Tiga Dara

Tiga Dara
#102 Kehilangan


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...****************...


Usia pernikahan Rara dan Fahmi sudah 2 bulan. Saat ini keduanya masih aktif bekerja bahkan terkadang Rara bekerja ke luar kota membahas proyek lumbung pangan jilid 2 yang akan digarap lagi.


"Yang, Kamu udah pulang ?" tanya Fahmi.


"Udah Yang." jawab Rara


"Kok gak minta jemput ?" tanya Fahmi lagi.


"Tadi diantar Mas Hendra dan Mbak Nining. Kamu udah makan ?" Rara balik bertanya.


"Belum. Kan nunggu kamu." jawab Fahmi.


"Aku masak dulu ya." Rara hendak menuju dapur.


"Gak usah Yang. Tadi aku udah pesen makanan. Tinggal angetin aja." kaat Fahmi.


"Oke. Bentar aku angetin dulu." kata Rara.


Rara segera beranjak ke dapur untuk menghangatkan makanan yang sudah dibeli suaminya. Sambil menunggu sop iga nya panas, Rara menuju ke kamar untuk berganti baju.


"Ayo makan Yang. Aku juga udah lapar." Rara menghidangkan Sop iga di meja kecil.



(source : google)


"Hhmm.. Enak banget aromanya. Yang, ambilin empingnya sekalian." kata Fahmi.


Rara mengambilkan nasi hangat dan memberikannya pada Fahmi. Lalu dia juga mengambil nasi untuk dirinya.


Keduanya menikmati sop iga dengan lahap tanpa banyak kata.


"Alhamdulilah kenyang." Fahmi mengusap perutnya yang penuh.


"Alhamdulilah. Mau makan buah ?" tanya Rara.


"Gak usah. Udah kenyang banget." tolak Fahmi. Rara lalu beranjak ke dapur untuk mencuci piring bekas makan mereka.


"Yang, kalo udah selesai kesini ya. Adayang mau aku obrolin." kata Fahmi dari ruang makan. Rara menyelesaikan kegiatannya lalu bergegas menghampiri Fahmi.


"Ada apa Yang ?" tanya Rara lalu duduk di samping suaminya.

__ADS_1


"Yang, aku mau dipindah tugaskan ke kota P." Fahmi bercerita.


"Ooh.. Terus ?" tanya Rara lagi.


"Ya aku mau minta pendapat kamu. Enaknya aku ambil atau gak ?" Fahmi balik bertanya.


"Kalo kira - kira ada peningkatan karir ya gak apa." jawab Rara.


"Pastilah Naik. Disana aku mimpin pabrik. Dapat Mess, mobil dan ada fasilitas penunjang lainnya juga." Fahmi menjelaskan.


"Ya ambil aja. Aku ikut sama kamu. Tapi mungkin aku belum bisa ngelepas ngajar aku." kata Rara.


"Ya gak apa. Sementara kamu bolak - balik kesini. Kan cuma 3 jam perjalanan juga." kata Fahmi.


"Iya Yang. Berarti aku gak usah ikut proyek ini ya ?" tanya Rara.


"Iyalah. Nanti kosan ini tetap kita bayar buat tempat kamu kalo ada jadwal ngajar. Kalo bisa kamu padetin jadwalnya di akhir pekan, jadi aku bisa ikut kesini juga." usul Fahmi.


"Ya nanti aku bicara dulu sama Pak Ricky." kata Rara.


"Oke Yang. Besok juga aku mau menghadap pimpinan buat kasih jawaban." lanjut Fahmi.


Tak terasa sudah sebulan Fahmi dan Rara pindah ke kota P. Rara masih bolak balik ke kota F untuk mengajar. Jadwal mengajar Rara hari Rabu dan Jumat. Jadi setiap selasa malam atau Rabu pagi Rara akan berangkat ke kota F. Lalu di hari Jumat sore Fahmi akan menjemputnya sekalian menikmati akhir pekan di kota F.


Tapi ada yang berbeda hari itu. Sejak pagi perut Rara terasa kencang. Karena masih ada jadwal mengajar, Rara memaksakan diri untuk berangkat ke kampus.


"Pagi semuanya." sapa Rara saat masuk ke kelas.


Rara mengajar seperti biasa. Sesekali dia menahan sakit di oerutnya yang kian terasa. Bahkan keringat dingin mulai mengucur dari pelipisnya.


"Kak, lagi sakit ? Kok mukanya pucat ?" tanya salah seorang mahasiswinya.


"Ehmm.. Perut saya agak sakit. Kalian lanjutnya bikin analisis untuk studi kasus yang tadi." kata Rara lalu duduk di kursinya.


Rara merasakan perutnya seperti diremas - remas. Rasanya lebih sakit daripada saat haid. Rara memandangi mahasiswanya yang sedang berdiskusi. Tak lama pandangannya tiba - tiba berputar dan akhirnya menjadi gelap.


"Kak Amira.." teriakan memanggil itu yang terakhir didengar Rara sebelum pingsan.


Para mahasiswa langsung berlari menghampiri Rara dan bergegas membawanya ke ruang kesehatan yang kebetulan dekat dari sana.


Fahmi sedang menuju ke kota F untuk menjemput istrinya. Tadi dia di telepon oleh pihak kampus yang mengabarkan bahwa Rara pingsan dan dibawa ke klinik terdekat.


"Yang, kamu gak apa - apa ?" tanya Fahmi pada Rara yang sudah siuman.


"Sakit Yang." rintih Rara sambil mengusap perutnya.


"Kamu sakit apa Yang ?" tanya Fahmi lagi.


"Maafin aku Yang. Aku gak tau kalo dia ada." jawab Rara.

__ADS_1


"Maksud kamu apa ?" Fahmi tak mengerti.


"Aku.." Rara hendak menjawab.


"Permisi Ibu, Bapak." dokter memotong ucapan Rara.


"Gimana kondisi istri saya dok." tanya Fahmi.


"Kami minta maaf. Kami tak bisa menyelamatkan janin yang ada di kandungan Bu Amira." dokter menjelaskan.


"Apa dok ? Istri saya hamil ?" Fahmi tak percaya.


"Iya. Bu Amira sedang mengandung 6 minggu." dokter menjelaskan.


"Subhanallah. Terus maksudnya tak bisa menyelamatkan ? Anak saya meninggal ?" Fahmi bertanya lagi.


"Iya Pak. Bu Amira keguguran. Sepertinya beliau terlalu capek." jawab dokter.


"Lalu apa harus di kuret dok ?" kali ini Rara yang bertanya.


"Tidak Bu. Karena usianya masih muda, kami sudah memberi obat dan tadi sudah keluar dengan sendirinya. Bu Amira istirahat dulu sebentar lagi ya." dokter kembali menjelaskan.


"Baik dok. Terima kasih." kata Fahmi.


Sepeninggal dokter, Rara langsung menggenggam tangan Fahmi.


"Yang.. Maafin aku. Gara - gara aku, kita jadi kehilangan calon anak kita." Rara merasa bersalah.


"Kamu yang sabar ya Sayang. Ikhlasin dia. Mungkin ini bentuk penebusan atas dosa kita di masa lalu." Fahmi mengusap rambut Rara dengan lembut.


"Makasih Yang. Aku mau pulang ke Mess aja." kata Rara.


"Iya. Setelah diperbolehkan pulang, kita langsung ke Mess." Fahmi mencium kening sang istri.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Semuanya sudah tamat ya !!


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2