Tiga Dara

Tiga Dara
#84 Magang (2)


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi ☕ nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca 📖


...****************...


"Selamat siang. Selamat datang buat kalian anak magang di Oishii Corp." sambut manager HRD.


Caca dan yang lainnya mengangguk.


"Perkenalkan saya Irawan, manager HRD. Silahkan duduk." Lanjut Irawan.


"Silahkan isi dulu formulir ini, lalu saya pinjam ktp kalian masing - masing." kata Irawan.


"Jo, katanya managernya galak. Ini gak kok." bisik Ririn.


"Gak tau gue. Tapi emang kata sepupu gue, manager yang galak itu cewek." Jojo balas berbisik.


"Ehem.. Kenapa kalian malah bisik - bisik ? Udah selesai ngisinya ?" Irawan menghampiri Ririn dan Jojo.


"Maaf Pak. Bentar lagi selesai." Balas Ririn.


"Saya fotokopi dulu ktp kalian. Tunggu bentar ya." Irawan keluar dari ruangan.


"Semoga kita satu divisi ya." kata Ririn.


"Ya gak mungkinlah. Kita pasti beda jurusan kuliah kan ?" sanggah Jojo.


"Eh iya. Loe jurusan apa emangnya ?" tanya Ririn.


"Gue design graphis. Loe apa ?" Jojo balik bertanya.


"Gue Akuntansi." jawab Ririn.


"Gue juga akuntansi." Nina ikut menjawab.


"Kalo loe Ca ?" tanya Jojo sambil memandang Caca.


"Bahasa Jepang." jawab Caca.


"Wah.. Fiks ini mah beda divisi." kata Jojo.


"At least gue sama Nina bakal satu divisi." kata Ririn penuh keyakinan.


"Belum tentu lah. Disini kan banyak divisinya. Tiap divisi pasti ada accountingnya." kata Jojo.


"Kok loe hafal banget sih Jo ? Loe bukan CEO yang sedang nyamar kan ?" Caca menatap curiga pada Jojo.


"Loe kira ini dalam novel ? Gue tau dari sepupu gue. Dia juga Accounting disini." jawab Jojo.


"Ooh.." balas Caca.


Tak lama Irawan masuk bersama 3 orang.


"Oke. Ini ktp kalian. Saya akan membagi kalian ke divisi masing - masing." kata Irawan.


"Siap Pak." balas Jojo yang langsung ditatap oleh Irawan.

__ADS_1


"Sebelumnya saya perkenalkan dulu para manager disini. Di sebelah kanan saya ada Pak Jovian Hanggara, dari divisi desain graphis." kata Irawan.


"Selamat pagi. Saya Jovian, Silahkan saudara Jonathan Mahardika ikut bersama saya ke divisi desain." Jovian menatap Jojo


"Siap Pak." jawab Jojo yang mengikuti Jovian keluar ruangan.


"Selanjutnya yang cantik di sebelah kiri saya adalah Bu Cahyani, dari divisi accounting." Irawan kembali memperkenalkan.


"Selamat pagi. Saya Cahyani, kalian bisa panggil Cahya." Cahya melihat catatannya sekilas. "Saudari Karenina, silahkan ikut saya." kata Cahya.


"Baik Bu." jawab Nina.


"Hhmm.. Panggil Mbak aja ya biar gak keliatan tua." kata Cahya.


"Iya Mbak." balas Nina.


"Pak, maaf tanya, saya kan juga dari akuntansi, kenapa gak ikut divisi bu Cahya juga ?" tanya Ririn.


"Ooh.. Iya. Kamu di divisi yang lain." jawab Irawan.


"Kami permisi dulu ya Pak, Mbak." pamit Cahya. Nina mengikut di belakang Cahya.


"Yang terakhir tersisa adalah Bu Sinta, dari divisi PR. Silahkan." Irawan terlihat lebih segan pada Bu Sinta.


"Selamat pagi. Perkenalkan saya Sinta Maharani. Mungkin bekerja dengan saya gak boleh banyak bercanda. Kita akan menghadapi klien atau tamu yang bisa dari orang jepang langsung." Sinta menjelaskan.


"Bu, jangan galak - galak. Nanti mereka takut loh." Irawan mengingatkan. Sinta hanya melirik sekilas pada Irawan.


"Raisa Calista dan Rinta Andini silahkan ikut saya. Nanti akan saya jelaskan job desc kalian di ruangan." kata Sinta.


