Tiga Dara

Tiga Dara
#30 Hadiah Kelulusan


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 1/2 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–πŸ“–πŸ“–


...***...


Wiwid sudah menyelesaikan laporan skripsinya dan tinggal menunggu jadwal sidangnya bulan depan.


"Kak, Kamu gak kemana - mana kan ?" tanya Yesa.


"Gak Ma. Aku di rumah aja." jawab Wiwid.


"Gimana kabar Indra ?" tanya Yesa lagi.


"Baik Ma. Mama kangen ya sama Indra ?" Wiwid malah meledek sang Mama.


"Udah lama dia gak main kesini." kata Yesa tanpa memperdulikan ledekan Wiwid.


"Dia masih sibuk magang Ma. Jadi sibuk banget." kata Wiwid.


"Ooh.. Baru magang dia ? Kok duluan kamu ?" tanya Yesa.


"Biasalah. Dia emang malas. Kemarin - kemarin nyantei, giliran aku udah mau sidang skripsi baru bingung dia. Hehehe." jawab Wiwid.


"Di motivasi dong Kak. Biar kalian bisa lulus bareng." kata Yesa.


"Susah Ma. Emang dasarnya bandel dia." kata Wiwid.


"Tapi hubungan kalian baik - baik saja kan ?" tanya Yesa lagi.


"Iya Ma. Baik - baik aja kok." jawab Wiwid.


Hari sidang skripsi pun tiba. Wiwid berangkat ke kampus dijemput oleh Indra.


"Kamu yang tenang dan jangan lupa berdoa ya Kak." kata Yesa.


"Iya Ma. Doain aku juga ya. Semoga lancar." Wiwid mencium punggung tangan Mamanya.


"Pasti Mama doain." kata Yesa.


"Papa gak pulang ya Ma ?" tanya Wiwid.


"Papa kan lagi ada kerjaan di luar pulau. Jadi belum bisa pulang." jawab Yesa.


"Yah.. Padahal aku pengen ketemu Papa dulu." kata Wiwid kecewa.


"Ya kamu telpon aja ke Papa." kata Yesa.


"Udah. Tapi gak aktif telponnya." kata Wiwid.


"Susah sinyalnya kali Kak. Kan biasanya kebunnya agak terpelosok." kata Yesa.


"Iya juga ya. Ya udah Wiwid berangkat dulu." kata Wiwid.


"Saya antar Wiwid ke kampus dulu tante." pamit Indra.


"Iya. Kamu sering - sering main kesini dong." kata Yesa.


"Iya nanti Indra main lagi kesini." kata Indra.


Keduanya segera masuk mobil dan berangkat ke kampus.


"Yang, Kamu gugup ?" tanya Indra sambil memegang tangan Wiwid.


"Sedikit. Tapi aku udah siap kok." jawab Wiwid sambil tersenyum.


"Kapan ya aku bisa nyusul kamu sidang skripsi ?" gumam Indra.


"Ya kamu harus semangat dong. Jangan malas." Wiwid menyemangati Indra.

__ADS_1


"Iya sayang." Indra kembali fokus menyetir.


Setelah menunggu 1 jam, tiba giliran Wiwid untuk presentasi.


"Silahkan saudari Widya Anindya bisa memulainya." kata bu Irni sang dosen pembimbing.


Wiwid berhasil menguasai materi dan menjelaskan skripsinya dengan lancar. Wiwid juga berhasil menjawab setiap pertanyaan dosen penguji dengan baik dan lancar hingga akhirnya dia dinyatakan lulus.


"Alhamdulilah." Wiwid mengusap wajahnya begitu mendengar dirinya dinyatakan lulus dengan nilai A. Wiwid menyalami satu pwrsatu dosen pengujinya.


"Selamat ya Widya." Bu Irni, sang dosen pembimbing menyalaminya.


"Makasih Bu." Wiwid memeluk sang dosen yang sangat ramah tapi tegas itu.


"Tinggal revisi sedikit ya. Lalu ikut Wisuda 3 bulan lagi." kata Bu Irni.


"Iya Bu. Siap." Wiwid lalu keluar dari ruang sidang.


"Gimana Yang ?" tanya Indra.


"Gimana Wid ?" Niken dan Tita bertanya berbarengan.


"Alhamdulilah aku lulus." Wiwid memeluk kedua sahabatnya.


