
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 1/2 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca πππ
...***...
Sejak kejadian pertengkaran kedua orangtuanya hari itu, Caca lebih sering menghabiskan waktu di rumah Neneknya. Wiwid pun selalu pulang sore karena kesibukan kerja magangnya.
"Nek, Caca mau tinggal disini aja ya. Aku mau jadi anak nenek aja." Caca memeluk manja sang nenek.
"Kenapa Sayang ?" Sari mengusap lembut kepala sang cucu.
"Di rumah suasananya mencekam. Apalagi kalo Papa pulang." keluh Caca.
"Kalo hari biasa gini gimana ?" tanya Sari dengan sabar.
"Biasa aja sih. Tapi Mama lebih banyak diam. Kak Wiwid juga sudah mulai magang, jadi sering pulang sore." jawab Caca.
"Ya udah. Kalo weekend, kamu nginep di runah Nenek ya." Usul Sari sambil mengecup puncak kepala Caca.
"Boleh ya Nek ?" tanya Caca.
"Boleh dong. Tapi kamu bilang baik - baik sama Mama." jawab Sari.
"Sekarang aku lapar Nek. Bibi masak apa ?" Caca bangkit.
"Lihat sendiri tuh di meja makan." Sari menunjuk ke arah meja makan.
Caca langsung membuka tudung saji di meja makan dan mendapati ayam kecap kesukaannya.
"Wah.. Aku mau makan ya Nek." Caca langsung mengambil nasi hangat dari magiccom.
"Makan yang banyak ya." Sari duduk menemani di samping Caca.
Setelah makan Caca ngobrol sebentar dengan Nenek lalu dia pamit pulang.
"Kok baru pulang dek ?" tanya Yesa yang sedang menyiapkan makan malam.
"Iya Ma. Tadi aku ke rumah Nenek dulu." jawab Caca lalu masuk ke kamarnya.
Setelah berganti pakaian Caca keluar menemui Yesa di dapur.
"Tumben masak Ma ?" tanya Caca.
"Iya. Mama lagi masakain sop buntut. Tadi pagi Kak Wiwid minta dibuatin sop buntut katanya." jawab Yesa.
"Wah.. Enak tuh. Ada empingnya gak Ma ?" tanya Caca lagi.
"Ada dong. Tuh di toples." Yesa menunjuk ke arah 2 toples yang tersusun di meja dapur.
"Kakak pulang jam berapa sih ? Aku gak sabar mau makan nih !" Caca bermonolog sendiri.
"Sabar. Emang kamu gak makan tadi di rumah nenek ?" tanya Yesa.
"Makan. Tapi lihat sop buntut jadi laper lagi. Hehehe." jawab Caca.
__ADS_1
"Sana nonton tv dulu aja, Tuh ada kripik singkong. Lagian ini belum. matang juga." Yesa mengusir Caca dari dapur.
Caca berjalan menuju runag tv sambil membawa setoples kripik singkong pedas manis.
Menjelang mahrib Wiwid pulang.
"Akhirnya Kakak pulang juga." sambut Caca.
"Sabar dong dek. Baru juga Kakak masuk." Yesa mengingatkan.
"Ada apa sih Ma ? Kok Caca heboh gitu lihat aku pulang ?" tanya Wiwid.
"Udah Kakak cepetan mandi." Caca udah gak sabar ingin makan sop buntut.
"Kenapa Ma ?" Wiwid bertanya oada sang Mama.
"Itu.. Adikmu udah gak sabar pengen makan sop buntut." jawab Yesa sambil tertawa kecil.
"Ooh.. Kirain ada apa. Bentar ya dek, Kakak mandi dulu." Wiwid mengacak rambut Caca.
"Jangan lama - lama." teriak Caca saat Wiwid masuk ke kamarnya.
"Kak, Udah selesai belum sih ? Aku udah laper nih." Caca mengetuk pintu kamar Wiwid.
"Dek, Baru juga setengah jam." kata Yesa.
