
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Seminggu berlalu dengan cepat.
Caca berusaha untuk tidak memikirkan keberadaan Jojo. Caca ingin fokus pada pernikahannya yang semakin dekat.
"Dimanapun kamu.. Aku harap kita tak bertemu dan keberadaan kamu tidak membatalkan pernikahanku dengan Bima. Aku sedang berusaha mencintainya dan membuka lembaran baru dalam hidupku." gumam Caca dalam hati.
"Rai.. Kamu kok diem aja aku tanya ? Ngelamun ya ?" sentuhan Bima di lengan Caca berhasil mengembalikan Caca ke dunia nyata.
"Eh.. Gak kok. Cuma lagi keinget sama teman aku aja." Caca beralasan.
"Ooh.. Kirain ngelamuin cowok lain." celetuk Bima sambil tertawa.
Caca hanya tersenyum tipis sambil menatap pada calon suaminya itu.
"Tau aja isi pikiranku." gumam Caca.
"Ya udah kita lanjut cari cincin ?" tanya Bima.
"Oke." jawab Caca singkat.
Caca dan Bima sedang memilih cincin pernikahan di sebuah toko perhiasan ternama di dalam Mall.
"Kamu mau yang mana ?" Bima menunjuk pada 3 pasang cincin yang terbaik dari koleksi mereka.
"Hhmm.. Yang ini aja deh. Simple tapi bagus." Caca menunjuk salah satu cincinnya.
"Bagus. Mbak, kami ambil yang ini. Tolong ditulis nama di dalamnya." kata Bima pada pelayan toko perhiasan.
(source:google)
Setelah Bima membayar, lalu keduanya lanjut ke butik untuk fitting baju pengantin. Caca dan Bima sepakat menggelar pesta sederhana dengan nuansa intimate.
"Mari kak saya bantu pakai gaunnya." karyawan butik mengajak Caca ke sebuah ruangan dengan banyak kaca.
Caca mengikuti karyawan tersebut. Lalu dia mencoba gaun yang sudah dipilih sebelumnya.
(source:google)
"Bang.. Bagus gak ?" Caca keluar dari ruangan menghampiri pada calon suaminya yang duduk di sofa panjang di ruangan sebelah.
"Rai.. Cantik.." gumam Bima sambil menatap lekat pada Caca.
*blush.. wajah Caca langsung bersemu merah.
"Udah pas kok Mbak. Kami langsung bawa aja ya." kata Bima.
"Sebentar Mas. Ini belum dipasang manik - maniknya." balas karyawan butik itu.
"Ooh.. Oke deh." balas Bima.
"Mbak, aku minta maniknya jangan terlalu banyak ya." kata Caca setelah melepeas gaunnya.
"Nanti jelek kalo gak rata Mbak." sanggah Karyawan butik itu.
"Gak apa Mbak. Aku gak terlalu suka kalo rame." balas Caca.
"Baik Mbak." balas Karyawan butik itu.
"Udah selesai ? Yuk kita lanjut ke tempat jas." ajak Bima sambil menjulurkan tangannya hendak menggandeng Caca.
"Ayo." Caca menyambut uluran tangan Bima.
Keduanya berjalan menuju butik khusus pakaian pria yang terletak di lantai 2 Mall tersebut.
"Halo Bang Amir. Saya mau coba jas nya." Bima menyapa sang pemilik butik.
__ADS_1
"Udah siap kok bos jas nya. Wah.. tumben datang sama calonnya ?" tanya Amir.
"Iya tadi abis fitting gaun dia juga." jawab Bima.
"Ya udah dicoba dulu disana." Amir menunjuk ruang ganti.
"Ya ditemenin lah. Emang Abang mau godain calon istri saya ?" cetus Bima.
"Cie.. Cemburu nih. Yuk, aku temenin." Amir merangkul bahu Bima.
Caca menunggu sambil memainkan medsos nya. Dia membuka salah satu postingan mantan bos nya Sinta yang menampilkan foto keluarga besar dengan tulisan 'Formasi lengkap acara syukuran hari lahir dan kembalinya keponakan tersayang'. Dalam foto itu terlihat Jojo di posisi tengah dengan tersenyum lebar.
Caca baru ingat kalo kemarin adalah ulang tahun Jojo. Jemari Caca iseng membuka medsos milik Jojo yang terdapat foto serupa. Dia mulai menjelajah medsos Jojo. Dilihatnya ada foto siluet seorang wanita dengan caption 'dia yang sangat kurindukan nun jauh disana'. Caca sedikit mengernyit kala menyadari itu adalah siluet dirinya.
"Cerita kita sudah usai Jo. Semoga kamu bahagia Jo. Doakan aku juga bahagia dengan jalan hidupku saat ini." gumam Caca.
"Rai.. Gimana ? Udah pas kan ?" Suara Bima yang sudah membawa Caca kembali pada dunia nyata. Caca segera menutup medsosnya saat Bima berjalan menuju ke arahnya.
(source:google)
"Bagus Bang. Pas di badan. Keren." Caca tak segan memuji calon suaminya.
