
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Hari ini Arman sudah diperbolehkan pulang setelah 3 hari dirawat di rumah sakit.
"Alhamdulilah akhirnya bisa kembali ke rumah ini lagi." ucap Arman penuh syukur.
"Iya Pa. Mulai sekarang Papa harus mengurangi kegiatan dan jaga kesehatan juga." kata Wiwid.
"Mama sih maunya Papa di rumah aja. Gak usah ambil pekerjaan lagi apalagi sampai ke luar kota." Yesa ikut bicara.
"Dengerin Mama tuh Pa. Lebih baik Papa pensiun total. Mau sampai kapan sibuknya ?" Rara ikut berbicara.
"Sampai Adik kamu menikah. Baru Papa bisa tenang." balas Arman.
"Ish.. Kok aku sih Pa ?" protes Caca.
"Ya kan Papa Mama tinggal nungguin kamu aja. Baru setelah itu kami akan tenang menjalani masa tua." balas Arman.
"Iya dek. Kapan kamu mau menikah ?" tanya Yesa serius.
"Jodohnya juga belum ada Ma." elak Caca.
"Gimana mau ada jodoh. Giliran ada yang mendekat dijutekin." sindir Rara.
"Apaan sih Kak ?" Protes Caca. Wiwid yang melihat gelagat akan pecahnya pertengjaran diantara kedua adiknya, mengantarkan Arman ke kamar untuk beristirahat.
"Iya kan. Jojo tuh niat serius sama kamu. Dia mau meperbaiki kesalahpahaman yang terjadi. Tapi kamu gak pernah kasih dia kesempatan. Mau sampai kapan kamu menyendiri gini ?" lanjut Rara.
"Kakak gak pernah sih ngerasain gimana ditinggal pergi tanpa kabar lalu ditinggal pergi selamanya saat tinggal menghitung hari menuju pernikahan. Gak usah sok tau sama perasaan aku." Caca mulai emosi.
"Ya tiap orang tuh memang jalannya beda. Gak bisalah saling membandingkan." Rara ikut terbawa emosi.
"Itu tau. Makanya jangan sok tau. Ada waktunya aku akan membuka hati. Tapi tidak sekarang." Caca berkata sedikit keras.
"Udah.. Udah.. Kok kalian malah berantem. Kami gak mendesak kamu, tapi kami hanya berharap kamu cepat membuka hati Ca." Yesa coba menengahi.
"Gak tau deh Ma. Aku mau ke kamar dulu. Mungkin besok aku akan pulang ke kota D. Males lamaan disini. Toh Papa juga sudah pulih." Caca langsung pergi setelah berkata itu.
Yesa, Wiwid dan Rara hanya diam saja mendengar ucapan Caca.
"Kamu tuh lain kali kalo ngomong dijaga sedikit. Udah tau adiknya sensi, diajak berdebat gitu lagi." Wiwid menasehati Rara.
"Iya Kak. Maaf. Abis aku emosi lihat Caca kayak gitu." balas Rara.
"Ya udah. Kalian juga istirahat. Nanti biar Mama ngomong pelan - pelan sama Caca." Kata Yesa.
Hari ini terjadi kesibukan di kediaman Arman dan Yesa. Anak dan menantunya sengaja ingin membuat surprise party untuk anniversary orangtua mereka. Rara sengaja mengajak kedua orangtuanya untuk menemani nya mengajak kedua putrinya untuk berenang di hotel berbintang.
__ADS_1
*flashback on*
"Mama sama Papa di rumah aja Ra. Kamu pergi aja sama Kakak atau adik kamu." tolak Yesa.
"Gak mau Ma. Aku gak mau ngajak Caca. Kan sekalian Mama dan Papa refreshing. Cuma bentar kok, siang juga udah pulang lagi." bujuk Rara.
"Kan bisa sama Kak Wiwid ?" Yesa masih enggan untuk pergi.
"Kakak tuh ada urusan sama Mas Hedi." kata Rara.
