
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Akhir tahun ini, Rara dan Caca janjian untuk pulang ke kota B bareng. Karena Fahmi harus kerja dan gak ikut pulang.
Caca menghampiri Rara di kota F. Dari kota F mereka naik kereta api menuju kota B.
Fahmi ikut mengantarkan keduanya ke stasiun.
"Ra, ini oleh - oleh buat Mama sama Papa. Aku juga nitip buat Ibu ya." Fahmi memberikan kardus berisi oleh - oleh khas kota F.
"Iya Yang. Nanti aku kasih ke Ibu. Makasih ya." Rara memeluk Fahmi sebelum naik ke kereta.
"Dah Kakak. Sayang banget ih gak ikutan pulang." Caca pamit pada calon kakak iparnya.
"Ya gimana lagi. Kan aku harus kerja, biar cepet nikahin kakak kamu." kata Fahmi.
"Iya deh Kak. Bye." Caca mengikuti Rara yang sudah naik lebih dulu ke kereta.
Keduanya asyik bercerita sepanjang perjalanan. Hingga tak terasa sudah sampai di kota B. Rara segera menurunkan koper mereka dan bersiap untuk turun.
Di stasiun, Yesa sudah menjemput mereka.
"Mama... Rara kangen.." Rara berjalan cepat menghampiri Yesa.
"Iya Kak. Mama juga kangen sama kalian." Yesa memeluk erat putrinya.
"Caca juga kangen sama Mama." Gantian Caca yang memeluk sang Mama.
"Iya anak bungsu Mama. Mama kangeen banget sama kalian." Yesa mengecup pipi Caca lembut.
"Papa gak ikut jemput Ma ?" tanya Rara.
"Gak. Papa lagi ada kerjaan di luar kota." jawab Yesa.
"Kerja terus... " sindir Rara.
"Bukannya Papa udah pensiun ya Ma ?" tanya Caca.
"Iya. Tapi ada yang minta bantuan Papa dari pabrik. Beaok juga udah pulang kok." Yesa menjelaskan.
"Kok Mama gak ikut ?" tanya Rara lagi.
"Kan kalian mau datang. Papa juga cuma 3 hari disana." jawab Yesa.
"Iya deh Ma." kata Rara.
"Kita makan dulu yuk Ma, Kak." Caca coba mengalihkan obrolan yang mulai menegang.
"Mau makan apa ?" tanya Yesa.
"Makan sop buntut yabg di deket sini aja Ma." usul Caca.
"Kakak mau ?" Yesa bertanya pada Rara.
"Boleh." jawab Rara singkat.
Ketiganya lalu berjalan menuju ke restiran sop buntut di sebelah selatan stasiun. Sebelumnya mereka menyimpan koper ke dalam mobil.
Hari ini malam tahun baru, mereka sudah bersiap untuk merayakan tahun baru. Yesa membeli beberapa kilo daging dan sayuran serta makanan olahan untuk pesta barbeque nanti malam. Hedi, Wiwid dan kedua anak mereka juga menyempatkan datang untuk menikmati pergantian tahun bersama - sama.
"Nak, tadi lupa belum beli minuman. Tolong belikan ya." pinta Yesa pada Hedi.
__ADS_1
"Iya Ma. Biar Hedi yang beli." kata Hedi.
"Ini uangnya Nak." Yesa menyodorkan beberapa lembar uang warna merah.
"Gak usah Ma. Biar dari Hedi aja." Hedi menolak dengan halus.
"Yah, mau pergi ya ? Chika ikut." rengek sang putri.
"Ayo. Kamu pake jaket dulu." kata Hedi.
"Mas, aku boleh ikut ?" tanya Caca.
"Aku mau naik motor Ca." tolak Hedi.
"Ooh.. Ya udah deh gak apa. Nanti aku keluar sendiri aja." kata Caca.
"Kamu ada yang mau dibeli ? Titip aku aja." kata Hedi
"Gak usah Mas. Aku malu kalo harus nitip pembalut." kata Caca.
"Iya juga sih. Aku juga gak pernah beli kayak gitu. Hehehe." Hedi tertawa kecil.
"Mas, Aku mau ikut juga. Ada yang dibeli." Tiba - tiba Wiwid muncul.
"Ooh.. Beli apa sayang ?" Tanya Hedi.
"Beli keperluan Ifa. Ada yang ketinggalan." jawab Wiwid.
"Hhmm.. Kebetulan Caca tadi mau ikut, tapi karena aku naik motor jadi gak bisa. Kalo gitu kita naik mobil aja ya." kata Hedi.
