Tiga Dara

Tiga Dara
#55 Menolak Dekat


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...****************...


Pagi itu Caca bangun kesiangan karena badannya remuk setelah kemarin jalan seharian ke Mall. Caca langsung menyambar handuknya, dengan mata setengah terpejam, Caca menuju ke kamar mandi.


Dia hendak membuka pintu kamar mandi yang tertutup rapat.


"A.. Cepetan dong mandinya. Caca mau kuliah." Caca mengetuk pintu kamar mandi.


"Ca... Kamu ngigau ya ? Mana ada Aa disini." Tiba - tiba Mita keluar dari kamar dan menegur Caca.


"Eh.. Ya ampun.. Aku lupa kalau aku di kosan." Caca menepuk keningnya dan kembali masuk ke kamarnya.


"Lucu kamu mah.. Tidur lagi sana, masih jam 6." kata Mita sambil tertawa.


Caca kembali merebahkan tubuhnya di kasur.


"Sekarang mah bisa bangun lebih siang. Kan dari kosan ke kampus cuma 10 menit." gumam Caca.


Caca dan Nia berjalan kaki menuju ke kampus. Mereka melewati gang kecil yang bisa ditempuh dengan jarak lebih dekat.


Saat sampai di kampus, Caca dan nia berpisah menuju kelas mereka masing - masing. Caca dan Nia mengambil jurusan yang berbeda. Caca di kelas A, sedangkan Nia di kelas B. Di kampus mereka, tahun pertama akan mendapatkan perkuliahan umum. Baru di tahun kedua akan mulai mengambil penjurusan.


"Hai cewek..." Sapa Pipit.


"Hai Pit." balas Caca.


"Kok baru pindah kost malah merengut gitu sih ? kenapa loe ?" tanya Pipit.


"Capek aja. Tadi jalan kaki dari kosan." jawab Caca.


"Kan ada angkot Say ? Atau naik ojol ?" kata Pipit.


"Tau tuh. Nia gak mau. Biar lebih irit katanya." Caca menjelaskan alasan Nia dengan sedikit kesal.


"Lia belum datang ?" tanya Caca.


"Belum. Biasanya juga mepet. Kosan dia kan jauh." jawab Pipit.


"Iya ya. Kenapa gak ikut pindah ke kosan gue aja ya ?" Caca berkata pelan.


"Mana mau dia. Pasti carinya kosan yang elit." kata Pipit.

__ADS_1


"Ah loe mah suka berprasangka buruk aja." bela Caca. Caca gak suka dengan Pipit yang suka menjelekkan Lia. Bagaimanapun keduanya adalah sahabat Caca. Tak lama Lia masuk kelas bersamaan dengan bel berbunyi dan mata kuliah pun dimulai.


Jam istirahat, Caca dan ketiga temannya berkumpul di kantin. Tiba - tiba dlDeri ikut bergabung dengan mereka dan duduk di hadapan Caca.


"Iih.. Deri.. Apaan sih geser - geser duduk orang. Jadi sempit kan." protes Lia.


"Berisik loe. Lagian loe seneng kan bisa mepet sama Uki." balas Deri.


"Tapi kan jadi sempit Der." Lia berusaha untuk protes lagi.


"Udah Yang. Biarin aja." Uki yang duduk di sebelahnya pun hanya bisa menyuruh Lia untuk diam. Karena dari segi postur, Uki kalah jauh dari Deri yang tinggi besar.


"Ca, nanti pulangnya Gue antar ya." kata Deri tanpa memperdulikan ketiga orang lainnya.


"Emang kamu tau mau nganter gue kemana ?" tanya Caca.


"Ke kosan loe. Kan loe udah kost sendiri sekarang." jawab Deri sambil tersenyum lebar.


"Kok dia bisa tau ?" gumam Caca dalam hati.


Caca tak menjawab pertanyaan Deri. Dia milih untuk melanjutkan makannya.


"Ca.. Kok gak jawab sih ?" desak Deri.


"Gak bisa. Gue ada janji sama Pipit." tolak Caca.


"Ya gak bisa lah Der. Gue udah janjiannya dari minggu lalu. Loe aja yang mundurin jadwal." kata Pipit.


"Iya Der. Kapan - kapan aja loe anter pulang gue nya." kata Caca.


"Ya udah deh. Besok gue tagih ya." Deri lalu meninggalkan Caca dan ketiga temannya.


"Nekat loe Ca. Yakin mau diantar Deri pulang ?" tanya Uki.


"Lihat besok ajalah. Bingung gue mau nolaknya." jawab Caca.


Keesokan harinya, Deri kembali mendatangi Caca saat istirahat.


"Ca, hari ini gue anterin pulang ya." kata Deri.


"Sorry Der.. Gue janjian sama Paman gue." Caca terpaksa berbohong agar Deri tidak memaksanya terus.


"Ya gak apalah. Gue anterin kemana loe mau pergi." Deri masih terus berusaha.


"Jangan Der. Kalau paman lihat gue diantar cowok bisa bahaya. Nanti gue gak boleh kost lagi." Caca beralasan.


"Ya udah deh kalo gitu. Tapi besok loe jangan nolak lagi ya." Deri akhirnya menyerah.

__ADS_1


"Lihat gimana besok aja." jawab Caca cuek.


"Ca, kenapa sih loe nolak diantar pulang sama Deri terus ?" tanya Uki.


"Males Ki. Gue gak suka sama dia." jawab Caca.


"Cuma diantar pulang Ca. Beluk tentu juga dia bakal nembak loe." kata Uki.


"Ya kan gue antisipasi. Semua itu berawal dari diantar pulang, sama kayak loe dan Lia." skak Caca.


"Hehehe.. Iya juga. Terserah loe aja deh." kata Uki.


Sudah hampir seminggu ini Deri kembali memaksa untuk mengantar Caca pulang. Tapi lagi - lagi Caca selalu punya alasan untuk menolaknya.


"Ca, sampai kapan kamu nolak Deri terus ?" tanya Pipit.


"Gue males jalan sama dia." jawab Caca.


"Nanti dia malah makin penasaran loh Ca." Lia ikut mengingatkan.


"Terus gue harus gimana ?" tanya Caca.


"Saran gue nih, mending loe terima aja ajakan dia nganter pulang. Kalo dia ngajak jalan juga mau aja. Hitung - hitung bisa jalan dan makan gratis." saran Pipit.


"Setuju gue. Loe coba dulu jalan sama dia. Kalo loe gak suka ya loe jauhin dia." Lia ikut menambahkan.


"Ya udah deh. Besok kalo dia mau nganter gue pulang gue bakal iyain." kata Caca.


"Sip. Gitu lah. Gak ada salahnya kok deket sama cowok." kata Lia.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Semuanya sudah tamat ya !!


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2