Tiga Dara

Tiga Dara
#93 Pertemuan Dua Keluarga


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...****************...


Keesokan harinya saat Arman pulang, Rara langsung mengajak ngobrol Arman dan Yesa.


"Pa, Ma, Rara mau menikah sama Fahmi." kata Rara.


"Kamu yakin Nak ?" tanya Arman.


"Yakin Pa. Hubungan kami sudah lama dan serius. Kebetulan Fahmi sudah selesai kuliahnya, tinggal menunggu wisuda." jawab Rara.


"Soal kerjaannya gimana ?" tanya Arman lagi.


"Fahmi tetap kerja di perusahaannya yang sekarang, Chick Farm. Tapi setelah S2, akan naik posisinya." Rara menjelaskan.


"Gimana menurut Mama ?" Arman bertanya pada Yesa.


"Mama setuju Pa. Fahmi juga anaknya baik. Kalo keduanya saling cinta ya jangan dihalangi." jawab Yesa sambil mengusap kepala Rara dengan lembut.


"Baiklah. Papa juga setuju." kata Arman.


"Makasih ya Pa, Ma." Rara memeluk Armna dan Yesa dengan erat.


Sementara di tempat lain,


"Bu, Pak, Fahmi mau bicara." kata Fahmi.


"Ada apa Nak ?" tanya Nani.


"Iya kok kayak serius gini." Hari ikut duduk bersama istri dan anaknya.


"Iya Pak, Bu. Ehmm.. Begini... Fahmi Mau menikahi Rara. Fahmi mau minta restu dari Bapak dan Ibu." kata Fahmi.


"Menikah Nak ? Apa gak terlalu cepat ?" tanya Nani.


"Dipikirkan dulu Nak. Kamu juga baru lulus S2." Hari menambahkan.


"Iya Pak, Bu, Fahmi udah yakin dengan keputusan Fahmi. Soal pekerjaan, Fahmi juga akan tetap bekerja di perusahaan yang sekarang, bahkan jabatan Fahmi naik." kata Fahmi coba meyakinkan orangtuanya.


"Kalo menurit Ibu, ini terlalu cepat." kata Nani.


"Gak Bu. Fahmi udah pacaran dengan Rara lebih dari 5 tahun." Fahmi masih mencoba meyakinkan ibunya.

__ADS_1


"Bapak kamu baru aja pensiun Nak, Ibu juga mulai mengurangi waktu jualan di pasar. Kamu ada biayanya ?" tanya Nani.


"Tenang aja Bu. Fahmi sudah punya tabungan. Fahmi juga udah bicarakan dengan Rara, Nantinya Fahmi dan Rara akan tetap memberikan uang buat Bapak dan Ibu." kata Fahmi.


"Bukan soal itu Nak. Tapi apa kamu udah yakin dengan Rara ? Latar keluarga mereka beda loh dengan kita. Ibu dan Bapak cuma orang kampung, beda dengan mereka yang orang kota." Nani masih ragu.


"Mereka gak pernah memandang rendah keluarga kita yang dari kampung Bu." Fahmi masih terus meyakinkan Ibu nya.


"Iya sih Nak. Mereka sangat baik sama Ibu dan Bapak." gumam Nani.


"Jadi gimana Pak, Bu ?" tanya Fahmi.


"Baiklah. Kami setuju dengan hubungan kalian." jawab Nani.


"Jadi kapan Bapak lamarin Rara buat kamu ?" tanya Hari.


"Nanti dulu Pak. Rara belum kabarin lagi reaksi Papa nya. Nanti kalo Orangtuanya sudah setuju, kita bertemu bersama dulu." jawab Fahmi.


"Ya sudah kamu atur aja waktunya. Bapak dan Ibu tunggu." kata Hari.


2 hari kemudian, Rara dan Fahmi janjian bertemu di sebuah restoran untuk membahas pernikahan bersama orangtua masing - masing.


"Hai jeng, gimana kabarnya." Yesa menyapa dan mencium pipi Nani, Ibu Fahmi.


"Baik Jeng. Jeng Yesa sendiri gimana kabarnya ?" Nani balik bertanya.


Tak lama Arman datang menghampiri mereka.


"Maaf Pak, Bu. Saya habis dari toilet." Arman menyalami Hari dan Nani.


"Kita pesan makanan dan minuman dulu aja. Sambil nunggu anak - anak." kata Yesa.


Nani dan Hari lalu memesan minuman dan makanan.


Mereka berempat lalu mengobrol sambil menunggu Rara dan Fahmi yang entah kemana.


"Maaf Bu, Pak, Om, Tante, tadi kami ada urusan dulu." kata Fahmi yang datang bersama Rara.


"Kalian dari mana sih ?" protes Nani.


"Anu.. Tadi abis dari seberang." jawab Fahmi gugup.


"Udah.. Yuk duduk, Kita makan dulu." Arman menengahi.


Mereka berenam lalu menikmati makanan yang sudah dipesan.


"Jadi Pak, Bu. Kami ingin membahas soal anak - anak kita." Arman membuka pembicaraan.

__ADS_1


"Iya Pak. Saya juga sudah ngobrol dengan Fahmi kemarin. Jadi intinya kami setuju dengan hubungan Fahmi dan Rara. Jika bapak dan Ibu juga setuju, kami ingin melamar Nak Rara secara resmi untuk anak kami Fahmi." kata Hari.


"Iya Pak. Insya allah kami setuju dengan hubungan mereka. Sebaiknya juga kita segera menikahkan mereka." sambung Arman.


"Alhamdulilah kalo begitu. Kebetulan Fahmi sudah lulus kuliah S2 nya dan akan tetap bekerja di perusahaannya saat ini." lanjut Hari.


"Syukurlah kalo begitu. Untuk waktunya, saya rasa setelah wisuda Fahmi. Untuk konsep pernikahannya gimana ?" kata Arman.


"Biar Mama aja yang ngurus Pa." kata Yesa.


"Ma, Pa, Pak, Bu, Maaf sebelumnya. Kalo boleh biar Rara dan Fahmi yang urus sendiri." kata Rara.


"Kamu gimana mau ngurusnya ? Kan kalian di kota F, Sedangkan pernikahanmya disini kan ?" protes Yesa.


"Ya kan kami bisa luangin waktu Ma." Rara memberikan alasan.


"Gak bisa. Nanti gak maksimal. Biar Mama sama Bu Nani aja yang urus. Kalian tau beres aja." tegas Yesa.


"Iya Nak Rara. Biar Ibu nanti bantuin Mama kamu buat ngurus pernikahan kalian. Kalian busa fokus kerja disana." Nani menambahkan.


"Udah Yang. Gak apa." Fahmi mencegah Rara untuk protes lagi.


"Iya deh Ma, Bu. Biar kalian yang urus." kata Rara.


"Oke. Untuk waktunya nanti kita bahas lagi. Sebelumnya kalian harus tunangan dan lamaran dulu." kata Arman.


"Harus ya Pa ?" tanya Rara.


"Iya. Giman kalo sebelum kalian pulang lagi ke kota F, kalian lamaran dulu." usul Arman.


"Saya setuju Pak." kata Hari. Nani dan Yesa pun mengangguk setuju. Rara dan Fahmi pun saling pandang dan hanya pasrah menerima semua keputusan orang tuan mereka.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Semuanya sudah tamat ya !!


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2