Tiga Dara

Tiga Dara
#20 Cemburu


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 3 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...***...


Setelah Arman dan Yesa meninggalkan kamar inap itu, Akbar langsung mendekat pada Wiwid.


"Kamu baik - baik aja kan Sayang ?" tanya Akbar sambil mengelus rambut Wiwid.


"Kaki aku sakit yang." jawab Wiwid.


"Sabar ya sayang. Kaki kamu pasti akan sembuh." Akbar coba menguatkan.


"Ehem.." Niken mencoba menyadarkan dua mahlyk yang sedang bucin itu akan kehadirannya.


"Niken.. Apaan sih ?" gumam Wiwid lirih.


"Tadi aja pas ada Papanya Wiwid diam di pojokan, sekarang langsung mesra - mesraan, sampe lupa sama temennya." sindir Niken sambil melirik Akbar.


"Abis Papanya Wiwid nyeremin. Daritadi aku ditatap terus." kata Akbar perlahan.


"Cemen kamu.. Baru ditatap aja udah ciut." ledek Niken lagi.


"Ya namanya juga sama calon mertua, pasti grogi lah." Akbar berusaha berkelit.


"Ken, anak - anak yang lain gimana ? Indra gimana ?" tanya Wiwid.


"Indra masih koma Wid. Kepalanya sempat terbentur badan bis." kata Niken.


"Ya ampun. Ini pasti gara - gara dia nyelamatin aku." Wiwid merasa bersalah.


"Ya memang harus seperti itu takdirnya." Akbar menimpali.


"Kamu kok sinis gitu sih ngomongnya. Dia udah nolongin aku loh." Wiwid tak suka dengan ucapan Akbar.


"Iya Bar. Doa belain sampe terluka buat nyelamatin cewek kamu." Niken ikut menimpali.


"Aku bener - bener ngerasa bersalah dengan dia." Wiwid sedih memikirkan Indra.


"Doain aja semoga dia cepat sadar." kata Niken.


"Bisa gak sih kalian gak usah berlebihan mikirin laki - laki itu." tiba - tiba Akbar emosi.


"Kenapa kamu jadi marah gitu ?" tanya Wiwid.


"Aku gak suka kamu ngomongin cowok lain di depanku." jawab Akbar dengan ketus.


"Tapi kan dia tuh yang udah nyelamatin aku Yang. Gak ada maksud lain." kata Wiwid.


"Aku hanya gak suka aja kamu perhatian sama cowok lain." Akbar melembutkan suaranya.

__ADS_1


"Kamu lebay deh." protes Wiwid.


"Itu karena aku sayang sama kamu." Akbar meraih tangan Wiwid.


Wiwid hanya diam saja. Begitu pun Niken yang hanya diam memperhatikan perdebatan sepasang kekasih itu.


"Aku minta maaf ya kalo sudah cemburu berlebihan. Itu karena aku sayang dan gak mau kehilangan kamu." kata Akbar sambil menatap lekat pada Wiwid.


"Aku juga minta maaf yang. Aku juga sayang sama kamu." Wiwid balas menatap Akbar. Lalu Akbar menarik Wiwid ke dalam pelukannya. Mereka berpelukan cukup lama, seolah menyampaikan rasa sayang masing - masing.


"Ehem.." suara Arman yang masuk ke ruangan bersama Yesa membuat Akbar melepaskan pelukannya.


"Kak, Ini Mama belikan teh hangat buat kamu." Yesa menghampiri Wiwid sambil memberikan isyarat pada Akbar untuk segera pulang.


"Om.. Tante.. Saya permisi pulang dulu." pamit Akbar yang untungnya paham dengan isyarat dari Yesa.


"Iya." Arman menjawab singkat sambil menatap tajam pada Akbar.


"Iya. Makasih ya udah jenguk Wiwid." kata Yesa.


