
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Sebulan setelah kepergian Nenek Sari atau tepatnya 6 bulan setelah kesepakatannya dengan Jojo, Caca memutuskan untuk berangkat ke Jepang.
"Ca, loe yakin bakal pergi ?" tanya Ririn.
"Yakin banget. Lagian gue butuh suasana baru. Apalagi nenek gue udah gak ada." jawab Caca.
"Gak nungguin Jojo ?" tanya Dika.
"Gak perlu. Kan batas kesepakatannya udah lewat." jawab Caca ketus.
"Tapi gak perlu ke Jepang juga kali." Dika mencoba membujuk sahabatnya itu.
"Gue perlu suasana baru Dik. Lagian gue ke Jepang juga buat kerja kan, bukan main." balas Caca.
"Iya deh. Terserah loe. Pokoknya loe harus kuat ya." Dika akhirnya mengalah.
"Jangan pernah lupain kita dan tetap berkomunikasi." kata Ririn.
"Okay. Gue pasti kangen sama kalian." Caca memeluk kedua sahabatnya.
"Sayangnya Nina gak bisa gabung. Dia lagi mabok parah." sesal Ririn.
"Iya gak apa kok. Kita masih bisa video call." kata Caca.
"Jadi loe berangkat kapan ?" tanya Dika.
"Besok siang pesawat gue berangkat." jawab Caca.
"Maaf ya kita gak bisa antar ke bandara." kata Ririn.
"Gak apa. Makanya kita ketemuan hari ini. Lagian besok keluarga gue yang nganter ke bandara." kata Caca.
"Take Care ya Cantik. Cari bule jepang aja." kata Dika sebelum mereka berpisah.
"Jangan.. Mending orang lokal aja." Ririn melarangnya.
"Apapn sih kalian. Gue ke Jepang mau kerja bukan cari jodoh." Caca tersenyum apda sahabatnya itu. Mereka kembali berpelukan sebelum benar - benar berpisah.
Dalam perjalanan pulang ke apartemennya, Caca hanya melamun memikirkan nasibnya ke depan. Apakah dia akan kuat menghadapi semua ini? Apa sudah gak ada kesempatan untuk dia dan Jojo bersama? Apa mereka memang tidak berjodoh ? Begitu banyak pertanyaan melintas di kepalanya.
__ADS_1
"Ma, jangan sedih dong. Caca kan cuma ke Jepang aja. Kita masih bisa video call atau kalo ada rejeki, nanti mama main ke Jepang." Caca memeluk mamanya.
"Kamu harus sering telpon Mama." Yesa menatap putri bungsunya.
"Gak janji bakal sering tapi Caca akan menghubungi Mama di kala senggang." Caca menghapus siaa air mata di wajah Yesa.
"Apartemen ini gimana ?" tanya Yesa lagi.
"Nanti temen Caca yang bantuin buat sewain apartemen ini. Mama dan Papa boleh disini sampai puas kok." jawab Caca.
"Mungkin gak bisa lama - lama Ca. Papa masih ada kerjaan." kata Arman.
"Udahlah Pa. Papa udah waktunya pensiun loh." kata Caca.
"Iya sayang. Nanti kalo kamu udah nikah, papa akan pensiun." Arman menggusak rambut anaknya.
"Jangan nunggu Caca nikah deh Pa. Takutnya lama banget." kata Caca.
"Eh.. Gak boleh gitu. Kamu harus segera nikah. Maksimal 5 tahun lagi." Arman mengultimatum.
"Lihat nanti aja Pa." balas Caca.
"Berdoa sayang. Semoga diberi jodoh yang baik." kata Yesa.
"Gimana mau dapet jodoh kalo hati ini masih sakit gara - gara Jojo." gumam Caca dalam hati.
Mereka bertiga turun ke lobby dan menunggu mobil travel yang akan mengantarkan mereka ke bandara di ibukota.
