Tiga Dara

Tiga Dara
#134 Maaf


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...****************...


Satu bulan berlalu..


Caca sudah mulai beraktivitas seperti biasa. Biasanya Caca harus sembunyi menghindari Jojo yang kerap datang ke distro.


Meski selalu membeli beberapa kaos atau baju tapi Caca tau tujuan utamanya mencari keberadaan dirinya. Hingga Caca sangat hafal setiap jam istirahat atau sore hari, Jojo akan datang ke distro. Kadang sendiri, kadang bersama teman atau Bu Shinta. Tapi setelah 2 minggu gagal menemukan Caca, Jojo sudah tak pernah datang mencarinya lagi.


"Ca, gue rasa kita perlu nambah item jualan dan juga nambah karyawan." kata Cella saat mereka sedang berkumpul di malam hari untuk evaluasi bulanan.


"Hhmm.. Mau nambah item apa ?" tanya Caca.


"Gimana kalo tambah sepatu dan tas gitu." usul Eci.


"Bisa juga. Tas nya totebag gitu. Sekaramg kan lagi tren lagi." Cella menimpali.


"Setuju aja sih. Sepatunya kita jual model apa ?" tanya Caca lagi.


"Model apa yang lagi hype sekarang ?" Eci ikut bertanya.


"Pantofel sama sneaker. Kan lagi ngetren di anak muda jaman sekarang." Cella memberikan pendapatnya.


"Setuju aja deh. Jadi siapa yang mau cari suppliernya ?" Kali ini Eci yang bertanya.


"Jangan gue lagi. Kan gue udah ngurus suplier baju dan kaos. Loe aja Ca." kata Cella.


"Iya. Nanti Aku yang cari supplier nya." balas Caca.


"Sip kalo gitu. Terus masalah nambah karyawan gimana ?" tanya Cella.


"Emang perlu banget ya ?" tanya Eci.


"Perlu deh kayaknya. Soalnya pelanggan mulai rame. Jadi kita butuh 2 orang tiap shift. Tambah bagian gudang." jawab Caca.


"Ya udah. Gue buka lowongan deh." kata Eci.


"Kita cari dari teman Inez atau teman Tari. Kalo gak ada baru kita sebar lowongan." usul Caca.


"Boleh deh. Tapi nanti gue yang interview." kata Eci.

__ADS_1


"Iya deh. Besok kamu tanya Tari atau Inez." kata Cella.


"Oke. Evaluasi kita selesai. Mari kita istirahat." kata Caca.


Jam memang sudah menunjukkan pukul 10 malam. Cella dan Eci segera bangkit dan menuju ke kamar masing - masing. Keduanya sangat lelah setelah bekerja seharian. Memang hanya Caca yang fulltime di distro. Eci dan Cella masih bekerja di kantor masing - masing.


"Selamat Pagi." sapa Caca saat memasuki distro.


"Pagi Mbak Caca. Cantik banget sih ?" sambut Inez.


"Bisa aja kamu Nez. Gak usah peres deh." Sindir Caca.


"Iih.. Seriusan Mbak Caca. Makin hari tambah cantik. Pantesan si babang nyariin mulu." kata Inez.


"Dia nyari lagi ? Kapan Nez ?" tanya Caca.


"Kemarin Mbak. Tiga hari yang lalu juga. Cuma aku kan gak sempat ketemu lagi sama Mbak. Baru hari ini kita ketemu lagi." jawab Inez.


"Tapi kamu gak bilang kan kalo aku salah satu pemilik distro ini ?" tanya Caca.


"Gak lah Mbak. Aman itu mah." balas Inez.


"Oh iya Nez. Kita mau nambah item jualan. Mungkin ada sepatu dan tas." kata Caca.


"Wah.. Bagus Mbak. Biar makin rame yang belanja. Beberapa kali emang ada yang nanyain tas dan sepatu." lapor Inez.


"Apa tuh Mbak. Kok aku jadi deg - degan ya ?" gumam Inez.


"Ish kamu mah lebay. Ini Nez.. Kami mau nambah karyawan disini. 2 orang buat pramuniaga dan 1 orang buat bagian gudang." kata Caca.


"Cewek atau cowok Mbak ?" tanya Inez.


"Cewek lah. Aku gak mau ada cowok disini. Nanti kamu cinlok lagi." ledek Caca.


"Ish.. Mbak Caca tau aja. Aku kan pengen punya gebetan baru." elak Inez.


"Laki loe mau dikemanain Inez !!!" ujar Caca.


"Hehehe.. Nambah koleksi brondong.." canda Inez.


"Apaan sih ! Bisa bantuin cariin ?" Caca berusaha mengembalikan pembicaraan ke topik semula.


"Siap Mbak. Nanti saya ajakin teman atau saudara." jawab Inez.


"Sip. Ya udah kembali kerja. Aku ke kantor dulu." pamit Caca lalu masuk ke ruang kantornya.

__ADS_1


Caca membuka laporan penjualan barang di distro. Caca mulai melihat rekapan stok barang. Dia mulai mencatat barang yang akan habis agar bisa di order kembali.


Caca larut dalam pekerjaannya hingga tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 12 siang. Perut Caca mulai keroncongan.


"Nez, saya mau beli makan dulu ya. Kamu mau nitip ?" tanya Caca.


"Gak usah Mbak. Saya tadi bekel dari rumah." jawab Inez.


"Oke. Kalo gitu saya sekalian makan diluar aja." balas Caca.


"Siap Mbak. Saya mau nitip jus boleh ?" tanya Inez.


"Boleh dong. Jus apa ?" Caca balik bertanya.


"Jus mangga atau strawberry." jawab Inez.


"Oke. Nanti saya belikan." balas Caca lalu melangkah menuju pintu distro.


Langkah Caca hampir sampai ketika pintu distro terbuka. Caca melihat sesosok lelaki yang selalu dihindarinya selama ini berdiri disana.


"Akhirnya aku bisa nemuin kamu." kata lelaki yang adalah Jojo.


"Jojo... Mau ngapain lagi kamu ?" Ucap Caca dengan ketus.


"Ca.. Maaf..." Ucap Jojo sambil mendekat pada Caca.


Apa Caca akan menerima permintaan maaf Jojo.


...****************...


Menyambut Bulan suci Ramadhan, Othor mau minta maaf kalo banyak salah sama kalian ya.. Mulai dari cerita yang biasa aja sampai update yang gak beraturan.. Maafin ya πŸ™πŸ™


Selamat Berpuasa !!!🚫 🍽️🚭🚱


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Semuanya sudah tamat ya !!


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung


__ADS_2