Tiga Dara

Tiga Dara
#70 Berita Bahagia


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...****************...


"Alhamdulilah.. Usia kandungan Bu Widya sudah 6 Minggu." kata Dokter kandungan.


"Alhamdulilah. Makasih ya dok. Tolong dokter pantau terus kehamilan istri saya." Kata Hedi.


"Siap Dok. Silahkan hubungi saya kapanpun jika ada pertanyaan atau keluhan." kata dokter Nina, yang juga rekan kerja Hedi.


"Kita harus kabari Mama, Papa dan Ibu." kata Wiwid.


"Iya nanti kita datangi mereka." kata Hedi.


"Sekarang Sayang mau makan apa ?" tanya Hedi sambil mengelus perut Wiwid.


"Hhmm.. Lihat nanti aja deh Mas. Sekarang belum kepikiran." jawab Wiwid.


"Masih jam 9. Kita lihat dalam perjalanan ke sekolah Chika ya. Kalo ada yang kamu mau, bilang aja." kata Hedi.


"Iya Mas." jawab Wiwid singkat.


Keduanya masuk mobil dan bersiap menuju sekolah Chika untuk menjemputnya.


"Wah.. Bunda sama Ayah jemput Chika lagi." Teriak Chika girang.


"Iya Sayang. Kita mau ke rumah Nenek." kata Hedi.


"Asyik. Chika udah kangen sama Kak Fanny." kata Chika penuh semangat.


"Iya sayang. Kita makan dulu yuk. Bunda mau makan apa ?" tanya Hedi.


"Enaknya apa ya ?" Wiwid berpikir.


"Makan Sop buntut aja Bunda." usul Chika.


"Wah.. Enak tuh. Chika mau sop buntut juga ?" Wiwid beebalik menghadap Chika.


"Mau Bunda. Sama Nasi hangat." jawab Chika.


"Oke. Kita makan sop buntut hari ini." Kata Hedi sambil mengusap rambut Chika dengan gemas.


"Chika... Ayah sama Bunda mau kasih kabar bahagia buat kamu." kata Hedi saat mereka selesai menikmati makan siang.


Chika hanya mengangguk sambil menatap Ayah dan Bundanya bergantian.


"Sayang, Bentar lagi kamu akan jadi kakak. Bunda saat ini sedang mengandung adik kamu." kata Hedi. Meski Chika baru berusia 9 tahun, tapi Hedi selalu melibatkan Chika dalam setiap hal di kekuarga kecilnya. Meski harus dijelaskan dengan perlahan dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak.

__ADS_1


"Yang bener Yah ? Mana adik Chika ?" Chika mencari keberadaan adik bayinya.


"Adik Chika masih di dalam perut Bunda." Wiwid menunjuk perutnya.


"Kok gak kelihatan ? Perut Bunda juga masih kecil." protes Chika.


"Iya Sayang. Adik kan masih kecil seperti biji kacang. Nanti adik akan bertumbuh di dalam perut Bunda." Wiwid menjelaskan.


"Iya. Insha allah 8 Bulan lagi kita akan bertemu dengan adik." Hedi ikut menambahkan.


"Wah.. Chika seneng banget. Chika gak sabar mau ngelihat Adik." kata Chika sambil mengusap perut rata Wiwid.


"Iya. Kakak yang sabar ya. Nanti kalo Bunda periksa, Kakak boleh ikut lihat adik." Wiwid mengusap lembut rambut Chika. Chika yanya mengangguk sambil menyender manja pada Wiwid.


Selesai makan siang, ketiganya segera meluncur ke rumah Marini.


"Assalamualaikum." Hedi dan Wiwid memberi salam.


"Waalaikumsalam. Eh.. Ada cucu neelnek yang cantik." Marini segera memeluk Chika.


"Ibu sehat ?" tanya Wiwid yang mencium punggung tangan mertuanya itu. Hedi pun melakukan hal yang sama.


"Alhamdulilah sehat. Tumben kalian mampir kemari." Kata Marini.


"Kangen aja sama Ibu." jawab Hedi.


"Kamu nih udah punya istri juga masih kolokan gitu." Narini memukul lengan anak bungsunya dengan lembut.


"Ya udah masuk dulu yuk. Kalian sudah makan ?" Marini menggandeng tangan Wiwid untuk masuk.


"Udah Bun. Tadi abis jemput Chika mampir makan dulu. Ini kami juga bungkusin buat Ibu." Wiwid memberikan bungkusan pada Marini.


"Makasih ya Sayang. Bentar biar Ibu panggil Mbak Sri buat bikin minuman dulu." Marini hendak memanggil Sri, ART di rumah itu.


"Biar Wiwid aja. Sekalian mau bikin kopi buat Mas Hedi." cegah Wiwid.


Marini hanya menatap menantunya yang masuk ke dapur sambil membawa bungkusan.


"Nek, Chika mau main sama Kak Fanny." kata Chika.


"Kak Fanny nya belum pulang sekolah Sayang. Kamu nonton kartun aja dulu ya. Biar ditemenin sama Mbak Sri." balas Marini.


"Bun, Yah, Kakak nonton kartun dulu ya." pamit Chika pada Hedi dan Wiwid.


"Iya Sayang. Gak boleh nakal ya." Balas Wiwid.


"Kakak ? Jangan bilang kalau kamu hamil Wid ?" tanya Marini.


"Alhamdulilah Bu. Wiwid memang sedang hamil." jawab Wiwid.


"Alhamdulilah. Ibu ikut senang. Sudah berapa bulan ?" Marini mengusap perut Wiwid.

__ADS_1


"Alhamdulilah sudah 6 minggu." jawab Wiwid.


"Kamu harus hati - hati ya jaga kehamilannya. Makan yang bergizi." nasehat Marini.


"Iya Bu. Makasih." Wiwid memeluk Ibu mertuanya. Tak lupa dia juga memeluk Chika.


"Kok Ibu sama Chika aja yang dipeluk ? Aku enggak." protes Hedi.


"Kamu nih, kan udah sering pelukan sama Wiwid. Sekarang gantian Ibu." ledek Marini.


"Ikutan ah..." Hedi lalu memeluk ketiga wanita yang dicintainya itu dari belakang.


Sementara itu, Hedi juga menghubungi Yesa untuk memberikan kabar bahagia ini.


"Jadi Mama akan segera menjadi Oma nih." Yesa terdengar bahagia.


"Iya Ma. Alhamdulilah Wiwid sudah hamil 6 minggu." balas Hedi.


"Selamat ya sayang. Akhir minggu ini Mama sama Papa akan mengunjungi kalian." kata Yesa.


"Iya Ma." balas Wiwid.


"Mau dibawakan apa dari sini ?" tanya Yesa.


"Terserah Mama aja. Yang penting Mama sama Papa sehat." jawab Wiwid.


"Kamu gak ada mual ?" tanya Yesa lagi.


"Ada sedikit. Tapi cuma pagi aja bentar. Paling na*** makan yang bertambah." jawab Wiwid.


"Syukurlah kalo gitu. Sehat - sehat terus ya Anak dan cucu Mama." kata Yesa.


"Aamiin. Makasih Ma." balas Wiwid.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Semuanya sudah tamat ya !!


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2