Niken pun ikut pamit pulang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keesokan harinya kondisi Wiwid sudah lebih baik. Pagi itu dia sedang disuapi oleh Mamanya saat Niken, Diana dan Tita datang menjenguk.


"Pagi Tante. Hai Wid. Gimana kondisi kamu ?" sapa Tita sambil mendekat ke ranjang Wiwid.


"Udah mendingan. Tinggal kaki aja yang masih sakit." jawab Wiwid.


"Ta, Tante mau ke kantin dulu. Titip Wiwid sebentar ya." kata Yesa.


"Iya Tante. Biar saya lanjutkan suapi Wiwid." Tita mengambil piring dari tangan Yesa.


"Kak Akbar gak kesini lagi Wid ?" tanya Niken.


"Belum. Kayaknya dia takut deh sama Papa aku." jawab Wiwid.


"Iya. Hari ini kan masih libur, kemungkinan Papa kamu akan kesini lagi." Diana ikut berkomentar.


"Iya. Kamu tolong kirim pesan ya biar besok aja kesininya." kata Wiwid.


"Oke siap." jawab Niken.


"Oh iya. Kabar Indra gimana ? Dia sudah sadar ?" tanya Wiwid.


"Belum Wid. Padahal kondisinya bagus cuma tinggal sadarnya aja." jawab Diana.


"Aku pengen lihat dia. Kalian antar ya." pinta Wiwid.


"Tanya Mama kamu dulu ya Wid. Takut salah." kata Tita.


"Iya." jawab Wiwid singkat.

__ADS_1


Satu jam kemudian Yesa kembali ke ruangan bersama Caca dan Arman.


"Ma, aku mau lihat Indra di ICU boleh ?" tanya Wiwid perlahan.


"Gimana Pa ? Boleh gak ?" Yesa malah bertanya pada suaminya.


"Kalo boleh sama dokter ya boleh aja." jawab Arman.


"Mama tanya ke dokter atau perawat dulu ya. Soalnya kan kamu masih diinfus." kata Yesa. Wiwid pun hanya mengangguk.


Tak lama Yesa kembali bersama dengan perawat yang membawa kursi roda.


"Boleh Ma ?" tanya Wiwid tak sabar.


"Boleh. Tapi pakai kursi roda dan diantar suster ya." jawab Yesa. Suster pun membantu Wiwid untuk duduk di kursi roda. Lalu mengantarnya ke ruang ICU yang terletak di lantai dasar.


Wiwid dipersilahkan untuk masuk ke dalam kamar ICU indra.


"Ndra, Kamu harus bangun. Aku yang kamu selamatin udah sehat." Wiwid menggenggam tangan Indra. Indra hanya diam tak merespon.


"Kenapa kamu gak mau bangun sih ? Aku janji setelah ini kita akan berteman. Aku gak akan cuekin kamu lagi." Wiwid coba memancing agar Indra segera siuman.


"Udah ya Mbak Kita kembali ke ruangan. Mbak nya gak boleh terlalu di forsir. Mas Indra juga butuh ketenangan." kata Perawat.


"Iya Sus. Kira - kira kapan Indra akan sadar ?" tanya Wiwid.


"Kita doakan saja ya Mbak." jawab Perawat.


Akhirnya Wiwid diantar kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


"Sus, sampai kapan kaki anak saya di gibs ?" tanya Arman.


"Sekitar satu sampai dua bulan. Setelah itu ada fisioterapi buat memulihkan fungsi kakinya." jawab Perawat.


"Jadi selama itu harus dirawat disini ?" tanya Arman lagi.


"Tentu tidak Pak. Setelah kondisinya baik, sudah bisa dirawat di rumah dan kontrol rutin." Perawat itu tersenyum mendengar pertanyaan Arman.


"Kapan bisa pulangnya ?" kali ini Yesa yang bertanya.


"Nanti dokter yang akan menentukan." jawan perawat itu lalu pamit meninggalkan ruang rawat Wiwid.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung


__ADS_2