Tiga Dara

Tiga Dara
#67 Back to Reality


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...****************...


Setelah 2 hari menginap di kota F, Pagi itu


Caca kembali ke kota D naik mobil travel.


Mobil travel langsung mengantarkan Caca sampai di kosannya.


"Hati - hari di jalan ya dek. Jangan lupa kabarin kalo udah sampai." kata Rara.


"Iya Kak. Kakak juga jaga kesehatan ya. Jangan pacaran mulu." kata Caca sambil melirik pada Fahmi.


"Yee.. Kamu tuh bisa aja. Awas ya kalo kamu nanti punya pacar." Rara menggusak rambut Caca.


"Hati - hati ya Ca. Jangan cinlok sama sopir travelnya." ledek Fahmi.


"Sa Ae Kak. Bye." Caca masuk ke mobil travel sambil melambaikan tangannya.


Caca kebetulan duduk di kursi depan samping sang sopir.


"Saya udah nikah Non. Jadi kita gak mungkin cinlok." canda sang sopir. Caca menatap pada sang sopir yang sudah terlihat berumur. Mungkin sedikit lebih muda dari papanya. Apalagi tampilannya yang cukup jadul dengan kumis lebatnya.


"Ya iyalah Pak. Saya juga tau bapak pasti udah punya istri." balas Caca ketus.


"Biasa aja kali Non. Judes amat." balas sang sopir.


"Tau ah Pak. Saya mau tidur aja." Caca memasang earphone lalu memejamkan matanya.


"Non... Udah sampai." Sopir travel itu mengguncang lengan Caca pelan. Rupanya Caca tertidur dengan pulas.


"Oh iya Pak. Maaf saya tidur." kata Caca sambil mengelap kedua matanya. Takut ada 'pelangi' yang tertinggal di sudut matanya.


Caca turun dari mobil sambil menunggu tas dan koper yang sedang diturunkan sang sopir dari bagasi.


"Ini aja Non barangnya ?" tanya sang sopir.


"Iya Pak. Makasih ya." Caca menyelipkan sedikit uang saat menyalami sang sopir.


"Aduh Non. Gak usah repot - repot." kata sang sopir malu - malu.


"Buat ngopi Pak." kata Caca sambil tersenyum.


"Makasih. Bapak minta maaf ya Non." kata Sang sopir.


"Maaf kenapa Pak ?" tanya Caca.


"Ternyata Non gak sejudes yang saya pikirkan. Hehehe." Sang sopir terkekeh.


"Ah.. Bisa aja bapak nih. Saya cuma gak suka ngobrol di kendaraan umum." kata Caca.


"Iya Non. Saya pamit." kata sang sopir yang dibalas anggukan oleh Caca.


Setelah mobil menjauh, Caca menarik kopernya masuk ke kosan.


"Baru pulang Ca ?" sambut Ibu kos yang kebetulan sedang berkebun.

__ADS_1


"Iya Bu. Mampir ke kakak saya di kota F." jawab Caca.


"Ooh.. Iya. Istirahat aja dulu. Pasti capek." kata Ibu kos.


"Iya Bu. Saya permisi masuk. Mau istirahat dulu." kata Caca dengan sopan.


Belum juga sampai di kamar, Bia sudah menyapa.


"Ca, kok baru pulang ? Kan besok udah masuk kuliah lagi ?" tanya Nia.


"Iya Ni. Abis dari kota F dulu." jawab Caca.


"Pacaran sama cowok kota F ?" tanya Nia lagi.


"Bukan. Kakak gue kan kuliah di kota F." jawab Caca.


"Oh iya. Gue lupa." balas Nia.


"Udah dulu ya Ni. Gue capek, mau istirahat." kata Caca.


"Iya." Balas Nia singkat.


Caca langsung masuk ke kamarnya. Dia menyimpan tas dan koper di ruang depan lalu langsung merebahkan tubuhnya di kasur.


"Ah.. My lovely Room." gumam Caca sambil memandang langit - langit kamarnya. Tak butuh waktu lama, Caca langsung masuk ke alam mimpi.


*tok..tok..tok..*


Caca terbangun oleh suara ketukan di pintu kamar kos nya. Diliriknya jam diatas meja belajar ternyata sudah jam 2 siang. Berarti dia sudah tidur selama 3 jam.


