Tiga Dara

Tiga Dara
#152 Rest Area


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–


...****************...


"Caca, Kita mau obrolin soal pernikahan kamu nanti. Mau tema apa ?" Rara duduk di dekat Caca yang sedang bersantai di balkon.


"Hhmm.. Apa ya Kak ? Aku mau yang simple tapi fun." jawab Caca.


"Apa mau dibikin outdoor ? Garden party gitu ?" usul Rara.


"Jangan deh Kak. Kayaknya masih musim hujan. Mending di Aula aja. Tapi dibikin simple." tolak Caca.


"Fun nya gimana Dek ?" tanya Wiwid.


"Ya.. Banyakin bunga deh.. Warna warni." kata Caca.


"Oh iya. Kamu mau pake baju warna apa ?" tanya Rara.


"Aku maunya gaun biru muda. Mungkin pas Akad ya pake kebaya putih kayak biasanya." jawab Caca.


"Oke. Berarti nanti aku cariin referensi gaunnya." Rara mencatat semua keinginan Caca.


"Kakak yang ngerias aku kan ?" tanya Caca pada Rara.


"Kayaknya gak deh. Ini pernikahan soalnya." jawab Rara.


"Aku mau kakak aja yang rias. Kan aku mau riasannya natural aja." kata Caca.


"Oke. Boleh." Rara memang seorang MUA freelance.


"Nanti kita belanja Bahan buat bajunya Ra." kata Wiwid.


"Siap Kak." balas Rara.


"Kamu pulang kapan Ca ?" tanya Wiwid.


"Kayaknya besok deh. Bareng sama keluarga Jojo." jawab Caca.


"Ooh.. Gak ikut hunting kain dong ?" tanya Rara.


"Gak kak. Kakak aja yang urus, nanti aku pantau dari sana." jawab Caca sambil tersenyum hingga terlihat giginya.


"Berasa bos besar aja." sindir Rara.


"Siap Bos." balas Wiwid.


Keesokan harinya Caca pulang ke kota D bersama rombongan Jojo dan keluarganya.


"Titip Caca ya Pak, Bu." kata Yesa sebelum rombongan meninggalkan halaman rumah Arman.


"Siap Pak. Kami akan jagain Caca seperti anak kami sendiri." kata Erwin.


"Terima kasih ya Pak, Bu." Arman menjabat tangan calon besannya.


"Kami yang terimakasih karena disambut baik oleh keluarga disini." kata Erwin sambil memeluk Arman.


"Mari Jeng. Kami pulang dulu. Kalo main ke kota D, nanti mampir ke rumah kami ya." Sherly memeluk sambil mencium pipi kiri dan kanan Yesa.


"Kami pamit dulu. Assalamualaikum." pamit Erwin.


"Waalaikumsalam." balas Arman.


"Hati - hati di jalan." kata Yesa.


Caca hendak naik ke mobil dimana Jojo yang menyetir.

__ADS_1


"Kamu bareng Mami aja Ca." kata Sherly.


"Gak dong Mi. Caca di mobil aku." cegah Jojo.


"Ingat jangan macam - macam loh." Sherly mengingatkan.


"Ya gak Mi. Kan aku nyetir." balas Jojo.


"Tenang Mi. Kita yang jagain." kata Akbar.


"Ya udah. Mami ke mobil dulu." Sherly masuk ke mobil yang dikemudikan oleh Aldi, suami Ica.


Di mobil pertama ada Jojo yang mengemudi. Akbar duduk di samping Jojo. Di belakang ada Rere dan Ica yang sedang hamil 5 bulan. Sedangkan Bara duduk di bangku paling belakang. Caca juga hendak duduk ke bangku bagian belakang.


"Bang, loe duduk di belakang aja deh. Kasian Caca." kata Rere.


"Iya deh. Kamu nyetir sampai kota D ya." Akbar bersiap pindah ke kursi belakang.


"Ya gak gitu Bang. Nanti gantian abis istirahat." protes Jojo.


"Oke deh." balas Akbar.


Caca lalu masuk ke bangku di samping Jojo.


Akhirnya kedua mobil pun melaju meninggalkan rumah Arman.


Selama perjalanan Caca mengobrol dengan Rere dan Ica. Hingga akhirnya kedua perempuan itu tertidur.


"Yang, minta minum dong, Haus nih." kata Jojo.


"Nih.. " Caca memberikan sebotol air mineral pada Jojo.


"Bisa minta tolong bukain gak ? Kan aku lagi nyetir." pinta Jojo.


"Oh iya. Lupa. Maaf ya." Caca langsung membukakan botol air mineral itu lalu memberikannya pada Jojo.


