
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Caca memulai rutinitas pagi harinya seperti biasa. Setelah mandi, Caca menyantap nasi goreng yang sudah dibuatnya. Dilengkapi secangkir kopi gula aren kesukaannya.
Setelah selesai sarapan, Caca bersiap berangkat kerja dengan berjalan kaki. Kebetulan jarak apartemen dan kantornya hanya 10 menit.
Saat ini Caca bekerja di sebuah hotel sebagai resepsionis. Caca memang memutuskan keluar dari Oishii corp karena ingin menghilang dari segala hal yang berhubungan dengan Jojo. Selain pindah kerja, Caca juga mengganti nomer ponselnya dan hanya keluarga yang dikabari olehnya. Bahkan ketiga sahabatnya pun tak tau nomer ponsel barunya.
Hari ini Caca bekerja shift pagi. Masuk jam 7 dan pulang jam 3. Disini Caca bukan satu - satunya PMI (Pekerja Migran Indonesia). Ada Indah, Dani, Aditya dan Damar. Caca sangat nyaman dengan pekerjaan dan rekan kerjanya. Setiap hari mereka akan bertemu dengan tamu yang berbeda dengan karakter yang berbeda pula. Caca sangat menikmati itu. Pulang kerja Caca biasanya mampir membeli makanan di resto halal atau kombini (minimarket).
"Hai Ca.. Baru pulang ?" sapa Vina, tetangga apartemen Caca.
"Iya Mbak. Baru pulang belanja ?" tanya Caca.
"Iya nih. Anak - anak minta dibikini camilan. Jadi aku mau buat pisang goreng dan tahu isi." jawab Vina.
"Wah.. Enak tuh Mbak." kata Caca.
"Kamu mau Ca ? Nanti aku antar deh ke apart kamu." kata Vina.
"Gak usah Mbak. Nanti aku bantuin masaknya ya." tolak Caca.
"Boleh. Mbak tunggu ya." kata Vina sebelum masuk ke apartemennya.
Vina adalah tetangga apartemen yang tinggal bersama suami dan 2 anaknya yang masih kecil. Suami Vina juga orang indonesia yang bekerja di Bank.
Caca masuk ke dalam apartemennya dan langsung membersihkan diri. Setelah rapi, Caca bergegas ke rumah Vina sambil membawa beberapa buah coklat.
"Assalamualaikum Mbak." Caca memberi salam.
"Waalaikumsalam. Ayo masuk Ca." Vina membukakan pintu.
__ADS_1
"Udah mulai masaknya ?" tanya Caca.
"Baru siapain isian tahu aja." jawab Vina.
"Ini ada coklat buat Widi dan Arik." kata Caca.
"Anak - anak.. Ini ada Onty Caca bawa apa nih." panggil Vina.
Widi dan Arik segera berlari menghampiri Vina dan Caca.
"Asik.. Coklat.." Keduanya terlihat gembira.
"Ini coklat buat Widi dan Arik. Makannya dikit - dikit ya. Jangan lupa abis makan coklat harus apa ?" tanya Caca.
"Gosok gigi."Jawab keduanya kompak.
"Pinter." Caca memberikan coklat pada dua bocah lucu itu.
"Kalian nonton tv lagi ya. Mama mau buat camilan sama Onty Caca." kata Vina. Kedua bocah itu langsung berlari kembali ke ruang tv.
"Ini bikin pisang goreng biasa Mbak ?" tanya Caca.
"Ooh.. Oke. Biar aku yang bikin ini." kata Caca.
Caca dengan telaten membungkus pisang dan memberi sedikit meses diatasnya. Lalu dibungkus dalam kulit lumpia. Vina pun denagn cekatan mengisi tahu dengan isian yang sudah dimasak sebelumnya.
"Oh iya Ca. Temenku ada yang mau liburan ke sini. Kamu bisa bantuin guide dia ke Osaka Castle ?" tanya Vina.
"Kapan Mbak ?" Caca balik bertanya.
"Minggu depan. Tapi belum tau tanggal pastinya." jawab Vina.
"Oke. Aku usahain. Kabari aja tanggalnya kapan. Tapi minggu depan kayaknya emang jadwalku masuk siang." kata Caca.
"Oke. Nanti aku kabari lagi kapan pastinya." kata Vina.
"Sip Mbak." balas Caca.
__ADS_1
"Ca, kamu gak pengen pulang ke indo ?" tanya Vina.
"Pengen sih Mbak. Tapi belum tau kapan." jawab Caca.
"Mau bareng gak ? Aku pertengahan tahun mau pulang." Vina menawarkan.
"Hhmm.. Aku lihat jadwal kerja aku dulu ya Mbak. Lagian aku kan masih belum setahun kerjanya. Entah busa cuti atau gak " kata Caca.
"Oke. Aku tunggu kabarnya ya. Semoga kita bisa pulang bareng." kata Vina.
Lalu keduanya kembali terlibat obrolan seru sambil mengerjakan masakannya. Selepas magrib, Caca pamit pulang. Tak lupa Vina membekalinya dengan sepiring Tahu isi dan pisang coklat.
"Pamit dulu ya Mbak. Salam buat Kak Ken." kata Caca.
"Siap. Bye Ca." Vina melambaikan tangannya lalu kembali masuk ke apartemennya.
Caca membawa liring menuju ke kursi dantai di depan tv. Dia lalu menyalakan tv dan menonton drama.
"Rasanya aku ingin pulang juga. Udah kangen sama Mama, Kak Wiwid, Kak Rani dan semuanya." guman Caca.
"Tapi apa aku sanggup teringat lagi dengan kamu Jo. Semua tempat di kota D mengingatkan aku sama kamu." lanjut Caca.
"Apa kamu sudah bahagia dengan perempuan pilihan orangtuamu ?" Caca kembali bermonolog.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ
Bersambung