"Akhirnya kita bisa wisuda barengan." kata Tita.


"Iya Ta. Kita harus shopping kebaya nih." kata Wiwid.


"Kok aku dicuekin sih Yang ? Malah asik sama temennya !" protes Indra.


"Maaf Yang." Wiwid langsung menghampiri Indra dan memeluknya.


"Idih.. Pake cemburu sama kita. Gak asik lo." sindir Niken.


"Biarin aja. Hehehe." Indra malah menjulurkan lidah pada Niken.


"Udah.. Udah.. Kita makan dulu yuk. Aku yang traktir." Wiwid coba melerai kekasih dna sahabatnya itu.


Mereka makan di kafe sebrang kampus. Sambil menunggu pesanan datang, Wiwid menyempatkan menelepon Mamanya.


"Halo Ma."


"Iya Sayang. Gimana sidang kamu."


"Hhmm.. Gimana ya Ma."


"Kenapa Kak ? Hasilnya gak bagus ?"


"Hhmm.. Maafin aku ya Ma."


"Gak apa Kak. Masih bisa diperbaiki. Kamu jangan putus asa ya."


"Maafin aku ya Ma. Aku lulus dengan nilai A."


"Kakak !! Kamu kerjain Mama ?"


"Hehehe. Biar surprise."


"Selamat ya Kak. Mama ikut senang."


"Aku masih traktir Indra dan teman - teman aku Ma."


"Ya sudah. Sampai ketemu nanti sore di rumah ya. Kita rayain kelulusan kamu."


"Makasih ya Ma."


Wiwid menutup panggilan teleponnya dan kembali ke dalam kafe bergabung dengan Indra dan sahabatnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sore harinya Yesa sengaja memesan seafood untuk merayakan keberhasilan Wiwid.

__ADS_1


"Selamat ya Kak. Akhirnya lulus juga." Caca memeluk erat sang kakak.


"Makasih ya Dek." Wiwid mengacak rambut Caca.


"Selamat ya cucu Nenek akhirnya lulus kuliah juga. Habis ini mau kerja dimana ?" Nenek Sari ikut hadir di rumah Yesa.


"Belum tau Nek. Pelan - pelan aja, sambil nunggu wisuda." jawab Wiwid.


"Selamat ya Kak. Ini hadiah dari Mama dan Papa." Yeaa memberikan sebuah kotak kecil.


Wiwid segera membuka kotak itu dan terkejut melihat isinya.


"Ma, ini beneran ?" tanya Wiwid tak percaya.


"Bener dong Kak. Ini hadiah spesial Papa yang pilih sendiri." jawab Yesa.


"Hadiahnya apa Kak ? Kok kotaknya kecil ? Perhiasan ya ?" Caca penasaran.


"Bukan. Tapi ini.." Wiwid mengeluarkan sebuah kunci mobil.


"Wah.. Keren banget. Mana mobilnya Ma ?" tanya Caca.


"Mobilnya ada di rumah Nenek." kata Yesa. "Makasih ya Ma." Wiwid memeluk dan mencium sang Mama.


"Nanti kita lihat mobilnya ya Kak." kata Caca.


"Oke." jawab Caca.


Selesai makan malam mereka menuju rumah Nenek Sari yang hanya berjarak 5 rumah saja.



(source : google)


"Wah.. Keren nih mobilnya. Warna hijau lagi." kata Caca.


"Kamu suka Kak ?" tanya Yesa.


"Suka banget Ma. Warnanya aku banget." jawab Wiwid.


"Kamu udah lancar nyetir kan ?" tanya Yesa.


"Udah dong." jawab Wiwid.


"Aku mau belajar nyetir juga ah." kata Caca.


"Jangan pake mobil aku. Pake mobil Mama aja." larang Wiwid.


"Iih pelit." gerutu Caca.


"Mobil baru dek." kata Wiwid.


"Iya kalo mau latihan pake mobil Mama aja. Nanti kalo udah lancar bisa pinjam mobil Kakak. Iya Kak ?" Yesa coba membujuk Caca yang cemberut.


"Iya boleh kalo udah lancar." jawab Wiwid membuat Caca kembali tersenyum.


"Nanti Nenek diajak jalan - jalan ya Kak ?" pinta Nenek Sari.


"Siap Nek. Besok kita jalan - jalan ke Mall." kata Wiwid.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung


__ADS_2