Tiga Dara

Tiga Dara
#91 Proyek Selesai


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...****************...


Hari ini hari terakhir Rara bekerja di proyek lumbung pangan. Selama 8 bulan ini, Rara dan tim lainnya sudah berhasil menciptakan lumbung pangan. Proyek lumbung pangan akan tetap berjalan tetapi diambil alih pengelolaannya oleh desa setempat.


"Alhamdulilah besok kita udah bisa balik ke kota F." kata Yuni saat mereka sedang berkumpul di api unggun.


Malam ini mereka sengaja mengadakan pesta barbeque yang mengajak serta seluruh warga lokal.


"Akhirnya bisa ketemu kamar nyaman gue." kata Indah.


"Hhmm.. Kayaknya ada yang bakal berlanjut di kota nih. Akhirnya gak jomblo lagi." ledek Dinda.


"Emang siapa ?" tanya Sita.


"Tuh si Indah." Yuni menunjuk pada Indah yang duduk di depannya.


"Sama siapa ?" tanya Sita lagi.


"Adalah. Nanti loe juga bakal tau." jawab Yuni sambil tersenyum jahil.


"Berisik ah Yuni." gerutu Indah.


"Duo I lah pokoknya." celetuk Rara yang langsung dicubit oleh Indah.


"Auw.. Sakit Ndah." protes Rara.


"Gak cees ah Rara mah." Indah mulai terlihat kesal.


"Gak apa kali Ndah. Abis ini kita kan bakal jarang ketemu." Mbak Nining ikut menimpali.


"Ya nanti aja tau nya. Gak udah sekarang." kata Indah.


"Emang kenapa ?" tanya Sita dengan polos.


"Malu lah kalo sampe Pak Ricky tau. Nanti dikira gak profesional." jawab Indah.


"Eh.. Bagus tau. Pak Ricky pasti bangga kalo bisa menjodohkan 2 orang dalam proyek ini." kata Nining.


"Gak gitu juga. Udah lah pokoknya gak udah dibahas." Indah lalu meninggalkan mereka.


Keesokan harinya rombongan tim proyek lumbung padi kembali ke kota F. Bis yang akan mengangkut mereka sudah datang. Semuanya naik ke dalam bis dan duduk dengan rapi.


"Indah mana Ra ? Kok gak kelihatan ?" tanya Yuni.


"Ooh.. Dia pulang sama Ivan naik motor." jawab Rara santai.

__ADS_1


"Ooh.. Sama Ivan. Loh.. Mereka jadian ya ?" Yuni baru menyadari ucapan Rara.


"Iya kali. Gak tau gue." jawab Rara.


"Jadi yang deket sama Indah tuh si Ivan ?" tanya Yuni lagi.


Rara hanya diam tak menjawab pertanyaan Yuni.


"Iih.. Ditanya kok diem aja sih Ra ?" Yuni mencubit lengan Rara.


"Auw.. Sakit Yun." protes Rara.


"Makanya jawab pertanyaan gue." kata Yuni.


"Entahlah. Loe tanya ke orangnya langsung aja." balas Rara.


"Kapan kita ketemu lagi sama dia." gumam Yuni.


"Ya gampang. Tinggal janjian doang." kata Rara.


"Ah.. Gak asik loe Ra. Bikin gue penasaran aja." keluh Yuni.


"Selamat penasaran say. Udah ah, gue mau tidur dulu." Rara langsung memasang earphone dan kacamata hitamnya lalu memejamkan matanya.


Yuni hanya bisa membuang nafas dengan kasar.


Sampai di pelataran posko proyek, terlihat mobil Fahmi sudah menunggu disana.


"Lumayan. Adalah sejam." Fahmi membantu membawakan koper Rara.


"Makasih ya udah nungguin." kata Rara.


"Iya. Yuk, kita pulang. Mau makan dulu gak ?" tanya Fahmi.


"Mau. Udah laper." jawab Rara.


"Mau makan apa ?" tanya Fahmi lagi.


"Fastfood aja deh. Udah lama gak makan burger." jawab Rara.


"Oke. Kita berangkat." kata Fahmi.


Tak lama mereka sudah sampai di restiran cepat saji dengan ikon seorang pria berambut putih.


Rara dan Fahmi langsung memesan makanan sesuai selera mereka. Rara memesan burger, kentang, spaghetti dan cola. Sedangkan Fahmi memesan nasi, ayam goreng dan crem soup.


"Aku yabg bayar Yang. Tadi dapat bonus dari Pak Ricky." kata Rara.


"Wah.. Lumayan nih dapat traktiran." balas Fahmi.


Mereka lalu menuju ke kursi yang kosong.

__ADS_1


"Yang, jadi rencana kamu selanjutnya apa ?" tanya Fahmi.


"Belum tau. Tapi kayaknya aku mau balik ngajar lagi." jawab Rara.


"Emang masih bisa ?" tanay Fahmi lagi.


"Kata Pak Ricky sih bisa. Cuma sekalian nunggu semester baru." jawab Rara.


"Iya. Tapi jangan lupa rencana pernikahan kita." Fahmi mengingatkan.


"Ita Sayang. Nanti kita ngobrol sama keluarga kita." kata Rara.


"Kamu mau pulang ?" tanya Fahmi lagi.


"Iyalah. Udah lama gak ketemu mereka. Kalo kamu bisa, kita pulang bareng. Lalu kita obrolin masalah ini sama orangtua kita." jawab Rara.


"Kayaknya mending ngobrolnya masing - masing dulu. Aku ngobrol sama bapak ibu, kamu ngobrol sama mama papa." usul Fahmi.


"Boleh juga. Nanti kalo udah oke. Kita baru ketemu berenam." Rara menambahkan.


"Cocok lah." kata Fahmi.


"Kerjaan kamu gimana Yang ?" tanya Rara.


"Lancar. Abis wisuda S2 lanjut kerja disitu lagi tapi posisinya aja naik." jawab Fahmi.


"Wisudanya kapan ?" tanya Rara lagi.


"Sebulan lagi." jawab Fahmi.


"Ya udah kita pulang dulu sebelum kamu wisuda." kata Rara.


"Oke." balas Fahmi.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Semuanya sudah tamat ya !!


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2