
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Pagi itu Caca tengah bersiap di kamarnya. Hari ini Caca akan bertemu dengan orangtua Jojo.
"Ca.. Jojo udah datang tuh." panggil Eci.
"Iya. Bentar lagi aku keluar." balas Caca dari dalam kamar.
Caca kembali menatap pantulan dirinya di cermin. Mengoreksi wajah dan pakaiannya. Selesai merasa puas dengan penampilannya, Caca keluar dari kamarnya.
"Wow.. Cantik banget Ca." ledek Eci.
"Biasa aja dong, gak usah ngeledek gitu." protes Caca.
"Hahaha. Cantik kok, meski pake make up tipis - tipis." kata Eci.
"Iya deh. Aku pergi dulu ya Ci. Doain lancar." bisik Caca.
"Siap. Selamat ketemu Camer." balas Eci.
"Assalamualaikum Jo." Caca menyapa Jojo yamg memilih menunggu di dalam mobil.
Semenjak dekat dan menjalin hubungan kembali dengan Caca, Jojo memang tak pernah mau masuk ke rumah Caca. Karena Jojo tahu bahwa rumah itu dibelikan oleh Bima, mantan calon suami Caca.
"Waalaikumsalam. Kamu cantik banget." puji Jojo.
"Makasih." balas Caca.
"Udah siap ?" tanya Jojo.
"Insha Allah." jawab Caca.
"Kita berangkat. Gak usah tegang gitu. Mami sama Papi baik kok." Jojo menepuk lembut bahu kekasihnya itu. Caca hanya membalasnya dengan tersenyum.
Sekitar 30 menit perjalanan yang ditempuh menuju rumah Jojo, tepatnya rumah orangtua Jojo. Karena selama ini Jojo tinggal di apartemen miliknya.
"Sudah sampai sayang." Jojo menghentikan mobil di depan sebuah rumah di komplek perumahan elit.
"Iya." jawab Caca gugup.
"Gak usah gugup. Aku akan selalu dampingi kamu." Jojo menepuk tangan Caca.
Keduanya lalu turun dan bergandengan tangan menuju rumah.
"Assalamualaikum." Jojo memberi salam sambil memasuki rumah.
"Waalaikumsalam." balas suara perempuan paruh baya.
"Mi.. " Jojo mencium tangan Mami nya. Lalu beralih pada sang Papi.
"Assalamualaikum." Caca ikut menyapa sambil mencium tangan Mami dan Papi Jojo bergantian.
"Waalaikumsalam. Cantiknya. Akhirnya Mami bisa ketemu sama calon mantu." tanpa Caca duga, Mami Jojo malah memeluk dirinya.
Caca hanya tersenyum sambil membalas pelukan Mami Jojo.
"Ayo masuk sayang. Ada tante Shinta juga di dalam." Mami Jojo yang bernama Sherly langsung menggandeng tangan Caca menuju ruang keluarga.
"Hai Raisa. Akhirnya kita ketemu lagi ya." Shinta menyapa Caca.
"Bu Shinta apa kabar ?" Sapa Caca dengan sopan.
"Hhmm.. Kamu gak boleh panggil saya Ibu. Saya kan bukan atasan kamu lagi." kata Shinta.
__ADS_1
"Iya Bu eh.." Caca terdiam bingung harus memanggil apa.
"Panggil Tante aja. Dia kan tante aku." bisik Jojo.
"Iya Tante." jawab Caca.
"Makin cantik ya kamu sekarang. Kerja dimana sekarang ?" tanya Shinta.
"Saya buka usaha distro sama sahabat saya." jawab Caca.
"Oh ya ? Dimana ? Saya juga sering ke distro di daerah kampus." tanya Shinta lagi.
"Distro saya juga disana." kata Caca.
"Sebelah mana distro CiCeCa ?" Shinta makin penasaran.
"Kebetulan itu distro saya." jawab Caca santai.
"Ya ampun. Keren banget kamu bisa buka distro kayak gitu. Katanya mau buka cabang ya ?" Kata Shinta kagum.
"Insha allah." balas Caca.
"Aku boleh ikut tanam modal gak ?" tanya Shinta.
"Nanti saya obrolkan dengan sahabat saya." kata Caca.
"Udah dong Shin. Daritadi kamu monopoli calon mantu aku." Protes Sherly.
"Iya Mbak Sherly. Maaf. Abis aku kangen sama mantan anak buah kesayangan aku ini." kata Shinta.