"Makasih." kata Jojo.


"Iya. Belum sampe setengah perjalanan. Kalo ngantuk, kamu tidur aja." jawab Jojo.


"Hhmm.. Gak apa nih ?" tanya Caca.


"Gak apa. Sekitar 2 - 3 jam lagi kita istirahat di rest area." Jojo menggusak kepala Caca dengan lembut.


Tanpa berkata - kata lagi, Caca langsung memejamkan matanya. Jojo menatap Caca sambil tersenyum.


Caca terbangun saat merasakan mobil berhenti.


"Udah sampai rest area ?" tanya Caca sambil mengucek matanya. Jojo menganggukkan kepalanya.


"Turun yuk Ca. Kita makan dulu." ajak Rere.


"Iya Kak." balas Caca.


Caca lalu mengikuti Rere dan Ica yang menuju ke kamar mandi untuk buang air kecil. Sherly dan Shinta sudah sampai lebih dulu.


"Gimana perjalanannya Ca ?" tanya Sherly.


"Gak berasa Mi. Soalnya Caca tidur. Hehehe." jawab Caca.


"Oalah. Pasti semua pada tidur." terka Sherly.


"Iya dong. Biarkan sopir fokus menyetir." Rere menanggapi.


"Tega kamu sama adik sendiri." sindir Sherly.


"Yaelah Mi. Jojo kan udah besar." elak Rere.


"Ya gitu lah Kak. Kalo Mami sama Kak Rere lagi debat. Udah macam ibu - ibu sekomplek lagi arisan aja." ledek Ica.

__ADS_1


"Eh.. Awas ya kamu nanti kalo kayak kami." Rere mengingatkan.


"Ya ampun.. Amit - amit.. Amit - amit.." Ica mengusap perut buncitnya dan menggetokkan pada dinding.


"Udah yuk kita makan dulu. Mami udah lapar." Sherly langsung menggandeng Caca menuju ke restoran.


"Mami.. Aku kok ditinggal ?" Ica mulai merajuk.


"Kamu sama Kakak kamu atau Tante Shinta aja." Kata Sherly cuek.


Ica langsung menggandeng sang tante dengan manja.


Jojo mengajak Caca makan di taman dekat rest area. Mereka sengaja hanya membeli burger dan jus buah untuk mengisi perut.


"Ca.. Kamu mau mahar apa ?" tanya Jojo.


"Terserah kamu aja Mas." jawab Caca.


"Jangan terserah dong. Siapa tau kamu ada keinginan apa gitu." kata Jojo.


"Hhmm.. Apa ya ? Satu set perhiasan aja deh. Aku punya batu yang bagus buat perhiasan." kata Caca.


"Oh ya ? Dapat darimana ?" tanya Jojo.


"Dikasih Almarhumah Nenek. Tapi sampai sekarang belum aku bikin apapun." jawab Caca.


"Ya udah. Nanti aku ambil ke kamu ya." kata Jojo.


"Iya." balas Caca.


"Oh iya Ca. Minggu depan, kamu temenin aku cari furniture buat rumah kita ya." kata Jojo.


"Emang rumahnya udah jadi ?" Caca bertanya.


"Belum tau." jawab Jojo.


"Ya dilihat dulu lah progresnya sampai mana. Baru kita bisa milih perabotannya." kata Caca.


"Ya udah berarti minggu depan kita lihat ke rumahnya." kata Jojo. Caca hanya mengangguk menanggapinya.


Tanpa Caca sadari Jojo semakin mendekat pada Caca. Hingga akhirnya Jojo memeluk Caca dari samping.


"Iih.. Jo.. Ngapain sih ?" Caca berusaha melepaskan pelukan Jojo.


"Bentar aja Ca. Aku bahagia dengan perjalanan kita ini." Jojo semakin merengkuh Caca dalam pelukannya. Akhirnya Caca diam dan membalas pelukan calon suaminya itu. Keduanya saling berpelukan tanpa berkata apa - apa lagi.


"Hei.. Kalian ini. Dicariin muter malah asik pelukan disini !" Rere datang mengagetkan mereka.


"Apaan sih Kak. Cuma pelukan doang." Jojo melepas pelukannya.


"Udah nanti lagi aja dilanjut. Udah ditungguin sama yang lain. Kita berangkat sekarang." kata Rere langsung balik badan meninggalkan kedua sejoli itu.


...****************...


Tinggal beberapa bab lagi akan tamat ya..


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. "Geng Pelangi" juga seru loh, menceritakan kisah persahabatan 4 orang gadis. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Semuanya sudah tamat ya !!


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2