
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Sebulan berlalu sejak pertemuan Caca dan Bima. Hubungan keduanya pun kian dekat. Bahkan keduanya dibantu oleh Mama masing - masing sudah menyiapkan pernikahan mereka.
"Ca.. Kamu beneran cuma mau privat party aja ?" tanya Yesa.
"Iya Ma. Aku gak mau ribet." jawab Caca.
"Trus Bima setuju ?" tanya Yesa lagi.
"Setujulah. Dia mah setuju apapun yang bikin aku happy." jawab Caca.
"Iyalah. Terserah kamu aja." balas Yesa.
"Assalamualaikum." terdengar sebuah salam dan langkah kaki memasuki rumah.
"Waalaikumsalam. Hai Kak. Masih pagi udah datang aja." sambut Yesa.
"Iya Ma. Fahmi ada kerjaan pagi - pagi." jawab Rara sambil mencium tangan sang Mama.
Ya, Sejak beberapa bulan ini Rara dan keluarganya pindah kembali ke kota B, sang suami pindah tugas di kantor cabang di kota B.
"Hai Cantik.. Sini gendong sama Ate." Caca hendak mengambil si kecil Flo yang baru berusia 6 bulan. Anak sulungnya, Dara sudah diantar ke kelompok bermain yang ada di dekat rumah Yesa.
"Ate masih bau." tolak Rara yang menjauhkan anak bungsunya.
"Ye.. Enggak ya. Ate kan udah mandi." Caca membela diri.
"Tumben.. Biasanya mandinya nunggu siang." sindir Rara.
"Kan mau pergi Kak." jawab Caca yang mengambil Flo dari gendongan kakaknya.
"Hhmm.. Kita pergi bertiga aja nih ?" tanya Rara.
"Gaklah. Kan perginya berempat. Flo juga dihitung lah. Hehehe." Caca mencandai Kakaknya.
"Ma.. Ikut sarapan dulu ya." kata Rara.
"Emang gak masak di rumah Kak ?" tanya Caca.
"Gak sempet. Tadi cuma nyiapin sarapan buat Dara dan Papanya." jawab Rara.
"Ya udah kamu makan dulu. Mama mau siap - siap." Yesa meninggalkan kedua anaknya.
Sekarang mereka berlima (ditambah Dara yang sudah dijemput dari sekolahnya) sedang berada di toko kain Warna, toko kain ternama di kota B. Yesa sibuk memilih bahan brokat untuk seragam saat pernikahan Caca nanti.
"Mama pake warna apa bagusnya dek ?" tanya Yesa.
"Punyaku kan biru laut. Mama biru muda aja." usul Caca.
"Jangan. Kalo kamu pake biru laut, Mama pake yang biru dongker. Nanti aku, Kak Wiwid dan sodara Bima pake Biru muda." kata Rara.
"Oh gitu ya. Okelah." balas Caca.
__ADS_1
Hampir satu jam mereka disana. Setelah mendapatkan yang dibutuhkan, mereka bergegas meninggalkan toko kain dan menuju Mall terdekat.
"Kak, aku mau beli beberapa barang untuk seserahan." kata Caca.
"Mau aku bantuin ?" Rara menawarkan diri.
"Boleh. Tapi anak - anak gimana ?" Caca menunjuk Dara yang sedang bermain mandi bola.
"Titip Mama aja." jawab Rara dengan entengnya.
"Gak enaklah Kak." protes Caca.
"Iya udah kalian keliling aja. Biar Mama yang nungguin Dara dan Flo." kata Yesa.
"Beneran nih Ma. Oke deh." kata Caca.
"Kalo ada apa - apa, telpon aku aja ya Ma." Rara berpesan sebelum meninggalkan arena mandi bola.
"Siap." Balas Yesa.
Caca membeli Tas, sepatu, sandal, baju dan gaun.
"Ma, kita pulang ya." Caca dan Rara menghampiri Yesa dan kedua anak Rara di sebuah restoran cepat saji.
"Udah selesai ? Dapat semua ?" tanya Yesa.
"Dapat dong."Jawab Caca.