"Baik Bu." jawab Ririn dan Caca kompak.


"Permisi Pak." Caca ikut pamit pada Irawan.


"Banyakin sabar ya menghadapi Bu Sinta, dia senior disini juga menantu pemilik perusahaan. Galak tapi baik kok." kata Irawan sebelum Caca keluar ruangan.


Sampai di ruangan divisi PR, Caca dan Ririn disuruh duduk.


"Raisa Calista.. Kamu akan saya bimbing langsung untuk menghadapi klien atau bos orang jepang kita. Nihongo ga hanashimasu ka?" tanya Sinta.


"Nihongo wa sukoshi dake hanasemasu.


(Sedikit saja bisa berbahasa Jepang).


Yoroshiku onegaishimasu ( mohon bantuannya)" jawab Caca.


"Kashikomari-mashita ( baiklah). Shinken ni benkyō shimashou ( maro belajar denagn sungguh - sungguh)." balas Sinta.


"Dan kamu Rinta Andini kamu sebagai accounting disini. Nanti kamu akan dibimbing oleh Bu Hilda." kata Sinta.


"Baik Bu." jawab Ririn.


"Oke. Hajimemashou (mari kita mulai)." kata Sinta.


"Apa artinya Ca ?" Ririn bertanya dengan suara pelan.


"Mari kita mulai. Udah sana loe ke tempat Bu Hilda." Caca balas berbisik.


"Semangat Ca. Semoga Bu Hilda gak sekejam Bu Sinta." bisik Ririn sebelum pergi menuju ruangan Bu Hilda.

__ADS_1


"Oke Raisa. Kita akan mulai kerja kamu." kata Sinta.


"Panggil saya Caca Bu." kata Caca.


"No. Saya tetap akan panggil kamu Raisa di kantor ini. Karena saya bukan teman kamu." kata Sinta dengan ketus.


"Baik. Terserah Ibu saja." balas Caca.


"Ini adalah profil pemilik perusahaan dan beberapa petinggi disini yang orang asli jepang. Kamu pelajari itu dulu." Sinta memberikan sebuah map berisi company profile.


Caca mengambil dan mempelajarinya.


"Itu tugas kamu untuk hari ini. Ini bisa kamu bawa pulang, dan dipelajari lagi di rumah. Mulai besok kita akan langsung bertemu dengan salah satu petinggi itu. Saya ingin kamu mempraktekan kemampuan bahasa jepang kamu." kata Sinta oanjang lebar.


"Baik Bu." Caca menjawab denagn terbata - bata. Rasa panik mulai menjalarinya.


"Tenang, saya gak segalak itu kok. Kamu pelajari dulu ya, meja kamu disana." Sinta berubah lembut sambil menunjuk meja kosong di kubikel yang letaknya di sudut ruangan. Ada total 6 meja disana tapi hanya 2 orang yang terlihat duduk disana.


"Hai Kak." sapa Caca.


"Hai. Anak magang ya ? Pasti kamu shock ya lihat Bu Sinta." kata perempuan berkacamata itu.


"Iya kak. Galak banget." Caca menjawab dengan jujur.


"Oh iya, saya Tissa. Kamu tenang aja, Bu Sinta gak segalak itu kok. Dia emang selalu pasang style gitu saat pertama ketemu. Gak tau kenapa." kata Tissa.


"Oh gitu ya Kak." Caca sedikit lega dengan ucapan Tissa.


"Tapi dia akan marah kalo kita gak serius kerjanya." kata Tissa lagi.


"Termasuk ngobrol gak penting kayak gini Tissa !" Sinta tiba - tiba sudah berada di belakang mereka.


"Bu Sinta.. Maaf Bu." Tissa menunduk takut.


"Lanjut kerja. Kamu kerja yang bener, jangan ngobrol terus." Sinta menepuk bahu Caca pelan.


"Makanya jangan gosipin bu bos disini. Telinganya dimana - mana." bisik lelaki di sebelah Tissa.


"Agung.. Kamu jangan ikutan." teriak Sinta dari kursinya. Padahal jarak mereka cukup jauh, sekitar 2 meter tapi Sinta bisa tau ada karyawannya yang ngobrol.


"Mampus kalo kayak gini terus. Bisa mati tertekan gue." gumam Caca dalam hati.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopi☕ 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Semuanya sudah tamat ya !!


Like 👍 Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih 🙏🙏🙏


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2