Tiga Dara

Tiga Dara
#35 LDR


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 1/2 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...***...


Malam minggu itu Agung mengajak Caca nonton bioskop. Agung ingin menghabiskan waktu yang tersisa bersama dengan kekasih hatinya.


"Ca, aku berangkat tanggal 3 bulan depan." kata Agung saat mereka sedang makan setelah nonton.


"Hhmm.. Tinggal 3 minggu lagi dong Mas." kata Caca tak bersemangat.


"Iya. Aku ingin kita manfaatin waktu bersama sebelum aku berangkat ke Aussie." Agung menatap lembut pada Caca.


"Iya Mas. Aku juga ingin tiap hari ketemu sama kamu." kata Caca.


"Bener ya. Setiap hari aku akan jemput kamu dan ngajak kamu jalan - jalan." kata Agung. Caca hanya mengangguk.


"Udah selesai makannya ?" tanya Agung.


"Udah. Tapi aku belum mau pulang." jawab Caca.


"Kita nongkrong di taman dulu aja yuk." ajak Agung.


"Ayo." Caca mengikuti langkah Agung.


Mereka menuju taman yang terletak di tengah kota. Setelah memarkir sepeda motornya, Agung menggandeng tangan Caca menuju ke sebuah bangku di tengah taman.


"Kita akan baik - baik aja kan Mas ?" Caca menyenderkan kepalanya di bahu Agung.


"Maksud kamu ?" Agung tak mengerti dengan pertanyaan Caca.


"Hubungan kita ini gimana ? Apa kita bisa menjalani hubungan jarak jauh ?" Caca kembali menegaskan pertanyaannya.


"Kita berusaha untuk menjalani semuanya dulu. Biarkan semua mengalir seperti air. Yang pasti aku gak bisa pulang tiap tahun." Agung membelai lembut kepala Caca.


"Aku takut gak bisa Ldr sama kamu Mas." kata Caca lagi.


"Jangan berpikir terlalu jauh. Kita juga masih muda. Kita gak tau siapa jodoh kita. Jalani sesuai alurnya." kata Agung.


"Aku takut kamu tertarik sama cewek lain di sana, apalagi disana banyak bule cantik." kata Caca.


"Hei. Aku berkomitmen dengan kamu tapi aku gak mau mengikat kamu. Ingat, kita masih muda dan kita masih punya banyak impian yang ingin diwujudkan." kata Agung.


"Itu artinya kamu gak serius sama aku ?" tanya Caca.


"Bukan gitu. Aku selalu pacaran dengan serius tapi balik lagi, kita masih muda. Perjalanan kita masih panjang. Belum tentu aku yang berubah, bisa saja kamu yang berubah setelah lulus sma nanti. Who knows ?" kata Agung.


"Iya juga sih. Aku juga gak mau pusing gara - gara mikirin kamu terus. Aku ingin bahagia bersama kamu." kata Caca sambil menatap Agung lekat.


"Iya. Kita nikmatin waktu bersama kita aja. Gak usah mikirin yang belum terjadi." Agung memeluk Caca erat.


"Besok kita nonton lagi ya Mas." usul Caca.


"Boleh. Tapi kamu bawa baju ganti ya. Trus ijin juga sama Mama." kata Agung.


"Pastinya dong." tiba - tiba Caca mengecup pipi Agung.

__ADS_1


"Eh.. Mulai nakal ya. Kalo bukan di taman, udah aku lahap kamu." Agung tersenyum nakal.


"Dilahap emang makanan ?" ledek Caca.


"Awas ya. Aku cium kamu nanti." goda Agung.


"Coba kalo berani." Caca malah menantang Agung.


Cup.. Agung sudah mengecup bibir Caca sekilas.


"Kalo mau versi lengkap, tunggu aja." bisik Agung jahil.


"Mas... Awas ya." Caca memukul lengan Agung sebelum akhirnya Agung berlari menjauh.


Mereka sempat berkejar - kejaran di taman itu. Tak memperdulikan tatapan orang lain yang juga berada di taman.


"Udah ah. Capek." kata Agung sambil duduk di atas rumput.


"Suruh siapa jahil." Caca ikut duduk di sebelah Agung.


"Kita pulang yuk. Udah malam." kata Agung sambil melihat jam di tangannya.


Agung membantu Caca bangkit dan berjalan menuju parkiran.


