Tiga Dara

Tiga Dara
#61 Sah


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi ☕ nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca 📖


...****************...


Menjelang hari H, Wiwid duduk melamun memandang keluar kamar.


"Kakak.... " Caca masuk ke kamar Wiwid dan duduk di hadapannya.


"Dek.. Ketuk pintu dulu kalo mau masuk." tegur Wiwid.


"Hehehe... Maaf kak.. Abis kakak diam aia dipanggil." Caca beralasan.


"Alasan aja kamu." protes Wiwid.


"Kakak kenapa ?" tanya Caca.


"Kakak cuma sedang menikmati masa - masa lajang yang bentar lagi berakhir dek." jawab Wiwid.


"Cie.. Yang mau nikah." goda Caca.


"Kakak bakal kangen banget sama kamar dan rumah ini." kata Wiwid.


"Kan bisa sering - sering pulang kesini Kak." Caca mengusap punggung Wiwid dengan lembut.


"Kak.. Lagi ngapain ? Loh dek... kamu disini juga ?" Rara masuk ke kamar Wiwid.


"Ini juga main nyelonong aja. Punya adik kok gak bisa ketuk pintu dulu ya !" sindir Wiwid.


"Kan pintunya kebuka. Aku juga mau ikutan ngobrol dong." Rara duduk di samping Wiwid.


"Kak Wiwid lagi sedih Kak. Bentar lagi mau nikah bakal ninggalin rumah ini." kata Caca.


"Kan emang udah lama di luar kota toh ?" kata Rara.


"Iya sih. Tapi pasti beda rasanya. Pulang ke rumah orang tua saat masih lajang dan saat bersuami apalagi udah ada anak." Wiwid menjelaskan.


"Iya juga sih. Tapi kakak bahagia kan mau menikah ?" tanya Rara.


"Pastilah kalo itu. Siapa juga yang gak bahagia mau dinikahi oleh dokter keren." jawab Wiwid.


"Iya ya. Entar siapa ya jodohku ? Dokter, pilot atau diplomat ?" Caca berkhayal.


"Sama sopir aja kamu mah." seloroh Rara.


"Ya gak apa - apa. Asal sopir pesawat terbang. Hehehe." balas Caca.

__ADS_1


"Yee.. Itu mah mau nya kamu dek." Wiwid menjitak kepala Caca.


"Ya gak apalah mau sopir, pilot atau apapun. Yang penting pekerja keras dan bertanggung jawab." kata Caca.


"Sok dewasa banget sih. Lagian masih kecil juga sok ngomongin jodoh." Rara ikut menoyor kepala adik bungsu mereka.


"Iih.. Kepalaku di fitrahin ini, main toyor - toyor aja." kata Caca kesal.


"Udah tinggal besok Kak. Udah siap kan ?" tanya Rara.


"Mau gak mau harus siap dek." jawab Wiwid.


"Jangan pernah berubah ya Kak meski sudah menikah." Rara memeluk sang kakak.


"Pasti dek. Kalian adalah adik - adik tersayang kakak." Wiwid balas memeluk Rara. Tak lupa diapun menarik Caca ke dalam pelukannya. Jadilah mereka bertiga berpelukan, saling mengeluarkan kasih sayang satu sama lainnya.


"Caca.. Rara... Wiwid... Turun sebentar.. Ada Tante Niken nih." panggil Yesa dari lantai bawah.


"Iya Ma." jawab mereka kompak.


Lalu ketiganya turun menemui tante Niken, saudara sepupu Yesa.


Esok harinya, pagi - pagi sekali Wiwid sudah bersiap untuk dirias. Hari ini akan dilangsungkan akad nikah antar Hedi dan Wiwid.


"Wah.. Kakak cantik banget." puji Rara.


"Makasih dek. Kamu juga cantik." balas Wiwid.


"Kalian semua memang cantik - cantik." Tante Yeti, perias pengantin sekaligus sahabat Yesa memuji ketiga kakak beradik itu.


"Makasih Tante." balas Rara mewakili saudaranya.


"Kalian disini temani kakak dulu ya. Tante mu nemuin mama kamu dulu." kata Yeti.


Tak lama kemudian rombongan calon pengantin pria datang, mereka langsung disambut oleh Arman dan Yesa selaku orang tua calon pengantin wanita.


Marini dan Herfan menyerahkan Hedi pada keluarga calon istrinya itu. Yesa dan Arman pun mengapit Hedi berjalan menuju tempat akad nikah akan digelar. Hedi duduk di sebuah kursi berhadapan dengan penghulu dan Arman selaku wali nikah.


Calon pengantin wanita memasuki ruangan diapit oleh kedua adiknya. Wiwid pun langsung duduk di kursi di sebelah Hedi. Hedi terpana melihat kecantikan Wiwid hingga tak sanggup mengalihkan pandangannya.


"Ehem.. " Arman berdehem untuk mengingatkan Hedi.


"Wah.. Sepertinya calon pengantin pria terpesona oleh calon pengantin wanita. Sabar dulu ya mas." Penghulu menggoda Hedi.


Hedi pun tersipu malu ketika aksinya diketahui oleh calon mertua dan semua hadirin.


"Mari kita mulai acara ijab qabulnya." kata Penghulu. Setelah mencocokkan data calon pengantin di buku nikah, rangkaian acara ijab qabul pun dimulai.


Dimulai dengan pembukaan yang dipandu oleh pembawa acara.

__ADS_1


"Bismillahiirohmannirrohim. Semoga acara ijab qabul ini berjalan dengan lancar dan penuh berkah." ucap pembawa acara.


"Aamiin." sambut para hadirin bersamaan.


"Selanjutkan akan dibacakan ayat suci al qur'an oleh saudara Ilham, seorang hafidz yang juga sepupu calon mempelai pria." lanjut pembawa acara itu.


Dilanjutkan oleh khutbah nikah yang disampaikan langsung oleh petugas dari KUA atau penghulu. Khutbah nikah ini berfungsi sebagai pembekalan bagi kedua mempelai, sekaligus pengingat tentang pentingnya menjaga keutuhan dalam pernikahan.


Setelah khutbah nikah oleh petugas KUA, tiba di puncak acara yaitu Ijab Qabul.


Arman menggenggam tangan Hedi dengan erat.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Hedi Mandala bin Hamid Anggara dengan anak saya yang bernama Widya Anindya dengan maskawinnya berupa emas tujuh belas gram dan uang sebesar satu juta tujuh ratus dua belas ribu rupiah, tunai.”


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Widya Anindya binti Arman Setyawan dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.” balas Hedi dengan lantang.


"Bagaimana Saksi ? Sah ?" tanya penghulu pada kedua saksi.


"Sah."


"Sah."


"Saahhhh...." hadirin ikut menjawab pertanyaan penghulu.


"Alhamdulilah.. Baarakallahu laka wa baaraka 'alaika wa jama'a bainakumaa fii khair." (Semoga Allah memberkahi engkau dalam segala hal (yang baik) dan mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan.)" penghulu membacakan doa.


Acara dilanjutkan dengan penandatangan buku nikah dan dokumen nikah oleh kedua mempelai, wali nikah dan para saksi.


Terlihat senyum lega dan bahagia yang terpancar dari kedua mempelai.


"Kamu cantik sekali." bisik Hedi saat mereka sedikit mendekat.


Wiwid hanya tertunduk tersipu malu dengan ucapan suaminya.


"Suami... Iya sekarang Hedi adalah suamiku." gumam Wiwid dalam hati.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopi☕ 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Semuanya sudah tamat ya !!


Like 👍 Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih 🙏🙏🙏


Bersambung


__ADS_2