini bisa aja." balas Jojo sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Setelah Hedi menitipkan sang Ayah ke suster jaga, mereka bertiga berjalan menuju samping luar rumah sakit yang berjejer banyak warung tenda.
"Kita makan pecel lele aja ya." ajak Hedi.
"Akur. Setuju." balas Fahmi.
"Ayo Mas. Biar saya yang traktir." kata Jojo.
Keduanya hanya mengangguk saja dan mulai memesan di warung tenda itu.
Ketiganya menikmati makanan sambil mengobrol ringan.
__ADS_1
Pagi harinya Wiwid datang lebih dulu bersama Yesa.
"Mas, bangun. Cuci muka dulu. Kita gantian." Wiwid mengguncang pelan bahu suaminya.
"Eh.. Iya Dek." Hedi langsung bangun dan beranjak ke kamar mandi umum yang terletak di sudut ruangan.
"Fahmi.. Bangun." giliran Yesa mengguncang bahu menantunya.
"Eh.. Tante.. Saya Jojo Tan." Ternyata yang dibangunkan oleh Yesa adalah Jojo.
"Nak Jojo.. Kok bisa disini ? Fahmi mana ?" tanya Yesa.
"Itu Mas Fahmi di sebelah sana. Saya disini dari semalam Tan." jawab Jojo.
"Ooh.. Ya sudah cuci muka dulu. Ini Tante bawain Kopi." kata Yesa.
Setelah itu Yesa juga membangunkan Fahmi.
"Ma, kok bisa ada Jojo ?" bisik Wiwid.
"Mama juga gak tau. Apa dia janjian sama Caca ?" Yesa balik bertanya.
"Kayaknya enggak deh Ma. Soalnya Caca masih belum ramah sama Jojo." jawab Wiwid.
"Kata siapa ?" tanya Yesa.
"Kata Rara, dia tau dari Fahmi." jawab Wiwid.
"Ooh.. Ya udah sih biarin aja." Yesa menjawip paha anak sulungnya saat Jojo keluar dari kamar mandi.
"Nih.. Kalian ngopi dulu. Mama juga bawa nasi goreng tapi ya gak banyak. Mama gak tau kalo ada Jojo." Yesa mengeluarkan bekal yang dibawanya dari rumah.
"Anak ini emang tiba - tiba datang. Mau jadi pejuang cinta." ledek Fahmi.
"Mas Fahmi bisa aja. Kan malu sama Mama mertua." protes Jojo.
"Eh.. Maaf keceplosan tante." kata Jojo dengan cepat.
"Tante doain yang terbaik buat kamu dan Caca. Kalo memang berjodoh ya dilancarkan jalannya." Yesa menepuk pelan bahu Jojo.
"Aamiin." Semua yang ada di ruangan itu mengaminkan.
Siang hari, Arman sudah dipindahkan ke ruang rawat.
"Om, cepet sehat ya." kata Jojo sambil mencium tangan Arman.
"Sejak kapan kamu disini Jo ?" tanya Arman dengan suara datar.
"Sejak semalam Om." jawab Jojo singkat.
"Pa, Makan dulu ya. Abis itu minum obat." kata Yesa sambil membawa mangkok bubur.
Jojo segera mundur dan memberikan ruang untuk Yesa.
Jojo memilih keluar dari ruang rawat dan duduk di sofa depan ruang rawat.
Jojo sibuk membuka ponsel dan membaca email yang masuk. Dan mulai menandainya yang berisi kerjaan.
"Ngapain kamu disini ?" tiba - tiba seseorang berteriak membuyarkan konsentrasi Jojo.
"Hai Ca.. Akhirnya kita ketemu lagi." Jojo segera menyimpan ponselnya.
"Jo, aku serius nanya. Ngapain kamu disini ?" Caca masih sedikit emosi.
"Aku mau jenguk Om Arman. Emang gak boleh ?" Jojo menarik Caca untuk duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Ngapain kamu jenguk Papa ? Jangan macam - macam kamu ya Jo." ancam Caca.
"Aku cuma mau satu macam aja kok Ca. Aku mau jenguk calon mertua aku." Jawab Jojo dengan santai.
"Gak lucu tau." Caca melipat kedua tangannya di depan dada.
"Aku gak becanda Ca. Kamu tuh susah didekatin. Apa salahnya aku mendekat sama orang tua kamu." Jojo menatap lekat pada Caca.
"Tapi gak gini juga caranya. Kamu curang, ambil jalur pintas." keluh Caca.
"Niat baik harus disegerakan. Lagian mau sampai kapan kamu aku kasih waktu. Mau nunggu kita jadi kakek nenek ?" tanya Jojo.
"Maybe.. Yang jelas aku gak suka sama cara kamu." kata Caca ketus lalu meninggalkan Jojo sendirian.
Caca masuk ke ruang rawat sang Papa diikuti oleh Jojo.
"Papa... Udah sehat ?" Caca langsung memeluk sang Papa.
"Alhamdulilah. Papa sudah membaik. Apalagi kalian lengkap disini dampingi Papa." Arman mengusap lembut rambut putri bungsunya.
"Ca, Udah ya, kasihan Papa baru makan. Nanti muntah lagi." Yesa mengingatkan sang anak.
"Maaf ya Pa." Caca langsung menjauhkan tubuhnya dari sang Papa.
"Gak malu apa dilihatin sama calon suami." sindir Rara.
"Apaan sih Kak. Siapa juga calon suami." elak Caca dengan muka memerah.
"Sok sok an gak tau lagi. Hargai dong dia yang udah nungguin papa disini semalaman." Fahmi menambahkan.
"Gak ada yang nyuruh juga. Dia tuh Tamu tak diundang." Ucap Caca ketus.
Jojo hanya tersenyum mendengar ucapan Caca. Dia yakin hati Caca sudah mulai melunak.
"Om, Tante, Saya mau pamit dulu. Besok saya kesini lagi." Jojo mendekat pada Arman.
"Panggil Papa dan Mama aja. Biar sama kayak Hedi dan Fahmi." kata Arman.
"Iya Nak Jojo. Biar lebih akrab." Yesa ikut menambahkan sambil melirik Caca yang hanya melotot. Jojo hanya mengangguk tanpa menoleh pada Caca. Dia sangat paham, Pasti saat ini Caca sedang melotot padanya.
"Yes.. Usaha ku berhasil." gumam Jojo dalam hati.
"Kamu nginep dimana Jo ?" tanya Arman.
"Saya nginep di hotel. Kebetulan juga ada pekerjaan disini." jawab Jojo sopan.
"Oh iya. Makasih ya udah nengokin Papa. Hati - hati di jalannya." kata Arman sambil tersenyum.
"Cie.. Udah dapat lampu merah dari camer nih." ledek Fahmi.
"Alhamdulilah Mas. Doain biar jalannya makin lancar." kata Jojo sebelum keluar dari ruang rawat Arman.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ
Bersambung