Tiga Dara

Tiga Dara
#118 Perjodohan


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...****************...


5 bulan berlalu sejak liburan keluarga ke Jepang. Caca masih berkomunikasi secara intens dengan keluarganya terutama Yesa. Caca sudah kembali pada rutinitas pekerjaannya. Kontrak kerjanya pun tinggal beberapa bulan lagi, Caca masih galau akan meneruskan atau kembali ke Indonesia. Apalagi ada sebuah hal penting yang dilakukan oleh Yesa. Saat berkunjung ke Jepang Yesa mengatakan pada Caca tentang keinginannya untuk menjodohkan Caca dengan anak dari sahabatnya. Caca belum memberikan jawaban tapi Yesa sangat berharap Caca akan menerima tawarannya. Setelah berpikir panjang akhirnya Caca memutuskan untuk pulang ke Indonesia dan mencoba menjalani perjodohan yang dibuat Mama nya. Tentunya dia akan membuat kejutan untuk sang mama, pulang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.


* flashback on *


"Dek, Kamu belum ada rencana untuk nikah ?" tanya Yesa saat mereka sedang berdua di balkon.


"Kok tiba - tiba nanya gitu Ma ?" Caca balik bertanya.


"Mama mau ngenalin kamu sama anak sahabat Mama. Mau ya ?" Yesa memegang tangan Caca.


"Kenapa harus dijodohkan sih Ma ?" Caca menatap sang mama.


"Mama cuma ingin kamu tidak menyendiri seperti ini. Kalian kenalan dulu lah, Nanti baru mulai pendekatan." kata Yesa.


"Anak siapa Ma ?" tanya Caca.


"Anak tante Indah, temen SMA mama." jawab Yesa.


"Kapan Mama ketemunya ?" Caca kembali bertanya.


"Mama kan abis ada reuni SMA. Ternyata Tante Indah juga tinggal di kota D. Terus anaknya ada yang belum nikah. Umurnya 2 tahun lebih tua dari kamu." jawab Yesa.


"Seumur sama Kak Rara dong." Kata Caca.


"Iya. Anaknya pintar tapi ya gitu agak introvert. Makanya belum nikah juga sampai saat ini." Yesa menjelaskan.


"Nanti Caca pikirin deh Ma." kata Caca.


"Iya. Mama sangat berharap kamu bisa berjodoh dengan anak Tante Indah." Yesa mengusap lembut bahu anak bungsunya itu.


Caca hanya terdiam menatap sang Mama.


* flashback off *


"Ca, loe jadi mau balik ke indo ?" tanya Mela, rekan kerjanya.


"Iya Mel. Gue lelah kabur terus. Dan rasanya gue juga harus menyenangkan mama gue." jawab Caca.


"Gue sih pengennya loe disini aja Ca. Ntar gue gak ada temen lagi." kata Mela.


"Hhmm.. Ya gimana lagi Mel. Gue rasa ini saatnya gue mendengarkan mama gue dan gak bersikap egois. Sudah cukup 2 tahun gue kabur dan menjauh dari keluarga gue." kata Caca.


"Apapun keputusan loe deh. Asal jangan lupain kami di Osaka ya." Mela memeluk Caca

__ADS_1


"Pasti. Sesekali gue akan main kesini lagi." janji Caca. Mela pun menggangguk dan tersenyum.


Keduanya lalu melanjutkan pekerjaannya.


Seminggu kemudian, Mela dan Dani mengantar Caca ke bandara Osaka untuk terbang ke Indonesia.



( Kansai Internasional Airport ; source : google )


"Hati - hati di jalan ya Ca. Jangan lupa berkabar dengan kita." Mela memeluk Caca untuk terakhir kalinya.


"Iya. Makasih kalian udah nganter aku ke bandara." balas Caca.


"Mbak Caca, Baik - baik di indo ya. Jangan lupa titipan buat keluargaku." Dani menyalami Caca.


"Siap Dan. Aman lah. Nanti gue kirim ke keluarga loe. Punya Mela juga." balas Caca.


"Jangan galau - galau lagi ya Ca. Semoga kamu bertemu jodoh yang tepat, siapapun itu." doa Mela.


