
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 1/2 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...***...
"Ca, kamu sudah siap belum ?" panggil Ma Yesa dari ruang makan.
"Bentar Ma." jawab Caca.
"Ayo cepetan. Kamu kan belum sarapan. Mama ada kerjaan ke luar kota." kata Yesa.
"Iya Ma." Caca sudah duduk di meja makan dan menikmati sarapannya.
"Nanti kamu pulang sendiri ya Ca." kata Yesa.
"Iya Ma. Kapan aku bisa bawa motor sih ?" Caca balik bertanya.
"Ya nunggu 17 tahun lah. Bikin SIM dulu." kata Yesa.
"Iya deh Ma. Kan tinggal 3 bulan lagi." kata Caca.
"Kalo udah selesai kita berangkat ya." kata Yesa.
"Iya Ma. Caca cuci piring dulu." kata Caca.
"Mama tunggu di mobil ya." Yesa langsung membaqa tas nya ke mobil.
Tak lama Caca keluar dan duduk di kursi samping mamanya.
"Mama hari ini pulang malam ?" tanya Caca.
"Gak. Begitu selesai Mama pulang. Makanya ini berangkat pagi - pagi. Mungkin sampaai rumah sore." jawab Yesa.
"Nanti beliin Pizza ya Ma." pinta Caca.
"Oke siap anak Mama yang manis." Yesa mencubit pipi Caca.
Pulang sekolah Caca keluar gerbang hendak memesan ojek online. Tiba - tiba sebuah motor berhenti di depannya.
"Ca..." orang itu menyapa Caca tanpa membuka kaca helm nya.
Caca hanya diam sambil sedikit mundur ke belakang. Dia takut orang itu berbuat yang gak baik.
"Ca, ini aku." orang itu menbuka helmnya.
"Mas Agung.. Ya ampun, kirain siapa." kata Caca.
"Hehehe. Maafin ya bikin kamu takut." kata Agung dengan santai.
"Tumben disini Mas ?" tanya Caca.
"Tadi abis dari rumah temen deket sini. Pas lewat pas lihat kamu. Ya sekalian aku samperin aja." jawab Agung.
"Ooh.. Udah mulai kuliah ya Mas ?" tanya Caca lagi.
"Udah. Eh.. Aku anterin pulang yuk. Gak dijemput kan ?" Agung balik bertanya.
"Aku udah mau pesen ojek online." tolak Caca.
"Gak usahlah. Aku anterin pulang aja. Mau ya ?" pinta Agung sedikit memaksa.
"Iya deh. Lumayan ngirit ongkos." Caca menerima helm yang disodorkan Agung.
"Bisa naiknya ?" tanya Agung.
"Aku duduk miring aja ya Mas." kata Caca. Agung pun mengiyakan.
Aging tak langsung mengantar Caca pulang, tapi mengajaknya mampir ke taman jajan dulu.
__ADS_1
(source : google)
"Kamu mau makan apa Ca ?" tanya Agung.
"Mie ayam aja deh Mas." jawab Caca.
"Minumnya aku pesenin es degan ya." kata Agung yang dijawab anggukan oleh Caca.
Caca memilih tempat duduk di pojok belakang.
Tak lama Agung datang dengan membawa 2 gelas es degan.
Caca langsung menyeruput es degannya.
"Haus banget ya ?" ledek Agung.
"Iya Mas. Cuacanya panas banget." jawab Caca.
"Kamu tiap hari pulang sendiri ?" tanya Agung.
"Iya. Seingnya pulang sendiri, kadang - kadang aja Mama jemput. Sampai rumah juga sendirian." jawab Caca.
"Sendirian di rumah ?" Agung menegaskan ucapan Caca.
"Iya. Mama dan Kak Wiwid biasanya pulang sore." kata Caca.
"Boleh gak kalo aku jemput tiap hari ?" tanya Agung sambil tersenyum.
"Emang kuliahnya sampai jam berapa ?" Caca balik bertanya.
"Ya biasanya cuma sampai siang aja. Boleh kan ?" Agung kembali bertanya.
"Ya kalo gak merepotkan mau aja." jawab Caca.
"Kalo jadwal kuliah aku gak sampe sore, aku jemput kamu ya." kata Agung.
"Iya Mas. Tapi kalo ada kuliah jangan maksain loh." kata Caca.
"Oke siap." kata Agung.
"Makasih ya Mas." kata Caca sambil menyerahkan helmnya.
"Besok aku jemput setengah 1. Kamu tunggu di tempat tadi ya." kata Agung sebelum pergi.
