
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 1/2 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca πππ
...***...
Wiwid, Indra, Caca dan Agung sangat menikmati jalan - jalan kali ini. Bahkan Caca antusias untuk menjajal hampir semua wahana terutama yang ekstrim. Agung pun dengan senang hati menemani kekasihnya. Sedangkan Wiwid tidak mau naik lagi wahana ekstrim setelah kepalanya pusing dan muntah - muntah sehabis naik roller coaster.
"Ndra, kita tunggu disini aja ya." kata Wiwid.
"Iya Wid. Nyantei aja." kata Indra.
"Kak, aku mau keliling dulu ya sama Mas Agung. Nantu kita ketemu lagi disini." kata Caca yang langsung menarik tangan Agung tanpa menunggu jawaban dari Kakaknya.
"Mau naik apa sekarang ?" tanya Agung.
"Naik itu Mas." Caca menunjuk wahana yang berbentuk perahu.
Mereka harus mengantre dulu untuk naik ke wahana itu. Setelah 2 putaran, barulah tiba giliran mereka.
Caca ikut berteriak dengan antusias saat perahu diayun tinggi dan cepat. Membuat suasana menjadi riuh campur aduk antara yang takut dan antusias.
"Mas, sekarang naik itu ya." Caca menunjuk wahana dengan kursi yang digantung tinggi dan diputar - putar.
Sebenarnya kaki Agung sudah mulai lemas saat turun dari wahana itu. Tapi demi menemani kekasihnya itu, Agung pun coba bertahan.
Sementara itu di tempat lain.
"Wid, mau naik atau mau makan ?" tanya Indra.
"Makan dulu aja Ndra. Abis itu kita naik Bianglala." jawab Wiwid.
"Oke. Kita makan disitu aja ya." Indra menunjuk resto ayam cepat saji.
"Oke." Tanpa sadar Wiwid langsung menggandeng tangan Indra. Indra yang terkejut hanya diam sambil tersenyum dalam hati. Keduanya bergandengan menuju restoran.
Selesai makan, Indra dan Wiwid langsung antri di wahana Bianglala.
Wiwid dan Indra duduk berhadapan.
"Wid, kamu mau gak jadi pacar aku ?" Indra menembak Wiwid saat kereta mereka tepat beeada di puncak wahana.
Wiwid hanya memandang tajam pada Indra. Dia tak menyangka Indra akhirnya nembak saat berada di tempat romantis seperti ini.
"Wid.. Kok malah melamun ? Kamu mau gak jadi pacar aku ?" ucap Indra sekali lagi.
"Iya aku mau." jawab Wiwid sambil menundukkan wajahnya yang memerah.
"Makasih ya Wid." Indra reflek memeluk Wiwid yang resmi menjadi kekasihnya.
"Sama - sama." Wiwid membalas pelukan Indra.
Indra sudah menarik wajah Wiwid mendekat untuk mencium bibirnya saat kereta berhenti.
"Ndra, Udah sampai. Banyak orang." Wiwid memdorong wajah Indra menjauh.
"Gagal deh mau cium dia. Yang penting udah jadian deh." gumam Indra dalam hati.
Indra memeluk bahu Wiwid dan menariknya mendekat. Sambil mencoba mencium pipi Wiwid.
__ADS_1
"Ndra, apaan sih ? Baru juga jadian udah main nyosor aja." protes Wiwid saat Indra berhasil mencium pipinya.
"Kan nungguinnya lama sampai kamu melihat aku." kata Indra tanpa merasa bersalah.
"Kasian deh kamu." Wiwid malah meledek Indra.
"Yang, kiss dong." bisik Indra.
"Banyak orang. Malu lah." kata Wiwid lirih.
"Disana sepi Yang." bisik Indra nakal.
"Kamu ternyata fuckboy juga ya." sindir Wiwid.
"Eh.. Gak kok. Cuma minta cium doang." elak Indra.
"Sabar Ndra. Semua itu ada tahapannya. Masa baru jadian udah minta cium bibir." Wiwid mulai kesal.
"Iya iya. Maaf." Indra gak mau kehilangan gadis yang dikaguminya sejak lama.