"Ca.. Kamu tidur ?" panggil sebualh suara.


"Baru bangun Neng ?" sapa Mita.


"Iya nih Mit. Ganggu aja deh." Caca menjawab dengan malas.


"Oh.. Ya udah gak jadi aku kasih oleh - oleh deh." Mita bersiap untuk balik badan.


"Eh.. Becanda kali Mit. Yuk masuk." Caca menarik tangan Mita untuk masuk ke kamarnya.


"Gue juga mau kasih kamu oleh - oleh. Tapi gue mau cuci muka dulu." kata Caca. Caca masuk ke kamar mandi untuk cuci muka lebih dulu.


Saat keluar dari kamar mandi, ternyata Nia juga sudah bergabung dengan Mita. Nia tampak membawa oleh - oleh juga untuk Caca.


"Ada Nia juga nih. Bentar ya." Caca membuka tas berisi oleh - oleh.


"Ini oleh - oleh buat kamu Ca. Tadi kamu langsung tidur soalnya, pas tadi aku panggil gak nyahut." kata Nia.


"Makasih.. Nih.. Satu buat Mita, satu buat Nia." Caca memberikan bungkusan untuk kedua temannya itu. Kebiasaan sebagai anak kost memang bertukar oleh - oleh selepas mudik liburan.


"Makasih Ca." balas Nia dan Mita kompak.


Mereka pun mengobrol seru seputar liburan di kota asal masing - masing.


...****************...


Sudah seminggu Caca memulai lagi perkuliahannya. Hari ini mereka melakukan kunjungan ke sebuah perusahaan asing tepatnya perusahaan jepang, sesuai dengan jurusan yang Caca ambil.


"Ca, kamu berangkatnya sama aku ya." kata Deri yang tiba - tiba sudah berdiri di samping Caca.


"Cie... Ada yang mulai aku kamu nih !" ledek Pipit.

__ADS_1


"Berisik loe." sentak Deri.


"Kan berangkatnya naik bus dari kampus." kata Caca.


"Ya kamu duduknya sama aku aja ya." Deri memaksa.


"Gak mau ah. Aku duduk sama Pipit." tolak Caca.


"Kalo gak mau duduk sama aku, berarti pulang dari kampusnya harus mau aku anter." Deri masih tetap berusaha. Caca hanya diam menahan kesal dengan sikap memaksa Deri.


"Udah turuti aja Ca. Biar dia gak penasaran ngajak - ngajak kamu terus." bisik Uki.


"Kenapa loe bisikin Caca segala ? Mau mempengaruhi dia ya ?" Deri menatap tajam pada Uki.


"Ya elah bro. Malah gue ngasih saran biar dia mau loe anter pulang." Uki menjelaskan.


"Emang iya ? Gak bohong loe ?" Deri tak percaya dengan penjelasan Uki.


"Kalo loe gak percaya, gue bakal suruh Caca nolak permintaan loe." Uki yang kesal malah mengancam Deri.


"Eh.. Gak. Jangan marah gitu dong. Ca, mau ya ?" pinta Deri. Caca menatap pada Uki, Lia dan Pipit. Ketiganya kompak mengangguk.


"Iya deh." jawab Caca dengan terpaksa.


"Sip. Gitu dong cantik." Deri menjawil dagu Caca.


"Hei.. Fak usah colak - colek gitu juga ya." Protes Caca.


"Maaf. Abisnya aku seneng kamu mau aku anter pulang." kata Deri lalu meninggalkan keempat orang sahabat itu.


"Kalian yakin ini gak apa aku nerima ajakan dia ?" tanya Caca setelah Deri menghilang dari pandangan.


"Ya biar dia gak ngejar - ngejar terus kayak tadi. Nantinya ya terserah loe mau ngapain." jawab Uki.


"Maksudnya apa ?" Caca gak paham dengan ucapan terakhir Uki.


"Maksud ayang gue, terserah loe mau lanjut atau berhenti setelah ini. Iya kan Yang ?" Lia yang menjelaskan.


"Betul sekali." Uki mengelus pucuk kepala Lia.


"Setuju. Biar dia gak penasaran terus." Pipit ikut memberi masukan.


"Oke." jawab Caca singkat.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Semuanya sudah tamat ya !!


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2