Saat hari minggu, Agung mengajak Caca main ke rumahnya


"Bu, kenalin ini Caca." kata Agung.


"Assalamualaikum Bu. Saya Caca." Caca mencium tangan wanita paruh baya itu.


"Waalaikumsalam Nak Caca. Cantik sekali kamu." Ninik membelai wajah Caca.


"Ah kamu bisa aja." kata Ninik.


"Ca, ini adik - adik aku. Ini Bella, kelas 2 SMA, Ini Chika, kelas 3 SMP." kata Agung.


"Hai. Aku Caca." sapa Caca pada kedua adik Agung.


"Hai Kak." sapa Chika dengan ramah, sedangkan Bella terlihat sedikit jutek.


"Bella sekolah dimana ?" tanya Caca.


"Di SMK Unggulan." jawab Bella dengan wajah datarnya.


"Ooh.. Itu kan sekolah yang keren." kata Caca. Caca berusaha untuk akrab dengan Bella.


"Kakak sekolah di SMA Favorit juga ya ?" tanya Chika sambil memeluk lengan Caca.


"Iya. Sekolah yang sama dengan Mas Agung." jawab Caca.


"Aku juga mau sekolah disana ah." kata Chika.


"Tapi sayangnya kita gak ketemu juga Chika. Aku kan bentar lagi lulus." kata Caca.


"Iya juga ya. Gak apalah. Yang penting bisa satu almamater sama Mas Agung dan Kak Caca." kata Chika sambil tersenyum.


"Kalo mau masuk SMA Favorit ya harus belajar yang rajin." kata Agung sambil mengacak rambut Chika.


"Ayo nak Caca, kita makan dulu." ajak Ninik.

__ADS_1


"Makasih Bu. Masih kenyang. Lain kali aja." tolak Caca dengan sopan.


"Iya Bu. Aku mau ngambil paspor sama Visa dulu di kampus." kata Agung.


"Ya makan dulu lah Mas. Ibu udah masak makanan kesukaan kamu." bujuk Ninik.


"Iya deh Bu. Kita makan dulu." Caca jadi gak enak sudah menolak.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


3 minggu berlalu, tiba hari keberangkatan Agung. Caca ikut mengantar Agung bersama Ibu dan adik - adik Agung.


"Mas, hati - hati disana ya. Kuliah yang benar. Pintar - pintar jaga diri." Ninik memeluk anak bujangnya.


"Mas, jangan lupa beliin oleh - oleh yang banyak ya." kata Chika saat memeluk sang kakak.


"Iya bawel. Nanti Mas kirim oleh - oleh dari sana." kata Agung.


"Mas, jangan lupa sering - sering telpon ya." Bella memeluk erat kakaknya.


"Iya. Mas pasti akan merindukan kejutekan kamu dan kebawelan Chika." Agung mengacak rambut Bella dan Chika.


"Jaga diri kalian ya selama Mas jauh. Kamu jagain Ibu dan adikmu juga. Sekolah yang bener ya." Agung kembali mengingatkan Bella.


"Mas, jaga diri kamu disana ya. Kuliah yang bener." Caca memeluk Agung erat.


"Iya Sayang. Kamu juga sekolah yang bener ya. Jangan nakal." Agung mengecup kening Caca.


"Mas yang jangan nakal disana. Jangan lirik - lirik Bule." kata Caca.


"Siap Bu bos. Ingat ya obrolan kita dulu. Kita lakukan seperti itu." kata Agung.


"Iya Mas. Jangan lupa selalu bertukar kabar ya. Aku akan sangat - sangat kangen sama Mas." Caca memeluk Agung sekali lagi.


"Sama Sayang. Aku juga akan kangen kamu." bisik Agung.


"Bu, Agung pamit sekali lagi. Jaga diri Ibu baik - baik." Agung mencium tangan dan kedua pipi Ibunya.


Agung lalu masuk ke tempat tunggu pesawat. Dia sempat berhenti dan melambaikan tangan sekali lagi pada orang - orang terkasihnya sebelum menghilang dari pandangan.


"Bu, Caca pamit pulang ya." kata Caca sambil mencium tangan Ninik.


"Nak, tetap main ke rumah ya meski gak ada Agung." Ninik balas memeluk Caca.


"Insha Allah Bu. Kalo saya ada waktu." jawab Caca.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2