"Awas ya kalo aku denger kamu minta kayak gitu lagi. Jangan bikin aku nyesel udah nerima kamu." Wiwid memperingatkan Indra.
"Iya Wid." jawab Indra lirih.
"Emang dia pikir aku cewek gampangan ?" gumam Wiwid dalam hati. Mereka pun memilih untuk duduk dan saling diam.
Setelah 3 wahana ekstrim lainnya, akhirnya Caca memilih wahana yang santai.
"Mas, kita ajak Kak Wiwid naik itu yuk." kata Caca.
"Kamu hubungi dulu Kak Wiwid. Mereka ada dimana ?" kata Agung.
Akhirnya Wiwid dan Indra datang ke depan wahana boneka.
"Aku duduk sebelah kamu ya dek." Wiwid langsung menarik tangan Caca. Indra hanya terdiam sambil memandang pada Wiwid.
"Sepertinya Wiwid benar - benar marah sama aku." gumam Indra dalam hati.
"Boleh dong Kak." Caca tak curiga sama sekali dengan sikap kakaknya.
"Kamu kenapa Mas ?" tanya Agung sambil berbisik.
"Gak. Cuma salah paham dikit." jawab Indra sambil berbisik juga.
"Udah jadian ?" tanya Agung lagi.
"Udah dong. Aku tembak pas naik bianglala tadi." jawab Indra dengan bangga.
"Cie.. Yang udah jadian." ledek Agung.
"Berisik loe." Indra menoyor kepala Agung.
"Hahaha." Agung balas tertawa dengan keras hingga kedua gadis kakak beradik itu menoleh padanya.
"Kalian kenapa sih ? Kok seru sendiri ?" tanya Caca penasaran.
"Iih.. Kepo !" jawab Agung iseng membuat Caca hendak berbalik mencubit kekasihnya itu.
"Dek, perahunya oleng nih. Kamu mau kita kecebur." Wiwid memarahi Caca yang membuat perahu goyang.
"Maaf Kak. Abis Mas Agung nyebelin." kata Caca kesal.
__ADS_1
"Maaf Yang. Cuma bercanda." Agung menenangkan kekasihnya itu.
"Cuna bercanda kok Kak. Kita gak akan kecebur kok." Caca memeluk sang kakak.
"Kamu nih. Dewasa dikit dong." Wiwid mengacak rambut Caca.
"Kak, laper. Makan dulu yuk." ajak Caca sambil teeus bergelanyut manja pada sang kakak.
"Hayuk. Kamu mau makan apa ?" tanya Wiwid.
"Di foodcourt aja ya." jawab Caca.
"Ndra, Gung, kita makan dulu ya." kata Wiwid pada dua lelaki yang berjalan di belakang mereka.
"Oke. Aku juga udah laper." kata Agung.
Mereka pun duduk di salah satu kursi dan memesan makanan sesuai selera masing - masing. Agung mengajak Caca untuk memesan makanan meninggalkan Wiwid dan Indra.
"Kita baikan nih ?" bisik Indra sambil duduk di sebelah Wiwid.
"Iya." jawab Wiwid singkat.
"Jawabnya jangan singkat gitu dong." kata Indra.
"Iya. Aku gak apa kok. Kamu tenang aja." Wiwid tersenyum pada Indra.
Tak lama Caca dan Agung datang membawa makanan. Wiwid dan Indra hanya memesan minuman dan makanan ringan saja karena tadi sudah makan.
"Cie.. Ada yang baru jadian nih ?" sindir Agung.
"Kakak udah jadian sama Kak Indra ?" tanya Caca tanpa basa basi.
"Udah dong." Indra yang menjawab. Sedangkan Wiwid hanya tersenyum saja.
"Traktirannya dong." kata Caca.
"Iya gampang. Lain kali kita jalan - jalan lagi." kata Indra.
"Kita nonton aja Kak." usul Caca.
"Boleh. Nanti biar Wiwid yang ngatur waktunya" kata Indra.
"Udah. Cepetan kamu makan, Udah sore. Kita harus pulang." kata Wiwid.
"Siap Kakakku yang cantik." Caca tersenyum menatap Kakaknya.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
Bersambung
__ADS_1