
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Menjelang pernikahan, Caca disibukkan dengan berbagai macam perawatan. Mulai dari wajah, rambut dan tentu saja tubuh. Semua ini atas usulan dan sedikit paksaan dari Eci. Bahkan Eci memaksa Caca dan Cella untuk ikut kelas zumba agar tubuh lebih bugar dan langsing.
"Ayo Ca.. Semangat. Biar makin seksi. Loe juga Cel, biar Oka gak berpaling." Eci memyemangati kedua sahabatnya.
"Aku yang mau merit kenapa kamu yang heboh sih Ci." protes Caca.
"Eh.. Kan gue juga mau merit neneng." kata Eci.
"Seriusan loe ? Kapan ?" tanya Cella penasaran.
"Yang pasti setelah nikahan Caca. Alex juga udah ngelamar ke nyokap gue loh." jawab Eci.
"Aah.. Kok gue baru tau." keluh Cella.
"Tau nih. Udah dilamar kok gak cerita sama kita." Caca ngambek.
"Dilamar nya juga baru beberapa hari yang lalu. Mumpung nyokap lagi di ibukota." Eci menjelaskan.
"Ooh.. Pas kamu ke ibukota beberapa hari itu ya." Kata Caca.
"Iya. Gue juga gak nyangka kalo Alex bakal bilang ke nyokap mau lamar gue." ucap Eci.
"Selamat ya Say. Semoga lancar prosesnya. Jadi nih kita bakal liburan ke singapura." kata Caca.
"Iya dong. Loe bisa sekalian honeymoon disana." kata Eci.
"Pas bamget ya momennya. Gue juga mau honeymoon lagi." kata Cella.
"Yuk.. Kita honeymoon bareng - bareng." kata Caca.
"Aneh gak sih Kalo loe bilang honeymoon bareng - bareng ?" Eci menoyor kepala Caca.
"Hehehe.. Maksudku liburan bareng. Pas honeymoon nya mah di kamar masing - masing." Caca meralat ucapannya.
"Setuju. Nanti gue bilang ke paksu deh." kata Cella.
"Eh.. Abis ini kalian jadi beli gaun kan ?" tanya Caca.
"Jadi dong. Kan lusa loe udah balik ke kota B." jawab Eci.
"Iya. Ini hari terakhir kita olahraga sama perawatan bareng." Cella menambahkan.
Selesai perawatan, ketiganya menuju butik untuk mencari gaun buat Eci dan Cella.
"Yang ini aja Cel." kata Eci.
"Terlalu pendek gaunnya. Kayak abg aja." tolak Cella.
"Yaelah. Biar kelihatan muda." kata Eci.
"Cari yang agak panjang lah gaunnya." kata Cella.
__ADS_1
(Source : google )
"Yang ini gimana Cel, Ci ?" Caca menunjukkan sebuah gaun warna biru muda.
"Keren juga. Gue setuju. Loe gimana Ci ?" tanya Cella.
"Setuju. Gue model yang ini." kata Eci menunjuk gaun bergaya sabrina.
"Oke. Gue yang one shoulder ini." Cella menunjuk gaun yang lain.
"Ya udah. Bungkus." kata Caca.
Ketiganya menuju kasir untuk membayar lalu keluar dari butik.
"Langsung balik ?" tanya Eci.
"Iya. Gue belum masak buat Oka." jawab Cella.
"Yaelah. Punya resto masih juga harus dimasakin." sindir Eci.
"Ya bosanlah masa di resto udah masak, di rumah dia juga yang masak. Gantian." Cella membela diri.
"Betul itu. Jadi istri harus mau masakin suami." bela Caca.
"Males banget. Ca, kita langsung pulang ?" tanya Eci.
"Eh.. Gue janjian sama Jojo. Mobil kamu bawa aja." Caca memberikan kunci mobilnya pada Eci.
"Iya. Nasib yang ldr, gak ada yang jemput. Ya udah, gue langsung balik ke apart." Kata Eci.
Ketiganya lalu berpisah di lobby. Cella dan Eci menuju parkiran sedangkan Caca menuju pintu luar Mall.
Dilihatnya Jojo sudah menunggu depan lobby.
"Maaf ya lama." kata Caca saat masuk ke mobil.
"Aku juga baru nyampe ini. Belum juga semenit." balas Jojo.
"Masa ? Ya alhamdulilah kalo gitu." ucap Caca.
"Tadi gak bawa mobil ?" tanya Jojo.
"Bawa. Mobilnya sengaja aku titipin Eci, biar dibawa pulang." jawab Caca.
"Tadi ngapain aja ?" tanya Jojo lagi.
"Abis zumba, terus perawatan. Abis itu nemenin Cella dan Eci cari gaun buat ke nikahan kita." jawab Caca.
"Ooh.. Kita cek ke rumah yuk. Mastiin ada yang kurang atau gak perabotannya." kata Jojo.
"Ayo." balas Caca.
Sekitar 20 menit mereka berkendara, akhirnya sampai di sebuah komplek perumahan yang asri.
(source : google)
__ADS_1
"Ini rumah kita sayang. Kamu suka ?" tanya Jojo.
"Hhmm.. Lumayan. Kok sepi Mas ? Katanya lagi di renovasi ?" Caca malah balik bertanya.
"Udah selesai dari minggu kemarin. Kamu gak fokus ya pas aku cerita." jawab Jojo sedikit kesal.
"Eh.. Masa sih ? Lupa. Hehehe." Caca mengelak.
"Yuk, masuk." ajak Jojo.
"Ooh.. Ini sofa yang kita pilih waktu itu ya ? Ini meja makannya juga. Belum ada kulkas nya Mas." Caca mengecek satu persatu ruangan.
"Iya. Kan emang belum pilih elektronik. TV juga belum ada. Abis ini kita beli elektroniknya." kata Jojo.
"Iya. Aku mau beli mesin cuci sama microwave juga." kata Caca.
"Blender, dispenser gak usah beli dulu." kata Jojo.
"Lah kenapa ?" tanya Caca.
"Siapa tau ada yang ngasih. Jadi gak mubazir." jawab Jojo santai.
"Dih.. Ngarep." ledek Caca.
"Biasanya kan gitu. Kalo dari keluarga di kado nya barang elektronik." balas Jojo.
"Iya deh. Terserah kamu aja." kata Caca.
"Di kamar cek dulu." titah Jojo.
"Ini kamarnya ada 3 ?" tanya Caca.
"Ya buat keluarga kalo ada yang mau nginep. Terutama Mama sama Papa. Kan pasti nginep disini kalo berkunjung." jawab Jojo.
"Iya juga. Ini belum ada meja riasnya." kata Caca.
"Iya belum. Aku lupa. Mau taruh TV di kamar gak ?" tanya Jojo.
"Gak usah. Aku mau nya kamar ya buat tidur. Kalo mau nonton TV di luar." jawab Caca.
"Siap Ibu Negara." Balas Jojo.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
Bersambung
__ADS_1