
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Caca merebahkan tubuhnya di kasurnya. Caca sangat kesal dengan ucapan sang Tante. Dia sudah sangat tidak betah tinggal disana. Hingga tak terasa Caca mulai tertidur.
*tok..tok...tok...*
Terdengar ketukan di pintu kamarnya.
"Ca, Bangun.. Udah magrib." Surya memangil keponakannya.
"Iya Om." jawab Caca sambil terduduk.
Setelah mengumpulkan nyawanya, Caca bangun dan membuka pintu.
"Mandi dulu trus sholat." Surya mengingatkan.
Caca mengangguk dan masuk ke kamar mandi.
Selesai mandi, Caca menuju ke ruang makan dan bergabung dengan Om, Tante dan sepupunya.
"Ayo makan dulu." ajak Surya.
"Duduk sini Kak." kata Andri, sang sepupu yang usianya hanya berbeda setahun lebih muda dari Caca.
Caca mulai mengambil nasi dan lauknya. Diliriknya sekilas sang Tante yang terlihat sibukmakan, tak ingin melihat dirinya.
"Ca, maafin Tante kamu ya. Kamu harus tetap tinggal disini bersama kami." kata Surya.
"Gak tau Om. Caca mulai capek di jalannya." jawab Caca.
"Terus kamu mau pindah ?" tanya Surya.
"Belum tau. Nanti Caca diskusi dulu sama Mama Papa." jawab Caca lagi.
"Hhmm.. Om harap kamu gak cepat - cepat pindah dari sini ya." kata Surya.
"Lihat nanti aja Om." balas Caca singkat.
Sejak saat itu, Dian lebih banyak diam saat bersama Caca. Dia tak mau berdebat lagi dengan keponakan suaminya itu. Karena kalo sampai Caca pindah, uang yang diberikan oleh Arman akan menghilang juga. Padahal nominal uangnya lumayan untuk membeli sembako mereka.
Siang itu Caca sedang makan siang dinkantin kampus bersama sahabatnya. Caca terlihat sedang melamun. Caca sudah berbicara dan mengadu pada Yesa, mamanya tentang perlakuan Dian padanya. Sang Mama menyerahkan keputusan pada Caca tapi Yesa juga meminta Caca boleh pindah semester depan.
__ADS_1
"Ca.. Woi.. Mie loe udah ngembang tuh." Pipit membuyarkan lamunan Caca.
"Eh.. Iya." Caca langsung menikmati mie ayam nya.
"Loe kenapa sih ?" tanya Aulia.
"Gue masih kesel sama tante gue." jawab Caca.
"Ya udah sih loe kost aja." usul Aulia.
"Iya Mau. Tapi Nyokap baru bolehin gue kost semester depan." jawab Caca.
"Ya berarti sekarang loe sabar aja dulu. Lagian 3 bulan lagi juga udah semester 2." kata Aulia.
"Lama Li.. Gak betah gue." keluh Caca.
"Ya sabar lah. Loe pulang sore aja biar gak lama - lama lihat tante loe itu." usul Pipit.
"Kayaknya sih harus gitu." kata Caca.
Sore harinya saat Caca baru pulang.
"Ca, gante boleh minta tolong ?" tanya Dian dengan tersenyum.
"Apa Tan ?" Caca balik bertanya.
"Boleh Tan. Emang Paman dan Andri kemana ?" tanya Caca lagi.
"Paman lagi ada kerjaan di luar kota. Andri juga sibuk bimbingan belajar sampe malam." jawab Dian.
"Iya Tan. Caca ganti baju dulu." Caca langsung masuk ke kamarnya.
Tak lama Caca sudah keluar kamar dan menghampiri Dian.
"Lagi banyak pesanan ya Tan ?" tanya Caca basa basi.
"Iya Alhamdulilah." jawab Dian.
"Caca bantuin apa ?" tanya Caca lagi.
"Ini kamu bantuin masukin ke plastik ya. Contohnya yang ini." Dian memberikan contoh souvenir yang sudah dikemas, souvenir dan plastik kosong. Suasana hening pun tercipta saat mereka berdua mengemas souvenir yang sudah jadi.
Sebenarnya Dian berpura - pura baik pada Caca agar keponakannya itu tidak jadi pindah.
"Ca, kalo kamu ada waktu luang, sering - sering bantuin Tante ya. Lumayan loh nanti Tante kasih Uang buat jajan." kata Dian sambil tersenyum.
"Iya Tan. Insha allah." jawab Caca singkat. Caca merasakan senyuman sang tante tidak tulus dan ada maksud lain padanya. Caca melihat penuh selidik pada sang Tante.
__ADS_1
"Assalamualaikum." Andri datang dan memberi salam.
"Waalaikumsalam. Kamu bersih - bersih trus makan ya kak." kata Dian lembut.
"Iya Ma. Oky kemana Ma ?" tanya Andri ketika tak melihat adiknya di kamar.
"Adikmu lagi belajar di rumah ikhsan temennya." jawab Dian.
"Ooh.. Ya udah abis mandi dan makan, Andri jemput Oky." kata Andri. Andri memang tipe kakak yang sangat menjaga adiknya. Apalagi jarak umur mereka lumayan jauh, Berbeda 8 tahun.
"Kak Caca.." panggil Andri.
"Iya Ndri. Kenapa ?" tanya Caca.
"Besok berangkat bareng aku aja ya." kata Andri.
"Hah ?? Kalo baremg kamu nanti aku kepagian." Caca memberikan alasan.
"Kan Kakak bisa nunggu di kost an temen kakak. Lagian besok aku juga berangkat jam setengah 7." Andri berusaha membujuk Caca.
"Gak deh Ndri. Kepagian banget kalo jam segitu, kuliahku kan jam 7. Gak enak sama temen aku." tolak Caca.
"Loh.. Kenapa gak mau ? Kan lumayan menghemat waktu." Dian ikut membujuk Caca.
"Bukan gak mau Tan. Tapi itu terlalu pagi. Berangkat jam Setengah 7, nyampe kampus jam 7. Berarti Caca harus nunggu 1 jam. Gak mau ah." tolak Caca.
"Hhmm.. Ya udah deh." Andri pergi meninggalkan Caca dan Dian di ruang tengah.
"Tumben banget sih Andri mau nganter aku ke kampus. Ada apa ya ?" gumam Caca dalam hati.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
Bersambung
__ADS_1