"Ganteng gak ?" tanya Bima narsis.
"Hhmm.. Ganteng." jawab Caca datar.
"Makasih. Aku ganti lagi dulu ya." Bima kembali menuju ruang ganti.
Caca memasukkan ponselnya dan menunggu Bima keluar dari ruang ganti. Tak lama Bima keluar dengan sebuah jas yang sudah terbungkus rapi di tangannya.
"Langsung dibawa ?" tanya Caca.
"Iya. Kan udah selesai juga." jawab Bima.
"Iya. Bang, kita makan dulu yuk." ajak Caca. Sekarang sudah jam setengah 3 dan perutnya sudah meronta sejak tadi.
"Hayuk. Mau makan apa ?" tanya Bima.
"Teriyaki aja. Di h****n aja." jawab Caca.
"Oke." balas Caca.
Mereka berjalan beriringan dan berpisah di depan h****n. Bima lanjut berjalan menuju parkiran.
Sepuluh menit kemudian Bima datang menghampiri Caca. Mereka pun menikmati makan siang menjelang sore itu.
"Bang, katanya souvenir udah sampe di rumah." lapor Caca.
"Oh ya ? Bagus gak ?" tanya Bima.
"Bagus. Nih.. Kayak gini." Caca menunjukkan foto souvenir pernikahan mereka.
(source:google)
"Keren. Lucu Rai.." balas Bima.
Keduanya melanjutkan makan sambil ngobrol soal rencana ruamh tangga mereka. Hari ini adalah hari terakhir mereka bertemu sebelum pernikahan. Besok Bima akan kembali ke kota D dulu untuk melanjutkan pekerjaannya.
"Hhmm.. Rasanya gak ingin hari ini berakhir Bang." keluh Caca.
"Iya aku juga Rai. Tapi gimana lagi. Aku kan harus kerja. Lagian kita akan bertemu 10 hari lagi." Bima mengelus kepala Caca.
"Kamu fokus kerjanya ya. Jangan kecapekan." Caca mengingatkan.
"Iya sayangku. Aku mau selesaiin kerjaanku dulu sebelum nanti cuti panjang." balas Bima.
"Iya Bang. Aku juga mau bersiap buka usaha sama temen aku." kata Caca.
"Jangan dulu lah. Nanti aja kalo kita udah resmi nikah. Lagian kan kita mau tinggal di kota D. Gimana ceritanya mau buka usaha ?" tanya Bima.
"Ish.. Abang mah. Kan buka usahanya di kota D." jawab Caca.
"Ooh.. Gak tau aku." balas Bima.
__ADS_1
"Hhmm.. Jadi aku cerita kemarin gak didengerin." Caca kesal.
"Maaf sayang. Kirain kamu tuh buka usahanya disini." elak Bima.
"Hhmm.." balas Caca dengan muka yang masih ditekuk.
"Jangan marahlah sayang. Nanti makin cantik loh." goda Bima.
"Gombal. Udah ya. Aku masuk dulu. Kamu mau langsung ?" tanya Caca.
"Iya. Udah sore. Salam aja sama Mama dan papa kalo udah pulang nanti ya." kata Bima.
"Siap. Bye Abang." Caca mencium tangan Bima.
"Assalamualaikum." Bima memberi salam.
"Waalaikumsalam." balas Caca lalu masuk ke dalam rumah setelah mobil Bima tak nampak lagi.
Caca sedang membungkus souvenir sambil memikirkan calon suaminya itu. Hari pernikahannya tinggal 3 hari lagi. Dirinya sudah sangat rindu dengan sang calon suami. Setiap hari hanya bisa saling melepas rindu lewat telepon.
"Bang Bima lagi apa ya ? Pengen telpon tapi takutnya masih di jalan." gumam Caca. Kemarin Bima sempat mengabari dirinya bahwa Bima dan kedua orangtuanya akan berkunjung ke keluarga besar di kota M yang bisa ditempuh 4 jam perjalanan dari kota D.
"Ngelamun aja Non. Mikirin siapa hayo ?" ledek Wiwid.
"Iih.. Kakak ganggu aja." protes Caca.
"Gak usah dilamuni terus. Sabar dulu, bentar lagi juga halal." goda Wiwid. Caca hendak membalas kakaknya ketika ponselnya berdering.
π²
"Halo.."
"......."
"Iya. Ini Raisa. Ada apa ya Wa ?"
"......."
"Apa ? Ini beneran ? Gak bohong kan ?"
"......"
"Kondisi Bang Bima gimana ?"
"......"
"Papa dan Mama ikut juga kan ? Kondisi mereka gimana ?"
"......"
"Iya Wa. Caca usahain segera kesana."
"......"
"Waalaikumsalam."
Caca langsung lemas setelah menerima telepon dari keluarga Bima.
"Ca.. Kamu kenapa ?" Wiwid sedikit panik melihat Caca yang terdiam lemas.
Apa yang terjadi dengan Bima dan kedua orangtuanya hingga Caca lemas seperti itu ?
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
__ADS_1
Bersambung