
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Malam hari selepas resepsi, kedua pengantin baru langsung bertolak ke jepang untuk bulan madu.
"Kalian hati - hati disana ya. Nikmati bulan madunya." Yesa memeluk putri bungsunya dengan berurai airmata. Berat baginya melepas putri bungsunya ke luar negeri.
"Iya Ma. Mama jaga kesehatan ya. Caca cuma 2 bulan aja disana." Caca memeluk erat sang Mama.
"Jaga Caca ya Jo. Papa serahkan Caca sepenuhnya sama kamu." Arman meneluk bahu menantu barunya itu.
"Iya Pa. Insha Allah Jojo akan selalu jaga Caca." balas Jojo dengan hormat.
"Kenapa kalian harus berangkat sore ini juga sih ?" keluh Yesa saat Jojo berpamitan padanya.
"Iya Ma. Kami mau liburan dulu sebelum saya sibuk menyelesaikan masalah di kantor pusat disana. Maafin saya ya Ma. Kami akan sering - sering telpon Mama." balas Jojo.
"Kapan - kapan kita kunjungi mereka disana jeng." Sherly ikut menambahkan.
"Iya jeng. Makasih. Saya cuma berat rasanya harus berpisah jauh dengan Caca." Yesa merasa sungkan pada besannya.
"Iya Jeng. Saya paham." balas Sherly sambil memeluk bahu besannya itu.
Caca dan Jojo berpamitan pada saudara mereka yang ikut mengantar ke Bandara.
"Ma, Pa, Kami pamit dulu ya." Caca mencium sekali lagi tangan kedua orangtuanya.
"Kak Wiwid, Kak Rara, Mas Hedi, Kak Fahmi, Caca pamit dulu ya. Tolong jagain Mama." lanjut Caca.
"Iya de. Kamu baik - baik disana ya. Have fun." Rara memeluk adiknya. Wiwid ikut mendekat dan memeluk kedua adiknya.
"Mi, Pi, kami pamit." Caca juga berpamitan pada mertuanya.
"Iya. Kami akan menyusul minggu depan." balas Sherly.
"Iya Kak. Kami juga akan pulang minggu depan." Iyas menambahkan.
Jojo lalu menggandeng tangan Caca dan mengajaknya masuk ke ruang tunggu pesawat.
Setelah penerbangan selama 10 menit, akhirnya mereka sampai di bandara haneda, tokyo.
__ADS_1
(source : google)
"Akhirnya sampai juga." Caca merentangkan tangannya sambil menunggu Jojo mengambil bagasi mereka.
"Capek Yang ? Sabar ya masih setengah jam ke apartemen." Jojo mengusap elmbut kepala Caca.
"Iya Mas. Aku haus, mau beli minum dulu. Sebentar ya." Caca bersiap bangkit untuk menuju sebuah vending machine.
"Emang kamu bisa belinya ?" tanya Jojo.
"Kamu lupa kalo aku pernah tinggal disini 5 tahun ?" Caca malah balik bertanya sambil tersenyum tipis.
"Oh iya. Aku lupa." balas Jojo.
Caca pun melenggang menuju vending machine dan membeli beberapa minuman.
"Minum dulu mas." Caca menyodorkan sebotol minuman kepada sang suami.
"Makasih sayang. Kita mau makan dulu atau gimana ?" Jojo mengumpulkan koper milik mereka.
"Bungkus aja deh makanannya. Gak sabar pengen mandi, badanku rasanya udah lengket semua." ujar Caca.
"Udah gak sabar pengen mandi bareng ya ?" goda Jojo.
"Adaw.. Kdrt ini mah." Jojo mengusap bekas cubitan Caca yang terasa pedes.
"Syukurin." balas Caca sambil tertawa.
Akhirnya mereka memutuskan untuk membeli makanan di bandara. Mereka menaiki taksi menuju ke apartemen.
(Source : google)
"Selamat datang di apartemen kita sayang." Jojo membuka pintu apartemennya.
"Wah.. Bagus banget Mas. Cukup besar juga. Ini milik kamu Mas ?" Caca menatap sekeliling apartemen.
"Iya. Ini milikku. Bahkan di lantai ini semuanya milik keluargaku." jawab Jojo.
"Oh ya ? Berarti Iyas tinggal disini juga ?" tanya Caca.
"Iya. Apartemen Iyas lebih besar sih dari ini. Tepatnya 2 unit dijadikan satu." jawab Jojo.
__ADS_1
"Keren banget kalian." puji Caca.
"Kakek yang belikan. Semua cucunya diberi apartemen disini." kata Jojo.
"Berarti kakek kamu kaya banget ya Mas ?" tanya Caca.
"Ya begitulah. Konglomerat jepang." jawab Jojo dengan santainya.
"Widih.. Gak salah dong aku pilih suami kamu. Udah ganteng, tajir lagi." Caca memeluk sang suami.
"Makasih pujiannya. Tapi yang tajir itu kakek aku. Aku mah biasa aja. Insha Allah aku akan memenuhi kewajiban pada istriku. Nafkah lahir batin." Jojo mengecup puncak kepala Caca.
"Hhmm.. Tapi gak sekarang boleh ya ? Aku capek banget." Caca menyembunyikan wajahnya di dada sang suami.
"Idih.. Dasar mesum. Aku juga capek kali. Gampang lah soal itu mah. Pasti ada waktunya." Jojo meraup wajah Caca dengan kedua tangannya.
"Makasih sayang. Love you." Caca membalas tatapan Jojo.
"Love you too." Jojo kembali mengecup kening Caca.
"Udah ah.. Lepasin, aku mau mandi dulu." Caca berusaha keluar drai pelukan Jojo.
"Ikuutt.. " Jojo kembali menggoda Caca yang sudah lari ke kamar mandi.
"Ogah.. Dasar mesum." teriak Caca tanpa menoleh pada Jojo.
Jojo hanya tersenyum melihat reaksi istrinya. Lalu dia melangkah menuju dapur untuk membuka makanan yang tadi mereka beli.
...****************...
Tinggal beberapa bab terakhir ya...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
__ADS_1
Bersambung