Tiga Dara

Tiga Dara
#12 Kuliah di Mulai


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 1/2 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...***...


Rara yang ditemani Mama Yesa sudah mulai menempati tempat kos barunya di kota F. Perkuliahan untuk mahasiswa penerima beasiswa akan dimulai minggu depan, sebulan lebih awal dari mahasiswa lewat jalur ujian.


"Kak, kita belanja perlengkapan buat di kosan dulu ya." kata Yesa.


"Iya Ma. Aku juga harus beli beberapa keperluan untuk kuliah." kata Rara.


Mereka pun pergi sebuah Mall di kota F. Yesa menemani sang anak belanja.


"Ma, apa ini gak terlalu banyak ?" tanya Rara melihat barang yang dibeli oleh Mamanya.


"Gak lah Kak. Kan ini makanan keringnya buat stok kamu sebulan. Mumpung Mama masih disini." jawab Yesa.


"Kan bisa beli di minimarket dekat kampus Ma." kata Rara.


"Ya gak apa - apa lah mumpung Mama disini. Minggu depan kamu juga pasti sibuk di kampus." kata Yesa.


"Iya juga sih. Makasih ya Ma." Rara memeluk Yesa sekilas.


"Sama - sama Sayang." Yesa membalas pelukan Rara.


Selesai belanja, mereka menyempatkan untuk makan siang dulu sekaligus membungkus makan malam. Lokasi kampus dan tempat kos yang berada di pinggir kota, membuat mereka memanfaatkan waktu saat di Mall tengah kota.


"Ma, Fahmi keterima kuliah disini juga." cerita Rara.


"Oh ya ? Pintar juga ya anak itu." kata Yesa.


"Dia kan juga juara kelas terus." kata Rara.


"Dia udah dapat kosan ?" tanya Yesa.


"Lah itu dia Ma. Dia minta tolong cariin kosan." jawab Rara.


"Ya coba kamu tanya kosan yang di sebelah itu." kata Yesa.


"Iya deh Ma. Gak apa - apa kan kosan kami berdekatan ?" tanya Rara.


"Kamu pacaran sama dia ?" Yesa balik bertanya.


"Iya Ma." jawab Rara singkat.

__ADS_1


"Ya gak apa - apa. Asal kamu bisa jaga diri." kata Yesa.


"Iya Ma. Insha Allah." kata Rara.


"Yuk kita pulang, udah mau sore, nanti keburu hujan." ajak Yesa.


"Iya Ma." Rara pun keluar mengikuti sang Mama sambil mendorong trolley yang berisi kantong belanjaan.


Mereka memilih naik taksi online karena banyaknya belanjaan mereka.


"Ma, kan ini mahal ongkosnya." bisik Rara.


"Gak apa Kak. Sekali - kali biar nyaman." kata Yesa.


"Sayang banget uangnya." gerutu Rara.


"Emang kamu mau bawa belanjaan segini banyak barang naik turun angkot." kata Yesa.


"Gak juga sih." kata Rara lalu diam.



Sampai di kosan mereka membongkar belanjaan dan barang yang dibeli. Rara langsung merakitnya dan menyimpan di teras belakang kamarnya. Kamar kosan Rara lumayan luas dan tergolong mewah. Dengan desain mezzanine yang sedang tren saat ini terdiri dari ruangan tidur di atas, dapur, kamar mandi dan ada sofa di bawah.


Kosan Rara langsung terhubung dengan kebun di bagian belakangnya.


"Ya sudah kamu tidur aja sana. Mama mau di bawah aja." kata Yesa.


"Gak nonton tv diatas sekalian Ma ?" tanya Rara. TV memang diletakkan di depan ranjang di lantai atas.


"Gak ah. Mama mau beresin belanjaan tadi. sekalian mau telpon Caca sama temen kantor." jawab Yesa.


"Iya deh Ma." kata Rara yang meninggalkan sang Mama di lantai bawah.


Sore harinya, Rara membangunkan Mamanya dan pamit melihat kosan sebelah.


"Ma, Aku mau lihat ke kosan sebelah dulu ya." kata Rara.


"Ngapain" tanya Yesa.


"Kan mau cariin kosan buat Fahmi." jawab Rara.


"Oh iya ya. Mama lupa. Ya udah sana, biar gak kesorean." kata Yesa.


Rara melihat kosan khusus cowok bersama teman satu kost nya yang baru.


Kosan yang tepat di sebelah kosannya ternyata sudah penuh, akhirnya Rara melihat ke kosan lain yang masih berada dalam jalan yang sama.

__ADS_1


Setelah melihat beberapa kosan akhirnya Rara menemukan kosan yang cocok dan pas untuk Fahmi. Rara pun memberikan uang muka untuk kamar itu. Pelunasan akan dilakukan saat Fahmi datang 2 minggu lagi.


"Gimana sayang, udah dapet kosan buat Fahmi ?" tanya Yesa saat Rara masuk ke kamarnya.


"Udah Ma. Tapi kosannya agak ujung, beda 5 rumah." jawab Rara.


"Ya gak apa - apa. Kapan Fahmi kesini ?" tanya Yesa lagi.


"Kayaknya 2 minggu lagi deh." jawab Rara.


"Mama mau tunggu disini sampai Fahmi datang ya." kata Yesa.


"Gak kelamaan Ma ?" tanya Rara.


"Kamu gak mau ditemenin Mama ?" Yesa balik bertanya.


"Bukan gitu Ma. Rara seneng ditemenin sama Mama. Tapi kasian Caca sendirian." jawab Rara.


"Gak apa kok. Kan ada Kak Wiwid yang temenin Caca." kata Yesa.


"Kak Wiwid di rumah terus ?" tanya Rara.


"Iya. Katanya mau berhenti kost. Kasihan sama Caca. Lagian bentar lagi kan Kak Wiwid lulus. Tinggal setahun lagi." jawab Yesa.


"Syukurlah kalo gitu. Kerjaan Mama juga ditinggalin ?" Rara bertanya lagi.


"Iya. Kan Mama sekarang kerja freelance. Untuk sementara cuti dulu." kata Yesa sambil membelai rambut Rara.


"Iya deh Ma. Kira makan yuk. Aku udah lapar." kata Rara.


"Mama panasin dulu makanan yang tadi siang ya." Yesa langsung menuju ke dapur.


Mereka pun makan berdua dengan lahap. Ini momen langka buat Rara, melihat dna bersama sang Mama seharian penuh. Biasanya sang Mama selalu sibuk dengan pekerjaannya atau lebih tepatnya menyibukkan diri.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2