Tiga Dara

Tiga Dara
#52 Dosa Terindah


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...****************...


Menjelang subuh, Rara tampak terbangun karena sesuatu yang berat yang membelit perutnya. Dia membuka mata dan tampak terkejut saat melihat wajah Fahmi tepat di depan wajahnya.


"Aaghhh..." teriak Rara sambil mendorong tubuh liat itu menjauh.


"Apaan sih Yang. Bikin kaget aja." protes Fahmi yang terbangun karena teriakan dan dorongan Rara itu.


"Kamu kenapa bisa meluk aku ?" tanya Rara.


"Kamu gak lihat kita dimana ini ?" Fahmi balik bertanya. Rara melihat sekelilingnya dan mendapati bahwa mereka sedang di kasur tambahan yang Fahmi tempati.


"Kok aku bisa disini ?" tanya Rara bingung.


"Ya gak tau. Tiba - tiba kamu jatuh dan langsung meluk aku." jawab Fahmi yang setengah terpejam.


"Aduh.. maaf ya Yang." Rara hendak bangkit tapi tanpa sengaja tangannya bertumpu pada benda keras lunak yang memanjang.


"Yang... Kamu pegang apa sih ? Kamu mau goda aku ya ?" protes Fahmi dengan suara yang sedikit parau.


"Apaan sih Yang. Gak sengaja." Rara bergegas pindah naik ke ranjangnya sendiri.


"Apaan ya itu yang aku pegang tadi. Apa itu yang namanya k***** ? Kok rasanya gitu ya ?" gumam Rara sambil berbaring memunggungi Fahmi dan mulai memikirkan apa yang dia sentuh tadi.


Saat sedang sibuk melamun, tiba - tiba Rara merasakan kasur di sebelahnya bergerak, seperti ada beban yang menimpanya.


"Yang, aku udah gak bisa nahan lagi." Fahmi memeluk Rara dari belakang. Rara terdiam mematung mendapat perlakuan itu.


"Tapi Yang.." Ucapan Rara terhenti ketika tangan Fahmi mulai bergerilya di bagian depan tubuhnya.

__ADS_1


Fahmi mulai menciumi tengkuk Rara.


"Yang.." Rara coba mendorong tubuh Fahmi, tapi tenaganya tak cukup untuk membuat Fahmi bergerak.


Perlahan Fahmi membalikkan tubuh Rara menghadap padanya. Fahmi lalu kembali ******* bibir kenyal Rara dan lidahnya mulai menelusup masuk ke dalam rongga mulut, menjelajahi isinya. Rara yang awalnya menolak akhirnya mulai menikmati bahkan membalas hi***** dan lu***** Fahmi. Keduanya sudah terselubung oleh nafsu yang membuat lupa akan dosa.


"Yang.. Jangan diterusin.." Rara coba mencegah Fahmi membuka bajunya.


"Hhmm.. Yang.. Aku pengen..." bisik Fahmi lirih di telinga Rara. Rara yang mendengarnya merasa merinding dan terhipnotis sehingga membiarkan Fahmi melucuti bajunya.


"Wow.. kamu indah banget Yang." puji Fahmi sambil menatap tubuh bagian atas Rara.


"Malu Yang.. " Rara reflek menutup dadanya dengan kedua tangannya.


"Gak apa Yang. Kan kita juga bakal menikah." rayu Fahmi.


"Tapi Yang.." protes Rara terhenti ketika Fahmi kembali menyerangnya. Rara yang sudah terbawa hawa nafsu pun tak menolak perlakuan Fahmi padanya.


Akhirnya terjadilah pergumulan antara keduanya (Maaf ya othor gak jelasin lebih lanjut soalnya othor jg sedang ldm an nih.. huhu.. eh.. kok jadi curcol.. πŸ˜„)


Keesokan paginya Rara terbangun dengan badan yang remuk redam. Entah kenapa Rara merasa tubuhnya tidak memakai apapun.


Bagian inti nya juga terasa sakit. Tak lama Rara merasakan sebuah tangan memeluk perutnya. Rara pun reflek menoleh ke arah samping.


"Fahmi... Kamu ngapain ?" Rara kaget Fahmi sudah tidur di sebelahnya.


"Apaan sih Yang.. Masih ngantuk." gumam Fahmi tanpa membuka matanya.


"Yang.. Kita abis ngalain ini ?" Rara mulai menangis. Mendengar tangisan kekasihnya, Fahmi pun langsung terbangun.


"Yang.. Maafin aku Yang.. Kemarin aku khilaf." Fahmi memeluk sang kekasih.


"Yang.. Kamu jahat.." Rara memukul lengan Fahmi.


"Yang.. Ini semua sudah terjadi. Kemarin kamu juga mau kok." bujuk Fahmi agar Rara berhenti menangis.

__ADS_1


"Aku takut Yang. Kalo aku hamil gimana ?" tanya Rara.


"Aku akan tanggung jawab Yang. Kita bisa menikah." jawab Fahmi.


"Janji ya kamu gak akan meninggalkan aku." Rara menatap lekat pada Fahmi.


"Iya Sayang. Aku janji." Fahmi mengecup puncak kepala Rara.


"Ya udah. Aku ke kamar mandi dulu." Rara bangun dan menarik selimut yang membalut tubuh mereka. Hingga terlihatlah tubuh telanjang Fahmi.


"Aww... Apaan sih Yang." Rara memalingkan muka ketika melihat 'adik' Fahmi ikut bangun.


"Ini yang udah bikin kamu merem melek semalam." goda Fahmi.


"Iih.. Apaan sih." Rara bergegas menuju ke kamar mandi sambil menahan sakit di **** *************.


"Ya Tuhan.. Apa yang sudah kuperbuat ? Kenapa bisa seperti ini ?" gumam Rara sambil membasuh tubuhnya perlahan.


Sementara itu di kamar, Fahmi pun hanya bisa merutuki kecerobohannya.


"Ya Tuhan.. Kok bisa - bisanya aku tergoda berbuat itu sama Rara. Meski aku cinta sama dia tapi aku sudah merusaknya. Maafin aku Tuhan. Semoga Rara tidak hamil." gumam Fahmi sambil mengusap kasar wajahnya.


...****************...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Semuanya sudah tamat ya !!


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung


__ADS_2