Tiga Dara

Tiga Dara
#36 Wisuda Wiwid


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 1/2 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–πŸ“–πŸ“–


...***...


Hari Wisuda Wiwid tiba. Arman dan Yesa akan pergi untuk menghadiri wisuda Wiwid. Yesa sengaja mendatangkan MUA untuk mendandani Wiwid dan juga dirinya.


"Wih.. Kak Wiwid cantik banget." puji Caca.


"Iya dong dek. Kan cewek. Hehehe." canda Wiwid.


"Mama juga cantik." Caca berganti menatap sang Mama yang masih dirias.


"Makasih sayang. Kamu udah mau berangkat ?" tanya Yesa.


"Iya Ma. Bentar lagi ojol nya datang." jawab Caca.


"Hati - hati di jalan ya." kata Yesa sambil mengusap kepala anak bungsunya itu.


Caca terlihat lebih pendiam semenjak Agung pergi kuliah ke Australia.


"Pa, aku berangkat dulu ya." pamit Caca.


"Gak mau Papa antar ?" tanya Arman.


"Gak usah Pa. Nanti Papa capek muter - muter. Itu ojol nya udah datang kok." jawab Caca.


Caca berangkat ke sekolah naik ojek online. Sepanjang perjalanan Caca lebih banyak melamun. Dia teringat akan Agung yang sudah pergi selama sebulan. Dia merindukan perhatian dari kekasihnya itu. Apalagi semenjak Rara kuliah di kota F, hanya Agung yang memberikan perhatian lebih padanya. Sedangkan Papa, Mama dan Kakak sulungnya selalu sibuk dengan pekerjaan dan kuliah mereka.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Wiwiddan kedua orangtuanya tiba di depan Aula kampus tempat Wisuda digelar.


Wiwid turun dari mobil dan langsung disambut Indra yang berhasil ikut wisuda berbarwngan dengannya.


"Selamat Sayang." Indra memberikan buket bunga untuk Wiwid.


"Makasih Sayang. Kamu juga selamat ya." Wiwid ganti menyerahkan sekuntum bunga dan boneka wisudawan untuk Indra.


"Om.. Tante.." Indra mencium tangan Arman dan Yesa.


"Selamat ya Ndra. Akhirnya kamu lulus juga." kata Yesa.


"Makasih Tante." balas Indra.


"Om juga salut sama kamu. Bisa lulus juga. Selamat." Arman menepuk bahu Indra.


"Makasih Om." balas Indra.


"Orangtua kamu dimana ?" tanya Yesa.


"Disana Tante. Mari kita kesana." ajak Indra.


Mereka berempat berjalan menuju sepasang suami istri yang sedang duduk menunggu di sebuah bangku.


"Ma, Pa. Kenalin ini orangtuanya Wiwid." kata Indra pada orangtuanya.


"Apa kabar Pak, Bu ? Saya Intan Mamanya Indra. Ini Papanya Indra." Intan memperkenalkan diri.


"Andra."


"Yesa."

__ADS_1


"Arman."


"Om, Tante, Apa kabar ?" Wiwid mencium tangan kedua orangtua Indra.


"Baik Nak. Akhirnya kita ketemu lagi ya." Intan mencium pipi kiri dan kanan Wiwid. Wiwid pernah bertemu orangtua Indra saat diundang makan malam sewaktu Ulang tahun pernikahan perak orangtua Indra beberapa bulan lalu.


"Ma, Pa, Om, Tante, Kalian bisa masuk duluan lewat sana." kata Indra dengan sopan.


"Undangannya ditunjukkan ya Ma." Wiwid mengingatkan.


"Iya. Kami masuk dulu. Ayo jeng." ajak Intan.


Yesa berjalan berdampingan dengan Intan. Sedangkan para suami terlihat mengikuti mereka sambil mengobrol.


Indra dan Wiwid bergabung dengan teman wisudawan / wisudawati mereka.


"Adeuh.. Ini pasangan gokil baru datang." sambut Niken.


"Udah dari tadi Ken. Tapi ngibrol dulu sama ortu." jawab Indra.


"Selamat ya Ken. Akhirnya kita wisuda bareng." Wiwid memeluk Niken. Lalu dia berganti memeluk Tita dan Diana.


"Yang, aku kesana dulu ya." Indra menghampiri teman lelakinya.


"Awet juga ya kamu pacaran sama Indra." kata Niken.


"Iya. Dia baik banget sih." kata Wiwid.


"Kirain dia itu pelarian kamu Wid." Diana ikut berkomentar.


"Gak lah. Aku selalu serius kalo pacaran. Seringnya malah dikhianati." keluh Wiwid.


"Percaya deh. Wiwid mah setia. Kalo gak khilaf." sindir Tita sambil bercanda.


"Sialan kamu." Wiwid memukul lengan Tita.


