Tiga Dara

Tiga Dara
#92 Pulang


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...****************...


Fahmi dan Rara pulang ke kota B dengan naik kereta. Kali ini mereka tidak mampir ke kota J karena tidak ingin mengulang kesalahan yang sama.


"Kamu tidur aja Yang. Sini di bahu aku." kata Fahmi.


"Iya Yang. Ngantuk banget." balas Rara sambil merebahkan kepalanya pada bahu kekasihnya. Tak butuh waktu lama, Rara langsung terlelap.


10 jam dalam kereta cukup membuat tulang remuk redam.


"Ra, Udah sampai." Fahmi mengguncang lengan Rara dengan lembut.


"Hhmm.. Wah.. Udah sampai ya. Maaf ya Yang, aku bikin bahu kamu pegal." kata Rara ketika melihat Fahmi menggerakkan bahunya yang pegal.


"Gak apa Yang. Yuk kita turun." Fahmi menarik koper Rara dan miliknya sekaligus.


Fahmi mengantarkan Rara dulu ke rumahnya.


"Ma.. Rara pulang." Rara membuka pintu rumah yang terlihat sepi.


"Eh.. Sayang. Kok mau pulang gak bilang dulu. Untung Mama ada di rumah." sambut Yesa.


"Biar surprise Ma. Emang Mama biasanya kemana ?" tanya Rara.


"Kan biasanya Mama ikut Papa kalo dinas ke luar kota." jawab Yesa.


"Ooh.. Ya syukurlah. Emang Papa dinas lagi ya ?" tanya Rara lagi.


"Iya. Lumayan masih ada yang butuh ilmu Papa. Tadi Papa ajak Mama, tapi Mama kok males. Jadi Mama di rumah aja. Lagian Papa cuma sehari aja." Yesa menjelaskan.


"Udah feeling kali ya Ma kalo Rara mau pulang." kata Rara.


"Iya kayaknya sih. Oh iya, Nak Fahmi mau minum apa ?" Yesa sampai melupakan sosok Fahmi yang menemani Rara.


"Apa aja Tante. Yang penting dingin. Biar segar." kata Fahmi.


"Biar Rara aja yang bikinin minumnya. Mama disini aja." Rara langsung bangkit menuju dapur.


"Gimana kuliah dan kerjaan kamu ?" tanya Yesa.


"Lancar Tan. Bulan depan saya juga sudah wisuda." jawab Fahmi.

__ADS_1


"Ooh.. Syukurlah kalo gitu." balas Yesa.


"Ini minum dulu Yang." Rara meletakkan 2 gelas sirup di atas meja. Satu untuk Fahmi dan satu untuk dirinya.


"Ma, tujuan kita pulang salah satunya untuk membahas soal rencana pernikahan. Betul kan yang ?" Rara melirik pada Fahmi.


"Iya Tan. Sebelum wisuda saya ingin membicarakan rencana ke jenjang pernikahan." Fahmi menjelaskan.


"Ooh.. Mama setuju aja." kata Yesa.


"Jadi rencananya saya akan ngomong lebih dulu sama Ibu dan Bapak. Lalu Rara akan ngomong juga sama Om dan Tante. Baru setelah semuanya sepakat, kita bertemu bersama." Lanjut Fahmi.


'Lah.. Terus kok udah bilang duluan ke Mama ?" Yesa menatap pada Rara.


"Ya biar Mama dukung rencana kami Ma." kata Rara.


"Ya pastilah Mama dukung. Apalagi setelah kejadian yang dulu." kata Yesa.


"Iya Ma. Makasih ya Ma. Tapi tolong gak usah bahas kejadian yang dulu." pinta Rara.


"Iya Sayang." Yesa mengusap lembut lengan Rara.


"Tante, Saya mau pamit pulang dulu." kata Fahmi.


"Kok buru - buru Nak Fahmi ?" tanya Yesa.


"Iya Tan. Biar cepet nyampe rumah, perjalanan masih jauh." jawab Fahmi.


"Makasih Tan. Biar saya makan di rumah sama Ibu dan Bapak." tolak Fahmi dengan halus.


"Iya deh. Hati - hati di jalan ya." Yesa mengulurkan tangannya pada Fahmi yang hendak mencium tangannya.


"Rara antar Fahmi ke depan dulu Ma." kata Rara. Yesa hanya mengangguk.


"Kamu naik apa pulangnya ?" tanya Rara.


"Naik Elf aja dari depan terminal." jawab Fahmi.


"Gak mau bawa motor Mama aja ?" tanya Rara.


"Gak usah Yang. Gak enak sama Mama kamu." tolak Fahmi.


"Kalo gitu aku antar ke terminal ya." Rara menawarkan.


"Gak usah Sayang. Kamu pasti capek. Ini aku udah pesen ojek online." kata Fahmi.


"Ooh.. Ya udah. Aku temenin sama ojeknya datang." kata Rara.

__ADS_1


Tak lama ojek online yang dipesan Fahmi datang.


"Mas Fahmi ?" tanya driver ojek online itu.


"Iya betul. Ke depan terminal ya Mas." jawab Fahmi.


"Tapi ini gak bisa masuk ya Mas. Gak boleh sama ojek pangkalan." kata driver ojek online itu.


"Iya Mas. Saya mau naik Elf ke Selatan." kata Fahmi.


"Oh siap Mas. Sini tas nya biar di depan." Katanya lagi.


"Bisa ?" tanya Fahmi ragu.


"Bisa dong Mas. Ini helmnya." driver ojek online itu memberikan helm berwarna hijau pada Fahmi.


"Yang, aku pulang dulu ya." pamit Fahmi.


"Iya Yang. Hati - hati." balas Rara.


"Mari Mbak." driver ojek online itu ikut pamit pada Rara.


Rara kembali masuk ke rumah setelah motor yang ditumpangi Fahmi berbelok.


"Ma, Rara mau istirahat dulu ya." kata Rara hendak mengangkat kopernya ke lantai atas.


"Gak makan dulu Ra ?" tanya Yesa.


"Gak Ma. Nanti aja." jawab Rara.


Rara langsung menutup pintu kamarnya dan menghempaskan tubuhnya di ranjang.


Tak butuh waktu lama, Rara langsung terlelap karena kelelahan.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Semuanya sudah tamat ya !!


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung


__ADS_2