
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Caca terbangun ketika mendengar suara ketukan di pintu rumahnya. Caca melangkah keluar kamar dan membuka pintu. Dilihatnya seorang gadis kecil berdiri di depan pintu.
"Kak, ini ada makanan dari Ibu." kata gadis itu.
"Ibu ? Kamu cucunya Uwa Lilis kan ?" tanya Caca.
"Iya Kak. Aku Tya, cucu Nenek Lilis." jawab Tya, gadis kecil itu.
"Oh iya. Makasih ya. Eh.. Tunggu bentar." Caca bergegas masuk ke dalam kamar.
Dia hendak mengambil coklat dan sedikit uang untuk keponakan mantan calon suaminya itu.
"Kok gak duduk di dalam ?" Caca keluar lagi membawa bungkusan.
"Disini aja Kak. Mau langsung pulang, udah mau magrib." balas Tya.
"Kamu naik apa ?" tanya Caca.
"Naik sepeda." Tya menunjuk sepeda mini miliknya.
"Oh ya udah. Ini ada coklat sama biskuit buat kamu. Sama ada uang buat jajan juga ya." Caca memberikan bungkusan pada gadis kecil berusia 8 tahun itu.
"Makasih Kak. Tya pamit dulu." Tya mencium tangan Caca.
"Iya. Hati - hati ya. Salam buat nenek kamu." balas Caca.
Caca kembali masuk ke dalam rumah.
Perut Caca berontak ketika hidungnya mencium harum makanan dari bungkusan yang dibawakan Tya.
"Hhmm.. Enak nih kayaknya. Langsung makan aja ah." gumam Caca sambil membuka kotak berisi nasi, ayam koloke dan tumis brokoli wortel. Tak lupa ada puding juga untuk dessert nya.
(Source : google)
Selesai makan, Caca langsung menghubungi kedua temannya untuk membicarakan rencana mereka membuka distro. Mereka janjian bertemu di sebuah cafe untuk membahas rencana bisnis mereka.
Caca melirik jam di dinding, sudah jam 6 sore. Caca segera mengambil wudhu untuk sholat magrib. Selesai sholat mahrib, Caca langsung memesan ojek online lewat ponselnya. Tak butuh waktu lama, ojek online yanh dipesannya datang, Caca segera mengunci pintu rumahnya dan menumpang ojek online menuju kafe.
"Hai Ci.. Udah lama ?" sapa Caca pada sahabatnya.
"Baru aja kok. Langsung pesen aja Ca. Gue udah pesen." Eci mencium pipi Caca sekilas.
"Hhmm.. Cella belum datang ya ?" tanya Caca sambil melihat daftar menu.
"Palingan juga lembur bentar. Tau sendiri dia gimana, kalo kerjaan belum beres ya belum mau pulang." kata Eci.
Caca memanggil pelayan lalu memesan makanan dan minuman.
"Laper loe ? Mesen banyak ?" tanya Eci.
"Ini kan cuma camilan, bisa dimakan barengan." jawab Caca.
"Loe udah baikan kan ?" tanya Eci lagi.
"Alhamdulilah. Life must go on. Ingat pasti tali gak boleh terus sedih." jawab Caca.
__ADS_1
"Betul banget." balas Eci.
"Kerjaan kamu gimana Ci ?" tanya Caca.
"Lancar sih. Tapi gue sedikit bosen." kata Eci.
"Lah kenapa ?" tanya Caca lagi.
"Ganti Atasan. Rese orangnya." jawab Eci.
"Jangan kesel - kesel. Ntar jodoh loh." canda Caca.
"Semoga enggak ya." kata Eci ketus.
"Rencana distro kita gimana ?" Caca mengalihkan topik obrolan.
"Nanti deh dibahas lagi pas Cella datang. Konsepnya kan udah oke. Kita tinggal cari toko nya."ujar Eci.
"Oh iya. Kamu masih kost kan ?" tanya Caca.
"Masih. Emang kenapa ?" Eci balik bertanya.
"Temenin aku dong. Sepi tinggal sendirian." pinta Caca.
"Boleh sih. Abis bulan ini gue pindah ke rumah loe." balas Eci.
"Cakep. Makasih ya say." Caca langsung memeluk Eci.
"Iya. Tapi gak usah peluk - peluk gitu lah." protes Eci yang disambut cengiran oleh Caca.