"Lah.. Emangnya Fahmi kemana ?" tanya Arman.
"Ada urusan di Pabrik. Nanti siang juga pulang." jawab Rara.
"Ya nunggu Fahmi aja kalo gitu." usul Yesa.
"Kelamaan Ma. Ini anak - anak udah minta dari kemarin." Rara beralasan.
"Ya udah deh. Kita temenin aja Pa. Kasihan Rara kalo jaga anak - anak sendirian." Yesa akhirnya setuju.
"Lagian kamu tuh nagpain berantem sama Caca toh. Bikin ribet aja." keluh Arman.
"Gak tau lah Ma. Biar aja. Biar dia lebih mikir." balas Rara.
*flashback off*
Taman belakang rumah sudah di dekor. Makanan pun sudah siap berjajar disana. Wiwid dan Caca sengaja memesan makanan dari penjual gerobak yang biasa lewat di depan rumah.
"Assalamualaikum." Seseorang memberi salam.
"Hai Ca. Apa kabar ?" tanya Jojo sambil mendekat pada Caca.
"Baik. Masih belum pulang ?" Caca balik bertanya dengan sinis.
"Belum. Kan kerjaan aku disini belum beres." jawab Jojo.
"Sampai kapan ?" tanya Caca lagi.
"Nunggu kamu balik ke kota D juga. Biar bareng." Jojo tersenyum jahil pada Caca.
"Idih.. Siapa juga yang mau pulang bareng." tolak Caca sambil berlalu meninggalkan Jojo.
"Yang sabar ya." Hedi datang menghampiri Jojo.
"Siap Mas. Apa sih yang gak buat nunggu Caca luluh." balas Jojo.
"Pelan - pelan aja Jo. Mas yakin Caca akan luluh juga." Hedi menyemangati Jojo.
"Cie.. Calon suami idaman nih." ledek Fahmi.
"Semoga ya Mas." Jojo langsung mengaminkan ucapan Hedi.
"Mi, semuanya udah siap. Kamu jemput Mama papa di hotel deh." kata Wiwid.
__ADS_1
"Siap Kakak ipar. Saya berangkat." balas Fahmi sambil memberi hormat.
"Dasar kumat." sindir Wiwid.
"Udah beres semua Yang ?" tanya Hedi.
"Udah Mas. Tinggal nunggu beberapa teman mama papa aja. Sepertinya sudha di jalan." jawab Wiwid.
"Oke kalo gitu. Aku boleh nyicip dikit gak yang ? Udah lapar nih ?" tanya Hedi.
"Ya minta aja sama penjualnya. Ini kan porsinya juga banyak. Kamu juga makan dulu aja Jo." kata Wiwid.
"Siap Kak." balas Jojo.
Keduanya lalu menuju gerobak siomay untuk memesan masing - masing seporsi siomay.
Sementara Wiwid memesan semangkok bakso dan membawanya ke dalam rumah.
"Dek, kamu gak makan dulu ?" tanya Wiwid.
"Emang boleh Kak ?" Caca balik bertanya.
"Boleh lah. Mama sama Papa juga datangnya sekitar sejam lagi." jawab Wiwid. Caca lalu beranjak dan menuju ke penjual pempek. Dia memesan seporsi dan tak lupa segelas es cincau hijau.
"Dek, kamu jangan galak - galak dong sama Jojo." Wiwid menasehati.
"Abis dia nimbrung aja di acara keluarga kita." keluh Caca.
"Itu berarti dia serius memperjuangkan kamu." kata Wiwid.
"Iya sih. Aku juga kasihan sama dia. Dari kemarin aku omelin terus." kata Caca.
"Makanya kasih kesemoatan buat Jojo." pinta Wiwid.
"Iya. Pelan - pelan aja Kak." balas Caca.
"Kurangi lah judesnya. Siapa tau emang dia jodoh kamu dek." lanjut Wiwid.
Caca hanya diam sambil mengaminkan dalam hati.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ
Bersambung