
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Rara menghampiri Caca di kamarnya.
"Dek, kamu berani gak pulang sendiri dari ibukota ?" tanya Rara.
"Berani aja. Emang kenapa ?" Caca balik bertanya.
"Syukurlah. Ini tadi Fahmi ngabari kalo tiket bis udah habis buat lusa. Kereta juga. Trus dia pesen tiket pesawat ke ibukota. Kita kan gak mungkin nganterin kamu dulu." jawab Rara.
"Ooh.. Ya gak apa. Lagian kan dari ibukota ada bis atau kereta ke kota D." balas Caca.
"Syukurlah. Aku cuma takut kamu gak mau. Fahmi udah terlanjur beki 3 tiket soalnya. Pas ada promo lagi." kata Rara.
"Lah dapet data aku darimana ?" tanya Caca. Kalo mau pesan tiket pesawat kan harus pake data ktp penumpangnya.
"Kayaknya Fahmi masih punya foto ktp kamu bekas ngurusin tiket yang dulu." jawab Rara.
"Oh iya. Tiket yang dulu dibeliin kak Fahmi ya." kata Caca.
"Iya. Ya udah aku mau packing dulu." Rara hendak keliar dari kamar Caca.
"Kak, Mau beli oleh - oleh gak ?" tanya Caca.
"Hhmm.. Boelh juga tuh. Kamu mau beli ?" Rara balik bertanya.
"Iya. Yuk bareng aja." kata Caca.
"Kamu yang bawa mobil ya." kata Rara.
"Siap. Asal jangan suruh bawa motor aja." balas Caca.
"Aneh kamu mah. Bawa mobil bisa, tapi bawa motor gak bisa." sindir Rara.
"Bukan gak bisa tapi gak mau, takut." kata Caca.
Yesa mengantarkan Rara dan Caca ke bandara. Fahmi sudah sampai di bandara lebih dulu.
"Kalian hati - hati ya." kata Yesa.
"Iya Ma. Makasih udah dianterin." kata Rara.
"Caca juga hati - hati perjalanan dari ibukota ke kota D." Yesa memeluk putri bungsunya.
"Iya Ma." balas Caca.
"Tante, kami check in dulu ya." pamit Fahmi.
"Iya Nak. Mama juga mau langsung pulang. Jagain anak - anak Mama ya." pesan Yesa.
"Siap tante." balas Fahmi.
Lalu ketiganya check in dan masuk ke ruang tunggu. Pesawat akan berangkat satu jam lagi.
"Ca, laper gak ? Beli kopi sama roti yuk." ajak Rara.
__ADS_1
"Ayo kak. Kak Fahmi gak ikut ?" Caca bertanya pada calon kakak iparnya.
"Gak. Kalian aja. Aku nitip kopi aja Ra." jawab Fahmi.
Lalu Rara dan Caca menuju outlet st****ck. Rara memesan ice Americano untuk Fahmi, Caramel Macciatto untuknya dan Green Tea Cream Frappucino untuk Caca. Tak lupa Classic Tuna Toastie dan Cinnamon Roll.
Saat mereka kembali, mereka melihat Fahmi sedang ngobrol dengan seorang lelaki.
"Ini minumannya Yang." Rara memberikan ice Americano untuk Fahmi. Tak lupa Rara tersenyum pada lelaki yang duduk di sebelah Fahmi.
"Oh ya. Kenalin ini tunangan gue, Rara." Fahmi memperkenalkan Rara.
"Rara.."
"Jovian.."
Deg.. Caca sedikit terkejut mendengar suara dan nama itu. Caca yang duduk di sebelah Rara pun menoleh pada lelaki itu.
"Dan ini adiknya Rara ..." Fahmi memperkenalkan Caca tapi terpotong oleh kekagetan Caca.
"Jojo.." seru Caca.
"Loh.. Kamu naik pesawat juga Ca ?" Jojo sedikit terkejut.
"Kalian sudah saling kenal ?" tanya Rara.
"Iya. Dia senior di perusahaan tempat aku magang kak." jawab Caca.
"Ooh.. Jadi ini yang kemaren diributin sama Mama." ujar Rara yang langsung mendapat pelototan dari Caca.
"Katanya gak pulang sekarang ?" sindir Jojo.
"Tumben ? Kayak loe tau gue aja. Biasanya gue juga naik pesawat. Kemarin tuh naik kereta karena kehabisan tiket." jawab Jojo.
"Ngeles aja." sindir Caca.
"Siapa yang ngeles. Kamu kali yang sengaja ngikutin gue naik pesawat." tuduh Jojo sambil menyeringai tersenyum.
"Enak aja. Kebetulan aja kali." Caca gak terima dituduh oleh Jojo.
"Mungkin jodoh ?" gumam Jojo.
"Ehem.. Kalian kok malah berantem ?" Fahmi coba melerai.
"Tau ah. Lagian kakak ngapain sih ngobrol sama dia ?" gerutu Caca.
"Cuma gak sengaja ngobrol." kata Fahmi dengan tenang.
"Ya udah sih. Kalian gak usah ribut. Nanti malah jodoh beneran loh." kata Rara.
"Apaan sih Kak. Gak lucu." Protes Caca.
"Udah.. Udah.. Abisin kopi sama toast kamu." Rara langsung duduk dan memberikan makanan dan minuman yang tadi mereka beli.
"Mau Mas ?" Rara menawarkan pada Jojo.
"Makasih Mbak. Tadi saya sudah makan." tolak jojo dengan sopan.
Caca hanya menikmati roti dan kopinya tanpa menghiraukan kehadiran Jojo. Beda dengan Fahmi yang mengajak Jojo ngobrol. Hingga tak terasa terdengar panggilan untuk masuk ke pesawat mereka.
"Untung duduknya jauh." gumam Caca ketika melihat Jojo masuk ke kelas Bisnis.
__ADS_1
Caca duduk di tepi jendela di sebelah Rara dan Fahmi.
Sepanjang penerbangan yang memakan waktu satu jam, Caca tertidur.
"Ca, udah mau nyampe." Rara membangunkan adiknya.
"Hhmm.. Iya Kak." Caca mengucek matanya dan merapikan pakaiannya.
"Jangan ada yang ketinggalan." Rara mengingatkan. Lalu ketiganya mengantri untuk turun.
Dilihatnya Jojo sudah turun lebih dulu dan menenteng tasnya.
"Bro, gue duluan ya." pamit Jojo.
"Loe ke kota D kan Bro ?" tanya Fahmi.
"Iya. Gue naik kereta." jawab Jojo.
"Hhmm.. Gimana ya. Boleh gak gue nitip Caca biar bareng sama loe." Fahmi berucap perlahan
"Apaan sih Kak Fahmi." protes Caca.
"Oooh.. Loe mau bareng gue Ca ?" tanya Jojo.
"Gak usah. Gue bisa sendiri." tolak Caca.
"Ca, Daripada sendirian mending bareng Jojo. Lumayan kan ada temen di jalan." kata Rara.
"Iya. Masih 3 jam lagi loh." Fahmi ikut membujuk.
"Ayo kalo mau bareng." kata Jojo.
"Oke deh. Bye Kak." pamit Caca sambil mencium dan memeluk Rara.
"Sini gue bawain tas loe." Jojo tersenyum genit pada Caca.
"Gak usah senyum - senyum." protes Caca.
"Yee.. Terserah gue dong." balas Jojo.
"Bawel. Buruan lah. Udah gerah disini." Caca berjalan mendahului Jojo.
"Pelan woy.." Kata Jojo.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
Bersambung
__ADS_1