Tiga Dara

Tiga Dara
#110 Reuni Mini (1)


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...****************...


Caca sedang bersiap di kamar kost nya. Hari ini dia akan menghadiri pernikahan sahabatnya, Nina.


*tin..tin..* bunyi klaskon mobil terdengar. Caca bergegas keluar dari tempat kostnya.


Dilihatnya sebuah mobil sedan hitam berhenti di depan rumah kostnya.


"Sabar napa. Gue kan harus jalan dari dalam." gerutu Caca sambil masuk ke bagian belakang mobil.


"Ya biar cepet aja say." Sapa seorang lelaki yang juga sahabatnya, Dika.


"Hai Dik, Hai Intan. Halo Indi sayang." Caca menyapa Dika dan istrinya Intan juga si kecil Indi.


"Hai cantik." balas Dika.


"Dik, ada istri kamu loh, malah muji cewek lain." protes Caca.


"Dia mah udah kebal. Udah tau cintanya aku cuma buat dia." Dika menatap mesra pada sang istri. Intan yang sedang memangku anak mereka hanya tersenyum. Intan cukup tau hubungan pertemanan antara suaminya dan Caca.


"Idih.. Gombal. Udah jalan aja, males jadi obat nyamuk." kata Caca.


"Siap Cantik." Dika kembali melajukan mobilnya.


Setelah menjemput Caca, mereka langsung menuju gedung tempat resepsi Nina.


"Ririn mana ya ?" Caca celingukan mencari sahabatnya.


"Tau tuh. Mungkin udah di dalam." jawab Dika asal.


"Ya gak mungkin lah. Kan tadi janjian disini." balas Caca.


"Belum datang kali. Tunggu aja." kata Dika.


Sambil menunggu Ririn, Caca asyik menggoda si kecil Indi yang anteng di pangkuan Intan.


Sekitar setengah jam mereka menunggu Ririn.


"Hai gaes. Sorry ya tadi macet." Ririn bergegas menghampiri sahabatnya.


"Kebiasaan deh. Dasar tukang ngaret." protes Dika.


"Dik, mulutnya dijaga. Ada Indi." Caca mengingatkan.

__ADS_1


"Eh.. Maafin Papa ya Sayang." Dika mencium pipi Indi.


"Hhmm.. Pantesan lama, ternyata bawa gandengan." sindir Caca.


"Wah.. Iya nih. Kayaknya abis ini ada traktiran deh." Dika menambahkan.


"Apaan sih kalian. Kenalin ini Bayu." Kata Ririn kalem.


"Hai. Gue Dika. Ini istri gue Intan, anak kkecil yang cantik ini Indi anak gue. Dan ini Caca sahabat gue dan Ririn juga." Dika nyerocos sambil menyalami Bayu.


"Gue Bayu." balas Bayu.


"Hhm.. Cocok Rin." bisik Caca di telinga Ririn.


"Hehehe. Sip." Ririn balas berbisik.


"Yuk kita masuk. Udah laper nih." kata Dika.


"Yuk." jawab Caca dan Ririn kompak.


"Sini biar Indi sama aku." Dika mengambil Indi dari gendongan Istrinya.


Dika dan Bayu berjalan di belakang Caca, Ririn dan Intan.


"Selamat ya Nin. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawardah, warohmah dan penuh berkah." Caca menyalami dan mencium pipi Nina.


"Makasih ya Ca. Sendirian aja ?" tanya Nina iseng.


"Hai besti. Selamat ya." Ririn langsung menghampiri dan memeluk Nina dengan erat.


"Makasih ya. Akhirnya kalian datang juga." kata Nina. Bayu ikut menyalami Nina dan suaminya.


"Iya nih. Nungguin new couple tadi." Dika melirik pada Ririn.


"Owh.. Udah punya pacar sekarang." balas Nina.


"Selamat ya Say. Semoga Samawa." kata Dika.


Intan yang di sebelahnya juga ikut menyalami.


"Hai Indi. Udah gede aja." Nina mencubit pipi gembul Indi.


"Iya dong aunty. Kan dikasih maem sama Mama." Dika yang menjawab.


"Yuk kita foto dulu." kata Nina. Mereka semua foto bersama pengantin.


"Kurang satu orang nih." celetuk Ririn.


"Emang siapa ?" tanya Nina.

__ADS_1


"Kan Mas Jojo gak ada." jawab Ririn.


"Ooh.. Iya ya. Dia juga besti kita." balas Nina.


"Ini mah gara - gara di gantungin sama Caca tuh. Jadinya dia oatah hati pergi ke Amerika." kata Dika.


"Gosip aja loe. Hoax tau." protes Caca.


"Makanya klarifikasi dong." sindir Ririn.


"Gak ada yang perlu di klarifikasi. Kan gue gak ada apa - apa sama Jojo." Kata Caca kesal.


"Cie.. Marah die. Udah yuk kita makan aja." Dika menarik tangan Caca untuk turun dari pelaminan.


Akhirnya mereka menikmati makanan yang tersaji. Caca hanya diam saja mendengarkan ocehan sahabatnya. Caca merasa mood nya hancur karena mengingat Jojo. Selain itu Caca juga kangen dengan sosok Jojo yang menghilang setelah kejadian waktu itu.


"Apa mungkin Jojo sudah menikah dengan perempuan yang dijodohkan dengannya itu ?" gumam Caca dalam hati.


"Duh.. Kok melamun sih Cantik." tegur Dika.


"Eh.. Gak kok. Cuma kepikiran sesuatu aja." kata Caca.


"Pasti mikirin Jojo ya ?" tebak Dika.


"Sok tau loe." kata Caca ketus.


"Udah.. Udah.. Jangan berdebat. Kita makan aja." Intan coba menengahi.


"Kita perlu ngumpul nih kayaknya." usul Dika.


"Hayuk aja. Tinggal menyesuaikan waktunya pengantin baru." balas Ririn.


"Oke. Atur aja. Gue tunggu kabarnya." kata Caca.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Semuanya sudah tamat ya !!


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2