Tiga Dara

Tiga Dara
#66 Libur tlah Usai


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...****************...


Liburan telah usai. Caca dan Rara bersiap untuk kembali ke kota tempat kuliah mereka. Kebetulan mereka akan naik kereta bersama ke kota F terlebih dahulu. Baru Caca akan melanjutkan perjalanan ke kota D. Fahmi tidak pulang bareng mereka karena dia akan pulang beberapa hari kemudian bersama pamannya yang akan up bekerja di kota F.


"Kalian hati - hati ya. Kuliah yang bener." pesan Arman saat mengantar kedua putrinya ke stasiun.


"Iya Pa. Papa juga jaga kesehatan ya. Akur - akur sama Mama." Caca balik memberi nasehat sambil memeluk sang Papa.


"Kamu nih. Berani ya sama orangtua." Arman menggusak rambut Caca.


"Becanda Pa." Memang Caca anak yang jahil, yang berani meledek kedua orangtua dan kakak - kakaknya.


"Hati - hati sayang. Jangan lupa makan ya." Yesa memeluk Rara dengan erat. Yesa sangat tahu kondisi Rara semenjak kejadian kelam beberapa bulan lalu yang membuatnya kehilangan na*** makan.


"Iya Ma. Mama jangan lupa nengokin ke kota F ya." pinta Rara.


"Iya. Lihat waktunya dulu ya." balas Yesa.


Rara pun mengangguk.


"Kamu juga jangan telat makan. Makan nasi, jangan kebanyakan jajan. Nanti tambah gendut loh." Yesa memeluk putri bungsunya.


"Iih.. Mama body shaming." protes Caca.


"Biarin. Abis pipi kamu emang makin tembem." Yesa mencubit pipi Caca.


"Auw.. Sakit Ma." Caca mengusap pipinya.


"Kami masuk dulu ya Ma, Pa. Dah." pamit Rara sambil menggandeng adiknya.


"Dah Mama... Dah Papa." Caca melambaikan tangan pada kedua orangtuanya.


Yesa dan Arman membalasnya. Mereka duduk di salah satu bangku, menunggu hingga kereta berangkat.


"Gak kerasa anak - anak sudah besar semua ya Ma." kata Arman.


"Iya Pa. Kita semakin tua." balas Yesa.

__ADS_1


"Kamu gak mau pensiun Ma ?" tanya Arman.


"Buat apa ? Toh di rumah juga aku kesepian." jawab Yesa memalingkan mukanya menghindari tatapan Arman.


"Aku rasa kita harus memperbaiki hubungan kita. Aku gak mau rumah tangga kita makin hancur." kata Arman.


"Kan kamu juga yang bikin kayak gini. Kamu gak pernah perhatian sama aku." Yesa mulai memberanikan diri menatap suaminya.


"Aku minta maaf ya Ma. Aku ingin berubah." Aramn meraih tangan sang istri.


"Kamu yakin mau berubah ?" tanya Yesa.


"Iya. Taoi kamu harus bantuin aku juga." Jawab Arman.


"Baiklah. Kita sama - sama berubah." kata Yesa sambil tersenyum pada lelaki yang dicintainya itu.


"Aku ingin menikmati masa tua dan sisa waktu kita dengan kedamaian. Kamu mau memberi aku kesempatan kan ?" tanya Arman.


"Pasti Pa. Kita nikmati masa tua bersama." Yesa bersandar pada bahu sang suami.


Arman balas mengecup lembut puncak kepala perempuan yang sudah memberinya 3 putri itu.


"Pulang yuk Pa. Malu dilihatin banyak orang." kata Yesa mengajak Arman berdiri.


"Kak, aku laper. Mana makanannya tadi ?" tanya Caca saat kereta baru berjalan setengah jam.


"Ya ampun dek. Baru juga makan, udah laper lagi." kata Rara.


"Ya gak tau. Emang laper aja." jawab Caca.


"Tuh.. Ambil di tas merah." Rara menunjuk tas yang ada di atas meja kecil.


Caca pun memakan bekal dengan lahap. Apalagi menu yang dibawakan Yesa adalah atam krispi kesukaannya.


Rara memilih untuk langsung tidur.


Setelah 10 jam perjalanan, mereka sampai di stasiun kota F. Rara dan Caca menarik koper dan tas bawaan mereka.


"Naik apa Kak ?" tanya Caca.


"Pesen taksi online aja. Bentar." jawab Rara.


Rara mengeluarkan ponselnya untuk memesan taksi online.

__ADS_1


"Kak, makan dulu yuk. Laper." kata Caca.


"Bungkus aja ya dek. Nanti makannya di kosan. Lagian ini taksi online nya udah dipesan." kata Rara. Caca pun mengangguk. Akhirnya mereka memesan nasi padang untuk dinikmati di kosan.


Tak lama taksi online yang dipesan pun datang. Keduanya meluncur menuju ke tempat kos Rara.


"Buruan sih kak. Aku udah laper." kata Caca ketika mereka sudah sampai di kosan Rara.


"Ya ampun dek. Sabar napa." Rara masih memasukkan kunci ke pintu.


Setelah pintu terbuka, Caca langsung berlari ke kamar mandi.


"Katanya laper. Kok larinya ke kamar mandi ?" ledek Rara.


"Ya kebelet pipis juga. Sekalian cuci tangan." jawab Caca berteriak dari dalam kamar mandi.


Diluar kamar mandi, Rara sibuk menata makanan yang tadi dibelinya pada piring. Tak lupa dia menyiapkan minum untuk mereka berdua. Setelah itu Rara sempat cuci muka di wastafel depan kamar mandi.


"Silahkan makan tuan putri." kata Rara saat sang adik keluar dari kamar mandi.


"Uuh.. Makasih kakakku sayang." balas Caca.


"Makan duluan aja. Aku mau nyimpan tas ke atas dulu." kata Rara.


Kamar kos Rara memang berbentuk mezanin. Lantai bawah ada ruang tamu / ruang keluarga, dapur dan kamar mandi. Sedangkan lantai atas adalah ruang tidur.


Setelah berganti baju, Rara turun kembali dan bergabung dengan sang adik.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Semuanya sudah tamat ya !!


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2