"Iya Mas." jawab Caca sambil menunggu hingga Agung tak kelihatan lagi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sudah seminggu ini Agung selalu menjemput Caca setiap pulang sekolah. Seperti hari ini Caca sudah menunggu Agung di depan gerbang.
"Maaf ya Ca. Tadi isi bensin dulu." kata Agung yang baru sampai di sekolah Caca.
"Gak apa kok Mas." Caca mengambil helm dan duduk di boncengan Agung.
"Kita langsung pulang atau mau makan dulu ?" tanya Agung.
"Makan dulu aja Mas. Lumayan ada temen. Males kalo makan sendirian." jawab Caca.
"Kak Wiwid belum pulang KKN ?" tanya Agung.
"Belum. Kalo udah pulang pun jarang di rumah." kata Caca.
"Oke deh. Kita cari makan dulu." Agung menjalankan motornya menuju warung makan.
Keesokan harinya, Agung datang ke sekolah Caca yang juga bekas sekolah lebih awal. Kebetulan jadwal kuliahnya hanya sampai jam 11. Agung masuk ke dalam sekolah Caca, kebetulan anak ekskul basket sedang latihan. Agung yang juga mantan anak basket menghampiri mereka.
"Hai.. Boleh gabung gak ?" sapa Agung.
"Boleh dong Mas. Ayo kita tanding." ajak Irfan.
"Ayo.. Siapa takut." Agung menyimpan tas dan membuka jaketnya.
Mereka pun bermain basket hingga jam bubar sekolah.
__ADS_1
Cava keluar dari kelas bersama Endah.
"Ca, bentar.. Lihat tuh." Endah menunjuk le arah lapangan basket.
"Apaan sih ? Cuma orang main basket aja." kata Caca tak peduli. Dia sudah benar - benar tak mau peduli soal Irfan.
"Itu Kak Irfan lagi tanding basket sama ...." kata Endah.
"Aku gak peduli." Caca memotong ucapan Endah.
"Eh.. Denger dulu. Kamu lihat siapa yang tanding basket sama Kak Irfan ?" Endah memegang kepala Caca agar memandang ke arah lapangan basket.
"Loh.. Itu kan Mas Agung ?" gumam Caca dengan suara pelan tapi masih bisa di dengar oleh Endah.
"Iya itu Mas Agung mu. Mau kesana ?" tanya Endah.
Tanpa menjawab Caca langsung berjalan mendekat ke lapangan basket. Caca melihat tas dan jaket milik Agung. Diapun duduk disana.
"Ngapain sih Mas Agung main basket sama cowok itu." gerutu Caca.
"Ya kan Mas Agung mantan anak basket." kata Endah.
Caca dan Endah pun menunggu hingga mereka selesai bermain basket.
Agung tersenyum pada Caca yang menunggunya di tepi lapangan.
Setelah itu Agung berbicara sebentar dengan Irfan yang ikut menoleh ke arah Caca, lalu Agung berjalan menghampiri Caca.
"Maaf ya jadi nungguin aku." kata Agung sambil duduk di sebelah Caca.
"Nih.. Minum dulu Mas. Maaf bekas aku." Caca memberikan botol minumaan miliknya yang tinggal tersisa sedikit.
"Gak apa. Bekas kamu lebih manis rasanya." gida Agung sambil mengedipkan matanya.
Caca tersipu malu melihatnya. Endah pun jadi serba salah berada diantara sepasang manusia yang sedang kasmaran.
"Ca, Mas Agung, aku pulang duluan ya." kata Endah membuyarkan keheningan.
"Iya Ndah. Hati - hati ya." jawab Caca.
"Makasih ya udah nemenin Caca. Hati - hati." kata Agung.
"Mas, aku pulang duluan ya." pamit Irfan dan teman yang lain saat melewati mereka. Irfan terus melirik pada Caca yang diam menunduk.
Irfan dan teman yang lain bersalaman dengan Agung dan meninggalkan mereka.
"Irfan kenapa lihatin kamu kayak gitu ya ?" tanya Agung sedikit kesal.
"Gak tau." jawab Caca singkat.
"Kalian ada hubungan ya ?" selidik Agung.
"Gak kenal malahan." kata Caca sambil membuang muka.
"Ya terserah lah. Aku gak suka cara dia lihatin kamu." kata Agung.
"Udah Biarin aja. Yuk pulang." ajak Caca sambil. menarik lengan Agung.
"Kita cari makan dulu kan ?" tanya Agung.
"Iya." jawab Caca singkat.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ
Bersambung