"Ini Anak - anak masih makan. Kalian juga makan dulu aja. Mama pesen paket besar tadi." kata Yesa.
"Dibungkus ajalah Ma. Udah mau malam ini. Aku kurang nyaman kalo nyetir malam." kata Caca.
"Ya udah. Kita bungkus aja. Kamu mintain kantong ke kasir." kata Yesa.
"Ca.. Ada yang mau aku obrolin." kata Fahmi saat mereka sedang santai di malam hari.
"Ada apa Kak ?" tanya Caca.
"Kita ngobrol di taman belakang aja yuk." ajak Fahmi.
"Penting banget ya ? Kok aku jadi penasaran." kata Caca.
"Aku ikut. Tapi kalian duluan aja. Nanti aku nyusul." kata Rara.
"Oke." Caca mengikuti langkah Fahmi ke taman belakang
Fahmi duduk di gasebo dan Caca duduk sedikit jauh.
"Ada apa Kak ?" tanya Caca yang sudah penasaran.
"Kamu tau kan kalo kakak abis dinas ke luar kota beberapa hari lalu." kata Fahmi.
"Tau. Emang ada apa ?" Caca tak sabaran.
"Disana kan acara kerjasama proyek ternak unggul. Gak hanya perusahaan tempat kakak kerja aja yang datang. Ada perusahaan lainnya. Beberapa lah." lanjut Fahmi.
"Terus ?" Caca semakin penasaran.
"Salah satu perusahaan itu ada sebuah perusahaan asal Jepang yang sudah lama eksis di Indonesia." Fahmi kembali melanjutkan.
__ADS_1
Caca tak berkomentar hanya menatap kakak iparnya dengan tajam.
"Kamu tau kakak ketemu siapa ?" Tanya Fahmi yang membuat Caca berpikir keras.
Belum sempat Caca melontarkan pendapatnya, Rara datang dengan membawa minuman dingin dan sepiring risol hangat.
"Interupsi. Chill dulu." kata Rara.
"Apaan sih Kak. Lagi serius ini." protes Caca.
"Udah makan dulu risolnya. Baru lanjut ngobrol.
Fahmi mengambil sepotong risol dan langsung melahapnya. Rara pun melakukan hal yang sama. Sedangkan Caca hanya meneguk minumannya saja. Segala hal campur aduk melintas dalam pikirannya.
"Apa Kak Fahmi ketemu sama Jojo ?" tanya Caca dalam hati.
"Apa yang harsu aku lakukan kalo itu yang terjadi." Caca masih berkutat dengan pikirannya sendiri.
"Ca.. Aku ketemu sama Jojo." ucapan Fahmi membawa Caca kembali ke dunia nyata.
"Itu bener Yang ?" tanya Rara yang ikut kaget.
"Iya.. Aku juga kaget. Awalnya dia gak ngeh sama aku, tapi akhirnya aku sapa. Dan itu beneran Jojo." Fahmi menjelaskan.
Caca masih terdiam tak menanggapi ucapan Fahmi.
"Ca.. Kamu gak apa kan ?" Rara memeluk adiknya itu.
"Kenapa dia baru muncul Kak ? Kenapa ?" Caca bertanya dengan terbata bata menahan tangisnya.
"Awalnya aku juga marah sama dia. Bahkan dia sempat lupa dengan aku." kata Fahmi.
"Kenapa dia jahat Kak ? Kenapa ?" Caca mulai emosi.
"Sabar dek. Biar Kak Fahmi jelasin semuanya dulu. Lanjutin Yang." kata Rara.
"Dia gak salah sepenuhnya Ca. Semua itu tak disengaja." kata Fahmi.
"Gak mungkin. Pasti dia sudah bahagia menikah dengan wanita pilihan ibunya." Caca menyela.
"Bukan gitu. Biar aku ceritain dulu sampai selesai. Setelahnya terserah kamu mau percaya atau gak." lanjut Fahmi.
...****************...
Apa kira - kira yang terjadi dengan Jojo ? Penasaran gak ? Like dan kasih bonus dulu dong..
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ
Bersambung