"Sabar.. Bentar lagi keluar." jawab Wiwid dari balik pintu.
Caca menunggu di depan pintu kamar Wiwid dengan tak sabar.
"Akhirnya keluar juga. Ayo makan." Caca menggandeng lengan Wiwid menuju meja makan.
"Gak boleh sama Mama. Harus makan bareng - bareng." kata Caca sambil bersiap mengambil sop buntut.
"Dek, Ambil secukupnya aja ya." Yesa mengingatkan si bungsu.
"Iya Ma. Ini masih banyak kok." kata Caca.
"Biarain aja Ma. Dia kan masih masa pertumbuhan." sindir Wiwid.
"Iya juga ya. Ayo ambil Kak." Yesa menyodorkan mangkuk Sop buntut.
Mereka bertiga makan dengan lahap. Tepatnya Caca yang makan dengan lahap. Yesa dan Wiwid lebih banyak memperhatikan cara makan Caca.
"Udah berapa kali makan hari ini dek ?" ledek Wiwid.
"Baru.. 5 kali. Hehehe." jawab Caca.
"Ya ampun. Lari kemana aja tuh makanan ?" Sindir Wiwid.
"Kayak Kakak gak pernah muda aja." balas Caca.
"Aku tuh pas SMA makan banyak, jadi montok deh." jawab Wiwid.
"Hehehe. Iya ya." Caca mengingat - ingat saat kakak sulungnya itu masih SMA.
"Ma, Aku boleh tinggal di rumah Nenek gak ?" tanya Caca.
__ADS_1
"Kenapa gitu ?" Yesa balik bertanya.
"Kasian aja Nenek tinggal sendirian." jawab Caca.
"Gak boleh. Kan rumah kamu disini." larang Yesa.
"Kalo gitu weekend aja ya aku nginep di rumah Nenek." Caca belum mau menyerah.
"Mama tanya Papa dulu ya." kata Yesa.
"Kan deket ini Ma. Pasti boleh sama Papa." rayu Caca.
"Ya coba kamu ngomong sendiri sama Papa kamu." Yesa mulai terdesak dengan permintaan Caca.
"Iya Nanti aku ngomong juga ke Papa. Yang penting Mama bolehin kan ?" Caca masih usaha merayu Yesa.
"Tapi gak boleh setiap minggu. Sesekali aja." kata Yesa.
"Oke Ma. Makasih ya." Caca memeluk sang Mama.
Mereka menyelesaikan makannya. Setelah itu Caca dan Wiwid mencuci piring bersama - sama.
"Kamu ngapain dek pengen tinggal sama Nenek ?" tanya Wiwid.
"Aku mau jadi anak Nenek aja. Lebih tenang disana." jawab Caca sambil berbisik.
"Yaelah. Masih kepikiran yang kemarin ?" tanya Wiwid lagi.
"Ya masihlah Kak. Aku gak mau sampai dengar pertengkaran Mama Papa lagi. Kakak gak kaget ?" Caca masih trauma dengan kejadian kemarin.
"Udah dari dulu kali. Mereka aja yang pintar menutupi." kata Wiwid.
Ucapan Wiwid membuat Caca terkejut. Dia baru tahu kalo Mama Papanya tidak akur. Tidak seperti yang terlihat di depannya selama ini.
Memang hanya dirinya yang tidak tahu hal itu. Kedua Kakaknya sudah tau terutama Wiwid, sang Kakak sulung.
"Udah. Yang pasti mereka tetap orangtua kita. Kita harus hormat pada mereka dan doain agar mereka bisa harmonis lagi." Wiwid menasehati sang adik sambil mengusap punggungnya.
"Iya Kak." Caca meresapi ucapan Wiwid hingga dia menyadari punggungnya sedikit basah.
"Kakak sambil ngelap ya ?" tanya Caca hendak memukul Wiwid.
"Maaf semgaja dek." teriak Wiwid sambil berlari menuju ke kamarnya.
"Kakak..." Caca mengejar sang Kakak.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ
Bersambung