"Kak Rara udah berangkat ?" tanya Yesa pada Caca.
"Udah katanya Ma. Nanti kita ketemu di bandara." jawab Caca.
Caca tertidur selama perjalanan. Hatinya masih galau dan sedih meninggalkan orang - orang tercinta.
"Kak, Caca pamit ya." Caca memeluk Rara dengan erat.
"Kamu baik - baik disana ya dek. Jaga diri dan pulang dengan ceria." kata Rara.
"Iya kak." balas Caca.
"Kak Fahmi, Caca pamit." Caca menyalami kakak iparnya.
"Iya Ca. Baik - baik disana ya." balas Fahmi.
Sekali lagi Caca memeluk kedua orangtua dan kakaknya. Lalu Caca masuk ke dalam ruang tunggu pesawat.
Kembali tergiang di pikirannya bagaimana Jojo datang dan memintanya menunggu. Saat itu Jojo terlihat sangat yakin bisa membatalkan pertunangan dengan perempuan pilihan orangtuanya. Tapi hingga saat ini, setelah waktu yang disepakati berakhir, Jojo tak nampak sedikit pun. Bahkan menelponnya pun tidak.
__ADS_1
"Apa yang sebenarmya terjadi dengan kamu Jo ? Apa kamu jadi menikah dengan perempuan itu ?" pertanyaan kembali muncul di pikiran Caca. Hingga akhirnya sebuah oanggilan untuk masuk ke pesawat terdengar. Caca melangkah dengan lunglai sambil menenteng tas nya.
Sementara itu di suatu tempat di belahan bumi yang lain terlihat seoramg lelaki sedang berusaha pergi dari rumahnya.
"Jo.. Kamu gak bisa pergi begitu saja." teriak seorang perempuan paruh baya.
"Jojo tetap akan kembali ke indonesia Ma. Jojo udah punya kekasih. Jojo gak mau nikah dengan Shinta." Jojo balas berteriak.
"Tapi Jo. Keluarga kita sudah sepakat." kata Sherly, Ibu Jojo.
"Yang sepakat itu kalian para orangtua. Apa Mama pernah mikirin kami, bahkan Shinta pun sudah punya kekasih." kata Jojo.
"Tapi ini harus dilakukan Jo. Tante Megumi bilang, dia anak yang baik. Ini juga demi persahabatan Mama dan Tante Siska." lanjut Sherly.
"Jojo dan Shinta, kami punya kehidupan masing - masing. Dan itu gak akan bisa membuat kami bersatu. Kami sudah sepakat dengan itu. Bahkan kalo Mama maksain kami menikah, kami hanya akan menikah kontrak Ma. Mama mau seperti itu ?" Jojo mendekati sang Mama.
"Gak bisa Jo. Gak ada itu nikah kontrak. Kalian tetap harus menikah, nanti cinta akan tumbuh dengan sendirinya." Sherly masih mempertahankan keputusannya.
"Sekeras apapun usaha Mama menghalangi hubunganku dengannya, bahkan sampai menyita ponselku, Kami tetap akan bersatu Ma." kata Jojo sinis.
"Tapi Jo... Mama akan malu kalo pernikahan kalian batal." Sherly sedikit memelas.
"Persetan dengan itu semua. Sekarang Jojo mau menemui kekasih Jojo. Dia orang baik Ma. Bahkan Dia salah satu anak buah terbaik tante Shinta. Mama hanya belum mengenalnya saja." Jojo sudah tak memperdulikan Mamanya dan memilih meninggalkannya.
"Maafin aku Ca. Tapi sekarang aku akan datang menemuimu." gumam Jojo.
Naasnya, taksi yang ditumpanginya mengalami tabrakan beruntun dalam perjalanan menuju bandara JFK.
Bagaimana nasib Jojo ? Apakah dia akan bisa bertemu dengan Caca lagi ?
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
Bersambung
__ADS_1