"Ca, Ikut Mami ke belakang yuk. Kita ngobrol di gazebo." ajak Sherly.
"Iya Mi." balas Caca.
Keduanya lalu menuju ke halaman belakang dan duduk santai di gazebo.
"Sambil diminum ya Ca." kata Sherly.
Caca hanya mengangguk.
"Santai aja sama Mami. Mami gak galak kok." Sherly melihat Caca masih sedikit gugup.
"Iya Mi." balas Caca.
"Mami minta maaf ya dulu sempat menjodohkan Jojo dengan Sarah." kata Sherly.
"Gak apa Mi. Itu juga kan dulu." balas Caca.
"Tapi seandainya Mami gak jodohin Jojo, pasti dia gak akan kecelakaan seperti itu." lanjut Sherly.
"Itu memang sudah jalan dari Allah Mi. Toh sekarang Mas Jojo udah sembuh dan kembali seperti sedia kala." Caca memegang tangan Sherly lembut.
"Iya sayang. Bahkan Mami bersyukur, Jojo kembali bertemu dan akan menikah dengan kamu." Sherly menatap lekat pada Caca.
"Iya Mi. Insha Allah." balas Caca.
"Kamu udah bilang sama orangtua kamu ?" tanya Sherly.
"Belum. Kemarin Mas Jojo juga tiba - tiba datang ketemu Mama Papa saat dinas ke kota B." jawab Caca.
"Mami dan Papi ingin segera ketemu sama orangtua kamu buat melamar kamu." kata Sherly.
"Nanti kita atur waktunya Mi." kata Caca.
Sementara itu Shinta menghampiri Bi Ana di dapur.
"Bi, tolong siapkan makan siang ya." Kata Shinta.
"Iya Bu." balas Bi Ana.
__ADS_1
Sepuluh menit kemudian.
"Bu, makanan sudah siap." lapor Bi Ana.
"Makasih Bi. Tolong panggilkan Mas Erwin, Mas Dicky sama Jojo di ruang kerja." lanjut Shinta.
"Baik Bu." Bi Ana langsung menuju ruang kerja.
"Mbak kamu sama Caca kemana ?" tanya Erwin, Papi Jojo.
"Mereka masih di gazebo. Biar aku panggilkan." jawab Shinta.
"Biar sama aku aja Tan." sela Jojo. Jojo langsung menuju ke gazebo di halaman belakang. Dilihatnya dua wanita yang sangat dicintai sedang bercengkrama dengan akrab.
"Mi, Ca, ayo kita makan dulu." Jojo menghampiri mereka.
"Udah waktunya makan siang emang ?" tanya Sherly.
"Iya Mi. Yang lain udah nunggu di ruang makan." jawab Jojo.
Ketiganya lalu menuju ruang makan.
"Asik bener ngobrol sama calon mantu Mbak ? Sampai gak inget ada adiknya yang cantik disini." sindir Shinta.
"Iya dong. Situ iri ya ? Makanya cepet cari mantu." ledek Sherly.
"Eh.. Buset. Anak aku masih 15 tahun Mbak. Masa iya suruh nikah muda." protes Shinta.
"Hehehe. Mbak lupa." balas Sherly.
"Udah makan dulu. Nanti berantem nya dilanjutin lagi." Erwin menengahi.
"Siapa yang berantem ? Kita tuh lagi debat." elak Sherly sambil tersenyum.
"Whatever. Ayo Ca, makan aja. Jangan sungkan." kata Erwin langsung mengalihkan pandangan pada Caca.
"Iya Pi." balas Caca.
Mereka makan dengan hening. Selesai makan, Jojo mengajak Caca duduk di depan tv bersama kedua orangtuanya.
"Nanti kalo mau ngelamar ke kota B, kabari aja ya. Aku ikut pokoknya." kata Shinta saat hendak pamit pulang.
"Iya Tan. Nanti Jojo kabari." balas Jojo.
"Oke. Aku pulang dulu ya Mbak, Mas. Bye Raisa." kata Shinta. Dicky pun pamit dan mengikuti istrinya keluar rumah.
"Ca, kamu sudah siap kan nikah sama anak Papi yang nakal ini ?" tanya Erwin.
Caca hanya terdiam sambil menatap Calon mertuanya bergantian.
Kira - kira apa jawaban Caca ?
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
Bersambung
__ADS_1