
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 1/2 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca πππ
...***...
Bulan berganti bulan, Caca sedang menghadapi ujian kelulusan yang akan dilangsungkan 2 hari lagi.
"Dek, Ayo makan malam dulu." kata Yesa.
"Bentar Ma. Nanggung dikit lagi." kata Caca yang sedang merangkum materi pelajaran.
"Makan dulu dek. Nanti dilanjut lagi belajarnya." Yesa masuk menghampiri Caca.
"Iya Ma." Caca langsung menutup bukunya dan keluar kamar bersama sang Mama.
"Gimana belajarnya ?" tanya Arman.
"Pusing Pa. Caca belum nguasain yang hafalan." jawab Caca.
"Ya pelan - pelan belajarnya. Jangan terlalu diforsir juga." Arman mengingatkan.
"Iya Pa." jawab Caca singkat.
Tiba hari ujian. Caca bersiap sejak pagi.
"Dek, mama yang antar ya." kata Yesa.
"Aku naik ojek online aja gak apa Ma." kata Caca.
"Gak apa. Biar Mama antar." kata Yesa.
"Iya Ma." Caca mulai menikmati sarapannya.
"Susunya jangan lupa Dek." Yesa mengingatkan.
"Aku minum di mobil aja ya Ma." kata Caca.
"Iya. Kita berangkat sekarang ?" tanya Yesa.
"Iya Ma." jawab Caca.
Caca nasuk ke dalam kelasnya dan duduk di bangkunya.
"Ca, kamu di kelas ini juga ?" tanya El, siswa kelas IPA 2. Selama ujian ini kelas mereka memang diacak dan dicampur dari kelas IPA, IPS dan Bahasa.
"Iya El." Caca tersenyum.
"Akhirnya aku bisa sekelas sama kamu juga. Meski hanya pas ujian." kata El sambil duduk di samping Caca.
"Maksudnya apa ?" Caca tak paham denhan ucapan El.
"Gak. Nanti aja deh kita ngobrol lagi." kata El.
Caca memilih tak bertanya lagi dan kembali fokus membaca kembali materi ujian hari ini.
"Hai Ca. Kamu disini juga." sapa Nita, teman sekelasnya.
__ADS_1
"Iya Nit. Kamu duduk dimana ?" tanya Caca.
"Di belakang Ca. Jauh nih." Nita menunjuk ke tempat duduknya.
"Gak apa deh. Semangat ya ngerjainnya." kata Caca.
*teng.. teng..* Bel masuk berbunyi. Caca memasukkan buku ke dalam tas dan mempersiapkan alat tulisnya.
"Selamat Pagi anak - anak." sapa Bu Lidya yang menjadi pengawas.
"Pagi Bu." jawab mereka serempak.
"Sudah siap semuanya ?" tanya Bu Lidya.
"Siap Bu." jawab sebagian siswa.
"Mana kelas IPA ?" tanya Bu Lidya. Beberapa soswa mengacungkan jarinya. Bu Lidya membagikan soal ujian untuk anak IPA terlebih dahulu. Lalu disusul anak IPS. Terakhir untuk anak kelas Bahasa.
"Makasih Bu." Caca menerima soal ujiannya.
Bu Lidya tersenyum padanya.
Semua siswa mengerjakan ujian dengan tertib dan tenang. Bu Lidya adalah guru yang ramah dan cukup dekat dengan siswa. Meski begitu Bu Lidya juga cukup tegas terhadap siswa yang tak patuh.
Selesai ujian pertama Caca memilih menuju kantin bersama Nita.
"Ca, aku ikut dong." panggil El.
"Ngapain sih kamu ikut segala. Emang temen kamu mana ?" protes Nita.
"Udah biarin aja Nit. Cuma ke kantin ini." kata Caca.
"Tuh.. Caca aja bolehin kok." El meleletkan lidah pada Nita.
"Apaan sih. Biasa aja kali." ledek El.
"Udah.. Udah.. Kenapa jadi berantem." lerai Caca.
"Dia tuh yang duluan." kata Nita.
"Enak aja. Dia duluan yang nyolot." El tak terima dituduh.
"Kalo masih berantem, kita batal ke kantin nih." ancam Caca sambil menatap Nita dan El bergantian.
Akhirnya Nita dan El tak bicara selama perjalanan menuju kantin.
Ujian kedua berjalan lancar bagi Caca. Waktu masih tersisa setengah jam ketika Caca mengumpulkan lembar jawaban ujiannya.
Caca memilih langsung menuju gerbamg untuk pulang.
"Ca, tunggu." panggil El.
"Kenapa El ?" tanya Caca.
"Aku antar pulang ya ?" El menawarkan diri.
"Gak usah. Nanti ngerepotin." tolak Caca.
"Gak lah. Kan searah." kata El.
__ADS_1
"Boleh deh." kata Caca.
"Kamu tunggu di depan ya. Aku ambil motor dulu. Gak apa kan naik motor ?" tanya El.
"Gak apalah. Biasanya aku juga naik motor kok." jawab Caca.
Tak lama El sudah menghampiri Caca dengan motor maticnya. Caca naik ke boncengan El setelah memakai helm.
"Ca, boleh nanya gak ?" tanya El.
"Boleh. Mau nanya apa ?" Caca balik bertanya.
"Kamu tuh mantannya Kak Irfan anak basket ya ?" pertanyaan El membuat Caca kaget.
"Gak. Aku gak pernah pacaran sama Irfan." jawab Caca.
"Ooh.. Kirain kamu mantannya Irfan." kata El.
"Gak lah. Irfan kan dulu pacaran sama Debby." kata Caca.
"Iya. Aku tahu itu. Terus yang suka antar jemput kamu dulu siapa ? Mukanya familiar deh." El bertanya lagi.
"Ooh.. Itu Mas Agung, Pacar aku, Kakak kelas kita juga." jawab Caca.
"Tapi sekarang gak pernah antar jemput kamu lagi. Maaf ya, udah putus ?" El kembali bertanya.
"Gak. Kami masih baik - baik aja. Tapi dia lagi kuliah di Aussie." jawab Caca apa adanya.
"Yes. Masih ada kesempatan buat aku deketin Caca." gumam El dalam hati.
"Emang kenapa El ? Kok nanyanya kayak giti ?" Caca mulai curiga.
"Gak. Cuma pengen tau aja." jawab El.
El memutuskan tak bertanya lagi. Sedangkan Caca mulai curiga dengan El yang seperti menginterogasinya. Tapi Caca tak mau ambil pusing dengan hal itu. Toh hubungan dia dengan Agung juga baik - baik saja.
...***...
Selamat Tahun Baru buat semuanya...
Semoga tahun 2022 akan menjadi tahun yang lebih baik bagi kita semua.
Semoga apa yang diimpikan bisa tercapai di tahun 2022.
Semoga Covid 19 segera pergi dari muka bumi ini dan kita semua selalu diberikan kesehatan.
Aamiin.. Aamiin.. Aamiin..
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ
Bersambung