
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Kedua keluarga besar sudah berkumpul di masjid komplek perumahan Arman.
Ya, hari ini Rara dan Fahmi akan menikah.
Rara sudah berhias sejak pagi dan memakai kebaya putih dan disanggul modern.
"Kakak cantik banget." puji Caca yang menemaninya di kamar rias.
"Makasih. Kamu buruan dandan juga. Nanti telat loh." Rara mengingatkan.
"Kan sekarang masih Kak Wiwid sama Mama. Abis itu baru Caca dan Chika." jawab Caca.
"Hhmm.. Oke." balas Rara singkat.
Sejak tadi perasaannya sungguh tak karuan. Antara gugup, senang dan sedih. Gugup karena takut ada kesalahan dan hambatan dalam proses ijab qabulnya. Senang karena akan menikah denagn orang yang dicintai dan mencintainya. Sedih karena harus berpisah denagn kedua orangtua dan saudaranya. Meski selama ini Rara tinggal di kota yang berbeda, tapi setelah menikah, keadaannya akan berbeda. Dia akan lebih bersama suaminya. Bahkan kunjungan ke orangtua pun akan terbagi dengan ke rumah mertuanya.
"Kak, kok ngelamun ?" tegur MUA.
"Eh.. Maaf Mbak. Tadi asik bengong aja." Rara beralasan.
"Sekarang tutup matanya ya." pinta MUA.
Rara langsung menutup matanya saat MUA itu menyemprotkan hairspray pada rambutnya.
Rombingan calon mempelai pria sudah datang. Yesa menyambutkan dan mengalungkan bunga sebagai tanda selamat datang. Lalu diapun meminumkan segelas air sebagi simbol penerimaan sang calon mempelai pria di keluarganya. Kemudian Arman dan Yesa mengapit Fahmi dan membawanya ke meja tempat ijab qabul akan dilaksanakan.
Fahmi menempati posisinya dengan sedikit gugup. Arman pun selaku wali nikah menempati posisinya di hadapan Fahmi. Tinggal menunggu kedatangan calon mempelai wanita. Setelah ada aba - aba dari pembawa acara, Rara masuk ke ruang ijab qabul dengan diapit oleh Wiwid dan Caca. Ketiganya begitu cantik mempesona. Dan tentu saja, Rara yang terlihat paling cantik.
Wiwid dan Caca mengantarkan Rara untuk duduk disamping Fahmi. Fahmi sempat melirik sekilas pada calon istrinya. Terpancar kekaguman di matanya. Setelah mengecek berkas, penghulu langsung mempersilahkan Arman untuk menggenggam tangan Fahmi dan ijab qabul pun dimulai.
"Saya terima nikah dan kawinnya Amira Berliana binti Arman Setyawan dengan mas kawin yang tersebut.. Tunai.." Fahmi mengucapkan dengan lantang dan dalam satu nafas.
"Bagaimana saksi ? Sah ?" tanya Penghulu.
"Sah.." jawab kedua saksi.
"Alhamdulilah. Baarakallahu laka wa baaraka 'alaika wa jama'a bainakumaa fii khair." (Semoga Allah memberkahi engkau dalam segala hal (yang baik) dan mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan.)" penghulu membacakan doa.
__ADS_1
Suasana bercampur aduk. Ada haru, lega, sedih dan bahagia. Beberapa perempuan tampak menitikkan airmata melihat momen sakral yang dihadiri para malaikat ini.
Setelah selesai pemberkasan, Fahmi dan Rara lalu saling tukar cincin. Rara mencium takzim tangan suaminya dan dibalas Fahmi dengan mengecup kening sang istri.
Keduanya lalu sungkem pada Arman, Yesa dan Hari, Nanik bergantian.
(pelaminan, source : google)
2 jam kemudian, Fahmi dan Rara mengadakan resepsi pernikahan di sebuah gedung yang tak jauh dari rumahnya. Keduanya terlihat gagah dan cantik dalam balutan kemeja hitam dan gaun putih.
(kedua mempelai, source : google)
Terlihat Arman dan Yesa juga bahagia akan pernikahan putri keduanya ini. Terutama Yesa yang bisa lega karena akhirnya Fahmi dan Rara bisa bersatu.
Rara dan Fahmi menyalami dan menerima doa dari tamu yang datang tanpa henti. Hingga satu jam kemudian..
"Kenapa Yang ?" tanya Fahmi pada Rara yang sedikit meringis.
"Kaki aku pegel yang." jawab Rara sambil memijat kakinya.
Fahmi tetap berdiri untuk menyambut para tamu yang sudah mulai berkurang.
"Akhirnya kita menikah juga Yang." bisik Fahmi pada Rara saat tak ada tamu.
"Iya Yang. Butuh waktu lama untuk sampai kesini." balas Rara.
"8 tahun Ra. Dan kita masih bersama." lanjut Fahmi sambil mengusap keringat di kening Rara.
"Akhirnya aku gak akan dihantui dosa di masa lalu kita." Rara tersenyum pada lelaki yang kini menjadi suaminya itu.
"Udahlah. Dari hal itu kita belajar jadi lebih baik." Fahmi tak ingin Rara terus dihantui penyesalan.
"Ehem.. Pacarannya nanti aja." Wiwid, Caca dan beberapa sepupu yang lain sudha berdiri di hadapan kedua mempelai yang berbahagia.
"Eh.. Kakak.." kata Rara malu.
"Selamat ya Fahmi. Welcome to the club." Wiwid memeluk Fahmi yang sudah menjadi adik iparnya.
"Makasih Kak." balas Fahmi.
"Jagain Rara ya. Jangan sakiti dia. Meski dia terlihat kuat tapi sebenarnya dia manja." bisik Wiwid yang tetap terdengar oleh Rara.
__ADS_1
"Kakak ih.. " protes Rara.
"Hehehe. Selamat Sayang. Akhirnya kalian menikah juga." Wiwid memeluk adiknya dengan erat.
"Makasih Kak." Rara membalas pelukan sang kakak.
"Selamat kak Fahmi. Jagain kakak aku yang bawel ini." Kali ini giliran Caca menyalami Fahmi.
"Siap dek. Eh.. Tadi kayaknya ada Agung deh." kata Fahmi.
"Oh ya ? Masa bodo." balas Caca lalu beralih ke Rara.
"Selamat Kakak. Jangan lupa sama aku ya." Caca memeluk Rara dengan erat.
"Iya dek. Kamu juga cepetan ajak Jojo ketemu Mama Papa." ledek Rara.
"Iih.. Kakak nih. Gak suami gak istri bikin jengkel semua." gerutu Caca.
"Dek... Pilih mana ? Balikan atau move on ?" goda Rara.
"Si A atau si J ?" Fahmi ikut meledek adik iparnya.
Caca tak menanggapi sepasang suami istri baru itu. Dia memilih turun dari pelaminan dan menghampiri para sepupunya.
(Caca, Wiwid dan sepupunya, source : google)
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
Bersambung
__ADS_1