"Hai.. Sorry gue telat." Cella datang lalu mencium pipi sahabatnya bergantian.
"Lembur Non ?" tanya Eci.
"Iya. Biasalah. Ada yang gak pas pembukuannya." jawab Cella.
"Gue ke toilet bentar ya." pamit Eci
"Gue nitip pesenin milkshake strawberry ya Ci." kata Cella.
"Oke." balas Eci.
Sambil menunggu Eci ke toilet, Caca dan Cella menikmati makanan mereka. Tepatnya makanan yang dipesan Caca.
"Cel, Mau gak tinggal bareng di rumah aku ?" tanya Caca.
"Rumah loe ? Dimana ?" tanya Cella.
"Rumah yang dibeliin Bang Bima. Di perumahan dekat rumah sakit umum." jawab Caca.
"Wah.. Deket sama tempat kerja Eci dong." kata Cella.
"Iya. Dia udah mau tinggal di rumahku. Kamu juga sekalian lah. Ada 3 kamar kok." kata Caca.
"Hhmm.. Liat nanti lah. Masih ada 2 bulan lagi." kata Cella.
"Oke deh. Aku tunggu keputusan kamu." kata Caca.
"Serius banget. Ngobrolin apa ?" Eci udah kembali dari toilet.
"Ini aku ngajakin Cella tinggal bareng di rumah ku." jawab Caca.
"Ooh.. Mau loe ?" Eci menatap Cella.
"Nanti gue pikir dulu." balas Cella.
__ADS_1
"Yaelah gitu doang pake mikir. Kan lumayan lebih irit." kata Eci.
"Kan jauh ke tempat kerja gue Ci. Lagian kosan gue masih 2 bulan lagi." balas Cella.
"Kan loe ada motor. Biar lebih gampang kalo ngobrolin soal distro." Eci membujuk Cella.
"Udah.. Udah.. Jangan bahas itu dulu. Sekarang kita bahas soal distro aja." Caca menengahi.
"Gue udah dapat tempat yang cocok." kata Eci.
"Dimana Ci ?" tanya Caca.
"Di dekat pusat kuliner. Kan lumayan tuh pasti rame." jawab Eci.
"Kalo harga oke ya oke aja. Gue juga udah dapet tempat sablon kaos yang bagus, harga juga terjangkau." lapor Cella.
"Sip. Kita kan emamg mau jual kaos dan baju dengan harga murah. Apalagi kalo lokasi dekat pusat kuliner, dekat situ kan ada beberapa kampus. Jadi bisa menyasar mahasiswi." lanjut Caca.
"Iya. Kita tinggal survey lokasinya. Terus loe udah dapat suppliernya Ca ?" Tanya Cella.
"Udah. Kebetulan teman aku pas kerja dulu jualan online baju lucu - lucu gitu. Aku udah bilang ke dia mau jadi reseller." jawab Caca.
"Berarti udah oke ya. Kita tinggal lihat lokasi. Untuk nama distro nya gimana ?" tanya Cella lagi.
"Ambil dari nama kita aja. Ciceca. Biar simple tapi enak didengar." usul Eci.
"Oke. Gue setuju." kata Cella.
"Aku juga setuju." imbuh Caca.
"Gue mau bikin kaos signature distro kita. Nanti gue bikin beberapa desain terus kirim ke kalian." kata Cella.
"Oke. Aku juga udah pesen perabotan yang dibutuhkan di distro." lanjut Caca.
"Perabotan ? Emang apa aja ?" tanya Eci.
"Gantungan buat baju, display, Sofa, kaca, buat kamar ganti." jawab Caca.
"Jangan lupa meja kasir." Cella memgingatkan.
"Oh iya. Aku tambahin deh. Ini juga pesen di Uwa nya Bang Bima, beliau bikin mebel rumahan gitu." kata Caca.
"Oke. Jadi kapan kita survey tempatnya ? Gue pengen cepet buka distro ini." tanya Cella.
"Gue tanya orangnya dulu." kata Eci.
"Kalo busa pas libur aja Ci. Biar bisa lihat pagi atau siang." Usul Cella.
"Oke. Sabtu ini ya. Nanti gue kabarin lagi." kata Eci.
"Oke." Caca dan Cella menjawab berbarengan.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ
Bersambung