
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
"Loh.. Kok berenti disini Mas ?" tanya Wiwid ketika Hedi menghentikan mobilnya di gerbang komplek rumah kost Wiwid.
"Ada yang mau aku omongin Wid." kata Hedi sambil memiringkan tubuhnya menghadap Wiwid.
"Apa Mas ?" tanya Wiwid penasaran.
"Kamu tau Wid. Seiring kedekatan kita, aku merasa aku nyaman sama kamu. Bukan hanya sebagai psikolog Chika tapi juga sebagai pendampingku. Melihat cara kamu menghadapi dan menyanyangi Chika, aku semakin tertarik dengan kamu." Kata Hedi.
"Maksudnya ?" tanya Wiwid.
"Wid, Mungkin ini terlalu cepat buat kamu, tapi mau gak kamu menjadi calon istriku ? Menjadi ibu buat Chika ?" Hedi meraih tangan Wiwid dan menggenggamnya.
Wiwid hanya diam terpaku mendengar pernyataan cinta Hedi. Sang dokter Duren yang juga disukainya.
"Kamu serius Mas ?" Wiwid coba meyakinkan dirinya.
"Serius Wid. Aku ingin menikah sama kamu." kata Hedi.
"Tapi.. kenapa Mas ?" lagi - lagi Wiwid belum yakin.
"Kenapa ? Apa yang salah dengan kita ? Mungkin yang salah disini justru statusku yang duda anak satu. Mungkin itu yang membuatmu tak yakin." Hedi sedikit kecewa dengan keraguan Wiwid.
"Bukan itu Mas. Aku gak masalah dengan status kamu. Cuma apa kamu benar - benar tulus suka sama aku atau hanya karena aku sudah berhasil membantu Chika lebih baik ?" tanya Wiwid.
"Gak Wid. Aku serius ingin menjalin hubungan dengan kamu. Setelah bertahun - tahun aku menutup diri dari lawan jenis, baru dengan kamu aku bisa dan mau membuka diri lagi. Kamu cantik, pintar dan baik." kata Hedi.
"Hhmm.." Wiwid masih tak percaya. Tak percaya karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
"Wid.. Kamu mau kan ? Kita melangkah ke hubungan yang lebih serius ?" tanya Hedi lagi membuyarkan lamunan Wiwid.
__ADS_1
"Iya Mas. Aku mau." jawab Wiwid malu - malu.
"Makasih ya Wid. Sudah memberi kesempatan buat aku." Hedi mencium tangan Wiwid dan menariknya ke dalam pelukannya.
"Mas..." protes Wiwid sambil berusaha melepaskan pelukannya.
"Maaf.. Maaf.. Aku terlalu senang kamu terima cinta aku." kata Hedi sambil kembali menggenggam tangan Wiwid.
"Iya Mas. Aku juga senang ternyata kamu cinta sama aku." balas Wiwid.
"Tunggu sebentar." Hedi keluar dari mobil dan mengambil sesuatu dari bangku belakang.
Wiwid memperhatikan Hedi dengan penasaran.
"Apa sebenarnya yang dilakukannya ?" gumam Wiwid dalam hati.
Tak lama Hedi kembali masuk ke belakang kemudi dambil memberikan sebuah buket pada Wiwid.
"Apa ini Mas ? So sweet banget sih ?" kata Wiwid.
"Makasih Mas." Wiwid spontan memeluk sang kekasih hati.
"Ehem.. Tadi aja protes pas aku peluk. Sekarang kamu yang peluk - peluk aku." goda Hedi.
"Iih.. Kamu mah rese Mas. Ya udah gak jadi aku peluk deh." Wiwid hendak melepaskan pelukannya.
"Eh.. Gak boleh gitu. Cuma becanda Sayang." Hedi mengeratkan pelukannya pada perempuan yang baru saja menjadi kekasihnya.
"Udah ah Mas. Nanti ada yang lihat." Wiwid melepaskan diri dari Hedi.
"Sayang... Kita secepatnya ketemu sama orangtua kamu ya." kata Hedi.
"Mau ngapain Mas ?" tanya Wiwid.
"Ya mau ngelamar kamu dong. Masa mau ngelamar jadi sopir." canda Hedi.
"Apa gak terlalu cepat Mas ?" tanya Wiwid.
__ADS_1
"Kenapa tidak ? Hal baik itu harus disegerakan." jawab Hedi.
"Lebih baik besok kita bicara dulu sama Chika. Takutnya dia gak setuju dengan hubungan kita." kata Wiwid.
"Iya deh. Tapi setelah Chika setuju, kita langsung menemui orangtua kamu ya." kata Hedi.
"Siap Bos. Pulang yuk, nanti dikira ngapain lagi disini." kata Wiwid.
"Oke." Hedi kembali menjalankan mobilnya menuju kost an Wiwid.
"Makasih ya Mas. Udah ngajak aku nonton, udah kasih buket bunga dan coklat buat aku." ucap Wiwid.
"Aku yang makasih sama kamu karena mau nerima si duda ini." balas Hedi.
"Bye Mas.." pamit Wiwid.
"Bye.. Calon istri." balas Hedi membuat Wiwid tersipu malu.
Wiwid langsung turun dan masuk ke rumah kost nya setelah mobil Hedi menjauh dari pandangannya.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
Bersambung
__ADS_1