
#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca π
...****************...
Di kota D, Caca sedang mengemasi pakaiannya. Hari ini dia akan mulai kost di dekat kampusnya.
"Ca.. Jadi berangkat jam berapa ?" tanya Tante Dian.
"Jam 10 an Tan.." jawab Caca.
"Sekarang kita sarapan dulu yuk. Nanti biar gak kelaparan disana." kata Dian lembut.
Semenjak Caca memutuskan untuk pindah kost, Dian berubah lebih lembut padanya. Dian pun beberapa kali berusaha membujuk Caca agar merubah keputusannya itu. Tapi Caca sudah merasa capek secara fisik dan batin. Selain jarak rumah Paman yang jauh dari kampusnya, juga karena sikap Dian yang terlalu mengatur hidupnya.
"Hhmm.. Masih jam 7. Santai - santai dulu lah." gumam Caca sambil merebahkan tubuhnya di ranjang.
"Ca, ayo makan dulu." Baru saja Caca memejamkan matanya, teriakan Dian sudah terdengar.
"Iya Tan." jawab Caca sambil menahan rasa kesalnya.
Caca keluar kamar bergabung dengan Om, Tante dan saudara sepupunya.
"Yang mana rumahnya Ca ?" tanya Surya pada Caca yang duduk di sebelahnya. Dian, Andri dan anak bungsunya Oky duduk di bangku belakang. Mereka sedang mengantar Caca pindah ke tempat kost baru nya.
"Yang pagar hitam tingkat itu Om." Caca menunjuk bangunan tinggi itu.
"Banyak kamarnya ya Kak ?" tanya Andri.
"Kalo gak salah sih ada 14 kamar. 6 di bawah 8 diatas." jawab Caca.
"Kamar kakak dimana ?" tanya Andri lagi.
"Sementara sih di bawah. Karena yang di atas masih penuh." jawab Caca.
"Sama aja kan atas dan bawah. Malah enakan di bawah. Kalo ada apa - apa bisa cepat keluar." kata Surya.
"Beda Om. Kalo di atas, kamar mandinya di dalam. Kalo kamar bawah, kamar mandi luar." Caca menjelaskan.
"Iih.. Papa sok tau." ledek Oky.
"Ya papa kan emang gak tau." elak Surya.
"Udah.. Jangan ribut. Nanti kan kamu bisa pindah kalo kamar atas ada yang kosong." ucap Dian.
__ADS_1
"Iya Tan. Caca juga udah bilang ke penjaga kost nya." kata Caca.
Tak terasa mobil sudah berhenti di depan rumah kost Caca.
"Kamu masuk aja, biar barangnya Om bawain." kata Surya.
"Andri bantuin Pa." Andri menimpali.
"Iya Om. Caca masuk dulu cari penjaga kost nya." kata Caca.
"Tante temani ya." Dian menggandeng tangan Caca.
"Ayo Tan. Kamu bantuin Papa sama Kakak kamu aja ya Ky." kata Caca.
^^^
(source : google)^^^
"Wah.. Kamarnya luas dan nyaman gini ya Ca." kata Dian saat memasuki kamar kost Caca.
"Iya Tan. Udah lengkap lagi barangnya. Tinggal bawa baju dan badan aja." balas Caca.
"Ini khusus cewek kan Ca ?" tanya Dian.
"Akhirnya sampai juga. Lumayan banyak juga barang kamu Ca." Surya menyimpan koper dan kardus milik Caca.
"Makasih ya Om. Istirahat dulu aja." kata Caca.
"Enak Kak Kamarnya. Luas juga." Andri masuk dan langsung rebahan di lantai.
"Eh.. Kamu pasang karpet dulu aja. Nanti masuk angin loh." Dian menarik Andri untuk bangun.
"Iya Ma." Andri lalu menggelar karpet milik Caca dan langsung rebahan kembali.
"Kak, numpang ke kamar mandi ya." kata Oky.
"Kamar manrinya di luar Ky. Pas di sebelah tuh." Caca menunjuk kamar mandi yang terletak tepat di sebelah kamarnya.
"Enak nih kamar mandi pas di sebelah. Jadi gak usah jauh - jauh." kata Dian.
"Iya sih enak deket. Tapi berisik juga kalo pas ada yang pakai kamar mandi." keluh Caca.
"Iya juga ya. Ya udah deh. Semoga segera ada kamar yang kosong di atas." Dian menepuk bahu Caca pelan.
"Kamar atas segimana Kak ?" tanya Andri.
__ADS_1
"Aku juga gak tau. Kan udah penuh semua." jawab Caca.
"Temen Kamu kamarnya dimana ?" tanya Surya.
"Ooh.. Kamar Nia di ujung, pas masuk tadi." jawab Caca.
"Udah penuh semua nih ?" tanya Dian.
"Ada sisa 1 kamar yang kosong." jawab Caca.
"Eh.. Udah kelamaan di dalam, gak enak sama anak kost lain. Kita pulang yuk." ajak Surya.
"Iya Pa. Lain kali kita main lagi kesini." balas Dian.
"Kalian mau langsung pulang ?" tanya Caca.
"Mau main dulu dong Kak. Jalan - jalan ke Mall." jawab Oky semangat.
"Kamu mau ikut Ca ?" Surya menawarkan.
"Gak deh Om. Caca mau istirahat aja." tolak Caca.
"Ya Udah kita tinggal ya. Jangan lupa nasi nya dimakan nanti." Dian mengingatkan.
"Iya Tan. Makasih." Caca mencium punggung tangan dan memeluk tante nya.
"Sama - sama. Assalamualaikum." pamit Dian. Diikuti yang lain.
"Waalaikumsalam." Caca langsung masuk ke dalam setelah mobil yang ditumpangi mereka menjauh.
"Fiuh.. Akhirnya bisa bebas istirahat." Caca merebahkan tubuhnya di ranjang yang empuk.
...****************...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Semuanya sudah tamat ya !!
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ
__ADS_1
Bersambung