"Belum tahu. Sebenarnya ada tawaran di kota C. Tapi aku gak tega ninggalin adik aku." jawab Wiwid.


"Emang kenapa ?" tanya Diana.


"Ya gitu deh. Kasihan dia sendirian di rumah. Secara kan kalian tahu Mama papa aku sibuk kerja." Wiwid coba menjawab aman tanpa menceritakan masalah orangtuanya yang sebenarnya.


"Trus kamu cari kerja disini ?" tanya Diana lagi.


"Sementara sih gitu. Nanti kalo Caca udah lulus SMA, Baru aku kerja di kota C." jawab Wiwid.


"Adik kamu ditinggal dong ?" tanya Tita.


"Gak. Dia mau kuliah di kota D." jawab Wiwid.


"Ooh.. Ya baguslah. Jadi gak ada yang tersakiti." kata Tita yang tahu masalah sebenarnya di keluarga Wiwid.


Wiwid hanya menatap Tita sambil memberikan kode untuk tidak meneruskan ucapannya.


Terdengar panggilan dari pengeras suara yang mempersilahkan para wisudawan / wisudawati memasuki Aula wisuda.


Mereka berbaris sesuai jurusan masing - masing dan sesuai urutannya.


Wiwid berdiri berdampingan dengan Tita yang satu jurusan dengannya. Indra bergabung dengan teman - temannya di fakultas Hukum. Begitu lagu Gaudeamus igitur berkumandang, para wisudawan / wisudawati masuk ke ruangan setelah didahului oleh rektor, ketua senat dan para dekan. Para tamu undangan berdiri menyambut semuanya. Para wisudawan / wisudawati menempati kursi sesuai fakultas dan jurusannya. Acara wisuda dimulai dengan menyanyikan lagi Indonesia Raya dan sambutan dari rektor. Selanjutnya penyerahan ijazah wisudawan terbaik masing - masing jurusan. Setelahitu dilanjutkan dengan penyerahan ijazah masing masing Fakultas oleh Dekan/Direktur Pascasarjana.


Fakultas dan jurusan Wiwid mendapat urutan ke 10. Semua bertepuk tangan untuk setiap wisudawan yang maju. Hingga tiba giliran Wiwid.


"Ananda Widya Anindya, putra dari Bapak Arman dan Ibu Yesa dari jurusan Psikologi." kata pembawa acara.


Wiwid maju dengan percaya diri. Wiwid menoleh dan tersenyum pada kedua orangtuanya yang menatap dengan bangga.

__ADS_1


"Selamat ya." Dekan jurusannya menyalami Wiwid.


"Terima kasih." Wiwid menunduk hormat.


Wiwid lalu turun dari panggung dan kembali menuju ke tempat duduknya.


Satu jam kemudian acara selesai dan ditutup oleh rektor.


Wiwid menuju ke orangtuanya dan memeluk Mama Papanya.


"Sekali lagi selamat ya Nak. Papa bangga sama kamu." Arman menciumi kepala Wiwid.


"Mama juga bangga sama kamu Kak." Yesa tak mau kalah.


"Makasih ya Ma, Pa, Udah bimbing aku selama ini." kata Wiwid.


"Sama - sama Sayang. Itu sudah tugas kami." kata Arman.


"Jeng, kita makan bersama dulu yuk." ajak Intan yang sudah menghampiri mereka.


"Wah.. Kok jadi merepotkan." kata Yesa.


"Gak kok Jeng. Kebetulan kami mau merayakan kelulusan sekaligus diterimanya Indra di kantor Biro Hukum." kata Intan.


"Oooh. Selamat ya Jeng." Yesa menepuk bahu Intan pelan.


"Ayo Jeng. Indra mana ya ?" Intan celingukan mencari anaknya.


"Biar saya panggil Indra dulu tante." kata Wiwid


"Iya. Kami tunggu di mobil ya." kata Intan.


Wiwid lalu menghampiri Indra yang sedang asyik mengobrol dengan teman - temannya.


"Yang, Ditingguin Mama Papa tuh." kata Wiwid.


"Iya Yang. Sebentar." kata Indra yang kembali meneruskan obrolan dengan teman - temannya.


"Yang, Ini mau makan bareng sama oramgtua aku loh." Wiwid kembali mengingatkan.


"Cie.. Mau lamaran nih kayaknya." goda salah satu teman Indra.


"Doain aja Bro. Aku balik dulu ya." kata Indra sambil pamitan dengan teman - temannya.


"Lancar Bro. Jangan lupa undangannya." teriak salah satu teman Indra.


Indra hanya tersenyum menatap Wiwid.


"Asik. Kita mau nikah Sayang." bisik Indra.


"Apaan sih. Lebay. Cuma makan aja kali." kata Wiwid sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah.


Indra hanya tersenyum melihat sikap malu - malu sang kekasih. Indra pun menggandeng tangan Wiwid dengan erat.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung


__ADS_2