"Aamiin. Makasih Mel, Dan." Caca menatap haru pada kedua rekan kerjanya.


"Sayang Indah gak bisa gabung ya." gumam Dani.


"Ya kan Indah udah pindah di kyoto sekarang. Jauh." balas Mela.


Caca lalu melangkah masuk ke ruang tunggu setelah terdengar panggilan dari pengeras suara.


Mela dan Dani melambaikan tangan hingga Caca tak terlihat lagi. Caca langsung masuk menuju gerbang keberangkatan pesawatnya.


"Ma, aku datang. Semoga pilihan Mama jad yang terbaik buat hidupku." gumam Caca dalam hati saat pesawat sudah mulai take off.


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 7 jam, akhirnya Caca tiba di bandara soekarno hatta, Indonesia.



( source : google )


Caca melanjutkan perjalanan ke kota B dengan naik bis malam yang super nyaman. Karena masih jetlag, Caca memilih untuk berisitirahat selama perjalanan agar bisa lebih fresh esok pagi.


"Akhirnya sampai juga." Caca turun dari bis dan merenggangkan kedua tangannya.


Caca bergegas menaiki taksi yang ada di depan pool bis itu menuju ke rumah orangtuanya.


"Assalamualaikum." Caca memberi salam.


Tak ada jawaban dan rumah terlihat sepi.


"Loh Nak Caca.. Nyari Mama nya ya ?" sapa tetangga depan rumah.


"Iya Bu. Kok kayak sepi ya. Mama sama Papa gak ada ya Bu ?" tanya Caca.

__ADS_1


"Tadi keluar joging kayaknya. Mungkin bentar lagi pulang. Mau nunggu di rumah Ibu ?" Tetangga yang biasa dipanggil Bu Ari itu menawarkan.


"Gak usah Bu. Makasih. Saya tunggu disini aja." balas Caca dengan sopan.


"Nak Caca ini katanya kerja di Jepang ?" tanya Bu Ari mulai kepo.


"Iya Bu. Ini baru pulang. Kemungkinan kan kembali menetap di Indonesia aja." jawab Caca.


"Syukurlah kalo gitu. Kasihan Mamanya kalo udah cerita tentang Nak Caca suka sambil nangis." kata Bu Ari.


"Oh gitu Bu. Mungkin kangen." balas Caca.


"Iya Nak. Kan lama dan jauh perginya." lanjut Bu Ari.


"Ya namanya juga bekerja Bu. Mumpung ada kesempatan. Tapi sekarang juga kan udah pulang." Kata Caca lagi. Caca sebenarnya malas berbasa - basi seperti ini. Tapi kalo tak ditanggapi juga gak sopan. Caca akhirnya membuka koper berisi oleh - oleh dan mengeluarkan sepaket buat diberikan ke tetangga nya yang super kepo itu.


"Bu, ini ada sedikit oleh - oleh dari Jepang." Caca menyodorkan kanting berisi makanan dan cindera mata dari jepang.


"Wah.. Makasih ya Nak. Repot - repot segala." Bu Ari menerima oleh - oleh itu dengan sumringah.


"Cuma sedikit Bu." balas Caca.


"Nak Caca, Ibu tinggal ke dalam dulu ya. Mau bikinin Bapak kopi dulu." pamit Bu Ari.


"Iya Bu." balas Caca singkat.


Akhirnya Caca bisa bernafas lega selepas Bu Ari pergi.


"Giliran udah dikasih oleh - oleh aja langsung balik. Kenapa gak dari tadi aja sih !" gerutu Caca lirih.


Caca menunggu Yesa dan Arman yang belum kembali dengan menyandarkan tubuhnya di sofa teras. Rasa kantuk akibat jetlag mulai menyerangnya hingga akhirnya terdengar suara pagar dibuka.


"Caca...Ini kamu Nak ?" teriak Yesa sambil berlari menghampiri anaknya.


"Mama... Papa... Surprise.." Caca merentangkan kedua tangannya memeluk Mama dan Papa nya.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Semuanya sudah tamat ya !!


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2