"Boleh. Bentar aku panggil Caca dulu." Wiwid masuk ke dalam rumah.
Tak lama dia keluar bareng dengan Caca.
Mereka berempat berangkat menuju ke supermarket terdekat.
"Kak, kok Mas Hedi jadinya bawa mobil ?" tanya Caca ketika mereka sudah di dalam supermarket.
"Makasih ya Kak." Caca memeluk sekilas kakak sulungnya itu.
"Sama - sama Dek. Yuk, cepetan kita belanja. Kasihan Baby Ifa ditinggal." kata Wiwid.
Keduanya bergegas mengambil belanjaan yang diperlukan. Sedangkan Hedi dan Chika menunggu di tempat permainan anak.
"Pa, udah Papa duduk aja. Biar Hedi yang bakarin." kata Hedi pada papa mertuanya.
"Capek ah Nak kalo duduk terus." keluh Arman.
"Ya tapi kalo Papa udah capek tinggalin aja ya." kata Hedi. Arman hanya mengangguk.
Keempat wanita sedang mempersiapkan makanan lainnya. Sedangkan Chika sedang bermain sambil menemani baby Ifa yang tertidur di sofa.
"Daging sudah siap. Mari kita makan." Arman menyimpan piring berisi daging sapi dan ayam yang sudah dibakar. Di belakangnya Hedi membawa 2 piring berisi sosis dan jagung bakar.
"Ayo kita nikmati bersama." kata Yesa.
Keenamnya duduk santai di halaman belakang rumah mereka menikmati jagung bakar dan makanan lainnya.
"Yah, aku mau itu." Chika menunjuk pada sosis.
"Ini sayang. Makan yang banyak ya." Hedi memberikan dua buah sosis pada Chika.
Wiwid saat itu masih menyusui Baby Ifa di dalam rumah.
"Alhamdulilah cuacanya cerah ya." kata Yesa.
"Iya Ma. Jadi kita bisa menikmati malam di luar kayak gini." kata Caca.
__ADS_1
"Iya nih. Sayang gak ada kembang api." kata Rara.
"Nanti kita lihat aja kembang api dari orang lain." kata Yesa.
"Iya kalian ini. Ounya uang ya ditabung buat keperluan kuliah, bukan buat dihambur - hamburkan kayak gitu." Omel Arman.
"Papa ih.. Kumat deg pelitnya." sindir Caca.
"Bukan pelit tapi hemat." elak Arman.
"Sama aja Pa. Percuma duit banyak kalo gak bisa dinikmatin." Caca meledek sang Papa.
"Hhmm.. Udah.. Udah. Kita kan sedang berkumpul buat merayakan pergantian tahun bukan berdebat." Yesa menengahi.
"Tau tuh Adek. Ngomel aja dari tadi. Nikmatin aja napa." Kata Rara.
"Belum tentu tahun depan kita bakal kumpul lagi kayak gini kan ?" kata Wiwid.
"Loh.. Wajib dong kumpul di malam tahun baru." protes Caca.
"Ya kan kita gak tau ke depannya. Siapa tau kamu yang gak bisa." kata Rara.
"Gak mungkin lah kalo aku gak bisa. Kan keluarga adalah yang terpenting." kata Caca.
"Caca... Rara... Kalian kok malah berdebat gitu." Yesa menengahi.
"Caca tuh Ma yang mulai dulu." adu Rara.
"Kakak Ma. Aku mah biasa aja." Caca tak mau disalahkan.
"Caca... Kok aku ?" Rara juga tak mau mengalah.
*duar..duar...." terdengar bunyi kembang api di langit.
"Wah.. Bagus banget kembang apinya." kata Rara.
"Iya. Pasti dari alun - alun nih." Caca menambahkan.
"Happy new year semuanya." Wiwid memeluk suami dan Mama nya bergantian.
"Selamat Tahun Baru ya Pa." Yesa memeluk Arman.
"Iya Ma. Selamat tahun baru. Semoga tahun depan lebih indah lagi." Arman membalas pelukan Yesa.
"Aamiin." kata Yesa.
"Selamat Tahun baru Kak." Caca memeluk Rara erat.
"Iya dek. Maafin kakak ya." kata Rara.
"Sama - sama Kak. Maafin Caca juga."
Mereka semua berpelukan merayakan pergantian tahun minus Chika dan baby Ifa yang sudah tidur lebih dulu.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ
Bersambung