Tiga Dara

Tiga Dara
#65 Honeymoon (2)


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...****************...


Hedi terus mel***t bibir tipis Wiwid. Tangannya pun mulai menelusup masuk ke dalam baju Wiwid. Tak butuh waktu lama, akhirnya dia menemukan dua bulatan kenyal.


"Yang..." Wiwid terkejut ketika Hedi me***** pa****ra nya.


"Hhm... Enak kan Yang ?" rayu Hedi sambil mengecupi leher Wiwid.


"Aahh.... Yang..." Wiwid mulai hanyut dalam kenikmatan.


Keduanya saling mencium dan memeluk hingga tak terasa mereka sudah polos tanpa sehelai benang pun.


Hedi sudah tak sabar untuk menjelajah dalam gua yang sempit itu.


"Kamu tahan ya, Agak sakit sedikit." bisik Hedi dengan lembut.


Setelah menggesekkan miliknya di pintu gua Wiwid, Hedi pun mulai memasukkan miliknya ke dalam gua Wiwid yang masih tersegel.


"Auw... Yang... sakit..." teriak Wiwid ketika Milik Hedi mulai menerobos masuk.


"Tahan Yang.. Maaf ya.." Hedi berhenti sejenak sambil kembali ******* bibir Wiwid. Ketika dirasa Wiwid mulai relax, Hedi melanjutkan aksinya memasukkan keseluruhan miliknya pada milik Wiwid. Hedi kembali menggenjot di dalam tubuh Wiwid. Tak lama keduanya mencapai puncak dan ambruk kelelahan.


"Makasih Yang kamu menjaganya buat aku." Bisik Hedi.


"Iya Yang." balas Wiwid dengan lemas.


Hedi mengeluarkan miliknya dan mengelap bercak darah yang tertinggal disana. Lalu dia memeluk Wiwid dari belakang dan tertidur bersama.


"Yang... Masa udah 2 hari disini belum jalan - jalan sih ?" protes Wiwid.


"Enakan berdua di kamar sayang. Lagian masih belum nyiba semua gaya." Hedi memeluk Wiwid dengan erat sambil mengecup puncak kepalanya.


"Kan pemgen jalan - jalan. Capek di gempur terus." Rengek Wiwid.


"Iya.. Iya.. Nanti malam kita cari makan di pantai." kata Hedi.


"Bener ya ?" Wiwid menolehkan wajahnya pada sang suami.


"Iya bener. Tapi sebelumnya kita main di kamar mandi lagi yuk." Hedi mulai menciumi leher Wiwid.

__ADS_1


"Iih.. Mesumnya gak selesai - selesai." Wiwid mencubit lengan Hedi.


"Baru aja dimulai ini. Maklum udah lama nganggur." Hedi mulai intens menciumi leher dan pipi Wiwid.


"Hhmmm... Bentar aja ya." Wiwid membalikkan badannya dan melingkarkan lengannya di leher Hedi.


"Iya. Sekalian mandi juga. Abis itu langsung jalan ke pantai." balas Hedi.


Hedi langsung menggendong Wiwid masuk ke kamar mandi dan melakukannya lagi.


"Mas, Kita naik apa ?" tanya Wiwid.


"Naik Taksi online lah. Kan pantai nya jauh." jawab Hedi. Saat ini keduanya sudah keluar dari kamar menuju lobby. Bersiap makan malam di sebuah pantai yang cukup terkenal di tempat itu.


Sekitar setengah jam mereka pun sampai disana. Hedi langsung diarahkan oleh seorang waiter menuju ke meja yang sudah dipesannya.



(source : goggle)


"Wah.. Pemandangannya bagus banget." kata Wiwid.


"Iya sayang. Pemandangannya indah kayak kamu." rayu Hedi.


"Beneran sayang. Kamu sangat indah. Apalafi kalo lagi mend****." bisik Hedi di telinga Wiwid.


"Iih.. Mas.. Kamu nakal." Wiwid mencubit pinggang Hedi dengan muka merah seperti kepiting.


"Auw.. Sakit. Ini mah KDRT." Hedi mengusap bekas cubitan Wiwid.


"Biarin. Suruh siapa genit." elak Wiwid.


"Kan genitnya cuma sama istri sendiri. Boleh dong ?" Hedi mulai merayu Wiwid lagi.


"Boleh. Tapi gak di tempat umum juga lah." kata Wiwid.


"Iya deh. Nanti aku genitnya di kamar aja sambil tel******." balas Hedi.


"Mas..." protes Wiwid lagi.


Hedi hanya terkekeh melihat tingkah istrinya yang menggemaskan.


Tak lama waiter datang membawa pesanan mereka


__ADS_1


(Source : goggle)


"Silahkan makanannya Bu, Pak." kata waiter itu dengan ramah.


"Makasih Mas." balas Hedi.


"Yang, ini gak kebanyakan ?" tanya Wiwid ketika waiter sudah pergi.


"Gaklah. Kan kita harus isi banyak tenaga sebelum bertempur lagi." jawab Hedi sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Iih.. genit." Balas Wiwid dengan muka memerah.


Mereka berdua pun menikmati hidangan laut dengan lahap. Sambil sesekali saling menyuapi.


"Alhamdulilah.. Aky bersyukur punya suami yang romantis. Semoga dia selamanya akan seperti ini." doa Wiwid dalam hati sambil mencuri pandang pada sang suami yang sibuk mengupas udang.


"Ya Allah.. Semoga kami akan bahagia selamanya." Hedi pun ikut berdoa dalam hati sambil menatap sang istri yang langsung menunduk malu saat pandangan mereka bertemu.


"Yang.. Aku bahagia bisa menikah sama kamu." bisik Hedi di telinga Wiwid.


"Aku juga Mas. Love you." balas Wiwid sambil memberanikan diri mengecup pipi sang suami.


"Loh.. Kok mulai nakal nih istri. Udah gak sabar mau bertempur nih rupanya." Hedi mulai menggoda Wiwid kembali.


"Gak ya. Gak salah." balas Wiwid sambil terkekeh malu.


"Hhmmm.. Lanjutkan nyonya Hedi. Saya suka kamu yang nakal." balas Hedi sambil mengecup pipi Wiwid.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Semuanya sudah tamat ya !!


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2